Enam bulan dipenghujung tahun 2025, takdir membawa saya keliling daerah Gondang dan Sekar. Bagi banyak orang Gondang-Sekar dikenal dengan wilayah dataran tinggi di Kabupaten Bojonegoro. Ada gunung pandan yang tingginya mencapai 900 an meter diatas permukaan laut. Udara sejuk, pemandangan hutan dan pertanianya. Masyarakat yang sangat ramah, membuat hati ini betah. Obrolan-obrolan kecil mengenai sejarah dan gaya hidup masyarakat sekitar membuat semakin pengen tahu lebih jauh tentang Sekar dan Gondang.
Kalau dari Alun-alun Bojonegoro, perjalanan menuju Sekar tepatnya di wisata Negeri Atas Angin sekitar 1 jam 30 menit, dengan jarak 50 KM. Melewati hutan Paldaplang dan jalan yang berkelok dan nanjak. Meski jalan sudah rigit beton, bagi pengguna jalan yang belum hafal medan Bubulan-Sekar ini harus sangat hati-hati, khususnya pada jalan yang menikuk naik, seperti di daerah bajulan dan negeri atas angin. Namun disepanjang perjalan pengguna jalan disuguhkan dengan panorama alam terbentang hutan jati dan hutan jagung, masyarakat menyebutnya “alasgung” alas jagung. Angin sepoy-sepoy dari atas bukit menambah koleksi rasa alam Bojonegoro selatan.
Hampir sama, kalau mau ke Gondang juga melewati hutan jati, hutan jagung, jalan berkelok dan nanjak. Namun tanjakan arah Gondang tidak terlalu tinggi dibanding jalan Ngasem-Sekar. Kalau dari alun-alun Bojonegoro waktu tempuh sekitar 1 jam 20 menit dengan jarak 40 Km. Dalam perjalanan menuju Gondang banyak sekali warung-warung, salah satunya warung semok yang sangat terkenal. Ikan air tawar, sambel, dan nasi jagung menjadi menu favorit. Siapa yang gak pengen mampir?.
Dari kegiatan explore wilayah ini, mungkin masih banyak tempat-tempat di Sekar dan Gondang yang belum sempat disinggahi. Namun udara sejuk dan sapa hanggat warga sudah sangat mewakili. Ada puluhan sumber mata air yang bisa kita temui di Sekar dan Gondang. Air jernih dan bisa langsung diminum. Ada banyak sekali bukit dan gunung yang diberi nama oleh masyarakat sekitar. Namanya unik-unik.
Pertanian dan wisata alam sangat berpotensi untuk dikembangkan di wilayah ini. Sebab selain udara sejuk, juga didukung dengan akses yang memadai. Seperti di Desa Klino, yang berada di kaki gunung pandan udara sejuk, tanah subur, akses jalan lancar, berbatasan dan dekat dengan Nganjuk dan Madiun.
Memang, kalau diamati intensitas orang lalu lalang keluar masuk Sekar-Godang tergolong cukup rendah, namun ada potensi besar untuk meningkatkannya. Meningkatan SDM dan ekonomi masyarakat. Tiap kali keliling Sekar-Gondang terbesit bayangan seolah-olah sedang berada di Kota Malang atau Jogja. Udara sejuk, akses jalan mudah, banyak bukit dan masyarakat yang ramah. Hanya saja kurang satu yakni adanya kampus. Coba bayangkan saja jika ada kampus negeri di Gondang atau Sekar, betapa syahdunya. Intensitas kunjungan orang semakin tinggi, ada upaya peningkatan SDM, ekonomi tergerak lebih masif, dan Bojonegoro pastinya akan lebih membanggakan.
Kita lihat saja di kota-kota besar, banyak sekali kampus berdiri, dimana ada kampus disitu pasti perekonomian akan berputar semakin kencang. UMKM tergerak, usaha kos tumbuh, wisata alam bermunculan, dinamika sosial dan budaya akan semakin kearah positif.
Mungkin ini bayangan receh bagi orang lain, “Rumangsane ngedekno kampus modale howo adem karo nduwe gunung popiye? “. Ya, ini hanya bayangan sambil nyetir saat menyusuri jalan-jalan di Sekar dan Gondang. Karena betul, banyak faktor yang perlu dikaji lebih dalam. Pelibatan banyak orang dengan ide dan gagasan besar.
Teman saya pernah bilang, jika belajar dengan suasana asri, udara sejuk rasanya tambah betah atau “krasan”. Pantas saja ada yang tidak pulang kampung padahal sudah lulus, ada yang sampai semester 10. Mungkin itu benar. Nyaman dalam belajar merupakan kata kunci sehingga ilmu yang dipelajari bisa diserap. Bayangkan saja jika sebaliknya jika udara panas, dan gerah. Namun ini bukan soal udara dan gunung. Tapi soal akses pendidikan.
Banyak sekali kampus berdiri di kota Bojonegoro, Banyak beasiswa pendidikan, akses pendidikan dibuka seluas luasnya. Masyarakat bisa memilih sesuka hati. Lalu kenapa ada bayangan ada kampus di Wilayah selatan Bojonegoro, ya mungkin itu bayangan receh, tentu harus melalui riset, daerah selatan Bojonegoro secara sosio-ekologis bagus untuk menempa pendidikan. Dan ini baru bayangan saja.








