Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Menanti Sulap Ibra Kadabra di AC Milan

Mahfudin Akbar by Mahfudin Akbar
04/01/2020
in Olahraga
Menanti Sulap Ibra Kadabra di AC Milan

AC Milan sedang membutuhkan bantuan di lini depan. Untuk ukuran tim yang katanya raksasa Italia, Milan terbilang hancur lebur musim ini. Tapi, apakah Zlatan merupakan bantuan yang diharapkan oleh Il Rossoneri?

Zlatan Ibrahimovic akhirnya kembali ke rumah lamanya, Serie A Italia. Pemain berjuluk Ibra Kadabra ini bergabung dengan klub yang pernah dibelanya dulu, AC Milan. Ia bergabung ke Milan dari klub Amerika Serikat, LA Galaxy dengan status free transfer.

Peforma AC Milan musim ini memang sangat buruk. Hingga akhir 2019, Il Diavollo Rosso tersungkur di luar 10 besar klasemen.

Parahnya lagi nih Nabs, Milan hanya mampu mencatatkan 16 gol saja dari 17 laga yang dijalani hingga akhir 2019. Jumlah yang menempatkan Milan sebagai tim dengan lini serang terburuk bersama tim papan bawah Serie A seperti SPAL, Udinese dan Brescia.

Mengetahui lini serangnya tumpul, manajemen AC Milan pun langsung bergerak cepat di bursa transfer Januari. Namun, bukan penyerang muda atau pemain yang sedang dalam puncak karir yang didapat. Melainkan pemain veteran yang sedang berada dalam penghujung karirnya, Zlatan Ibrahimovic.

AC Milan sedang membutuhkan bantuan di lini depan. Untuk ukuran tim yang katanya raksasa Italia, Milan terbilang hancur lebur musim ini. Tapi, apakah Zlatan merupakan bantuan yang diharapkan oleh Il Rossoneri?

Ketika membela LA Galaxy selama dua musim, pemain asal Swedia ini mampu membukukan 53 gol. Jumlah yang banyak bagi seorang penyerang.

Masalahnya, kultur sepakbola Amerika Serikat sangat berbeda Eropa. Zlatan boleh menggila di Amerika Serikat. Tapi apakah pemain berusia 38 tahun ini masih sanggup bersaing di kompetisi level tinggi macam Serie A Italia?

Mari kita tengok penampilan terakhir Zlatan Ibrahimovic di liga Eropa. Pada musim 2017/2018, Ibra memperkuat Manchester United di Premier League. Namun, sayangnya Ibra hanya tampil 5 kali tanpa bisa mencetak gol. Cedera jadi alasan utama mengapa Zlatan hanya tampil beberapa kali saja.

Jika ditarik ke musim sebelumnya, yakni 2016/2017, peforma eks pemain Barcelona ini sebenarnya tak buruk-buruk amat bersama United. Di musim tersebut, Ia mampu mengoleksi 17 gol. Kala itu, usia Zlatan sudah menginjak 35 tahun. Lumayan ya, Nabs.

Terlebih lagi, Ibrahimovic adalah bagian penting AC Milan saat jadi juara Serie A Italia pada musim 2010/2011 silam. Para Milanisti – sebutan pendukung Milan pastinya masih menaruh harapan besar terhadap top skor sepanjang masa timnas Swedia tersebut.

Zlatan Ibrahimovic sendiri mengaku siap memberikan yang terbaik bagi AC Milan. Bukan cuma jadi maskot pinggir lapangan yang jadi penggembira saja.

“Saya tidak datang sebagai maskot, untuk berdiri di samping iblis [Milanello] dan menari. Saya di sini untuk membantu tim di lapangan,” tegas Ibrahimovic.

Tak hanya Ibrahimovic saja yang yakin. Pendukung Milan pun mengutarakan optimismenya terhadap kedatangan Ibra ke San Siro. Salah satunya adalah Bagus Anggoro, Milanisti asal Bojonegoro.

Menurut Bagus, datangnya Ibrahimovic jadi angin segar bagi Milan. Ia berharap Ibrahimovic mampu membawa AC Milan kembali ke papan atas dan setidaknya mampu meraih tiket Eropa untuk musim depan.

“Semoga dengan adanya Zlatan Milan bisa kembali ke posisi semestinya. Semoga banyak gol yang datang dari kaki dan kepalanya,” ujar Bagus.

Meski tak lagi muda, Ibrahimovic mungkin bisa jadi solusi jangka pendek AC Milan di sektor penyerangan. Dengan pengalaman yang dimilikinya, Ibrahimovic bisa jadi mesin gol Milan, sekaligus jadi mentor bagi penyerang muda macam Krzysztof Piatek, Rafael Leao, dan Daniel Maldini.

Kita tunggu saja Nabs, bagaimana penampilan Zlatan Ibrahmovic bersama AC Milan musim ini. Apakah nama besar Ibrahimovic mampu mengangkat peforma Milan di Serie A. Welcome to Zlatan, AC Milan!

Tags: AC MilanZlatan Ibrahimovic
Previous Post

5 Teknik Mengendalikan Ular Kobra secara Santuy, Nomor 3 Bikin Ia Menangis

Next Post

Pendidikan, Persaingan Keras dan Hak Asasi Manusia

BERITA MENARIK LAINNYA

Voliga U-15, Liga Voli Bergengsi U-15 Bojonegoro Resmi Bergulir 
Olahraga

Voliga U-15, Liga Voli Bergengsi U-15 Bojonegoro Resmi Bergulir 

20/07/2026
Porkab II Bojonegoro 2026 Resmi Ditutup, Pembinaan Atlet Berbasis Kecamatan Disiapkan Menuju Prestasi Nasional
Olahraga

Porkab II Bojonegoro 2026 Resmi Ditutup, Pembinaan Atlet Berbasis Kecamatan Disiapkan Menuju Prestasi Nasional

11/07/2026
Persibo Bojonegoro
Olahraga

Siapa Lawan Terberat Persibo di Grup M Liga 3 Nasional?

18/04/2024

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Voynich Manuscript: Antara Fakta, Hipotesis dan Misteri yang Belum Berakhir (Bagian V – End))

Voynich Manuscript: Antara Fakta, Hipotesis dan Misteri yang Belum Berakhir (Bagian V – End))

29/07/2026
Pemain Bintang dan Sebuah Kepemimpinan

Pemain Bintang dan Sebuah Kepemimpinan

28/07/2026
Ketika Barat Sudah Tak Menjadi Hakim Utama Ilmu Sejarah

Ketika Barat Sudah Tak Menjadi Hakim Utama Ilmu Sejarah

27/07/2026
Rampungkan Peta Mitigasi Longsor, Mahasiswa KKN Unigoro Buat Data Rujukan untuk Desa

Rampungkan Peta Mitigasi Longsor, Mahasiswa KKN Unigoro Buat Data Rujukan untuk Desa

26/07/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: