Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Menulislah dengan Bahasa Orang Awam, Wahai Para Ilmuwan

Ahmad Rofi' Usmani by Ahmad Rofi' Usmani
04/01/2025
in Figur
Menulislah dengan Bahasa Orang Awam, Wahai Para Ilmuwan

Anis Mansour

“Assalamualaikum. Pak Rofi’, bisakah besok memberikan materi menulis kepada para guru?”

Demikian sebuah pesan masuk ke hape saya, dari seorang manajer Sekolah Alam Gahar. Kamis sore: dua hari yang lalu.

Gubrak! Tanpa babibu, saya “ditodong” demikian. Menerima permintaan yang demikian, akhirnya saya menjawab, “InsyaAllah.”

Tentu, untuk memenuhi permintaan demikian, segera saya siapkan materi yang diminta. Jumat dini hari, saya pun bilang sama istri, “Pagi ini, aku gak bikin sarapan, ya. Aku sedang menyiapkan materi tentang menulis untuk guru-guru. Pagi ini!”

Usai berucap demikian, tiba-tiba benak saya “melayang” jauh: ke Kairo, Mesir pada awal 1980-an. Kala itu, saya sedang bermimpi ingin menjadi seperti Anis Mansour, seorang jurnalis kondang Mesir dan pemimpin redaksi koran kesohor di Timur Tengah, al Ahram.

Anis Mansour

Mengapa saya terpikat dengan Anis Mansour?

Jurnalis kondang jebolan Universitas Heidelberg, Jerman itu piawai sekali dalam menyajikan tulisan-tulisannya. Indah dan gemulai seperti indahnya tarian seorang penari perut top Mesir, Nagwa Fouad. Bahasan yang sangat berat ia sajikan dengan bahasa yang mudah dicerna.

Terpikat dengan gaya Anis Mansour dalam menulis, semua bukunya saya “lahap” dan pelajari. Utamanya sebuah karya puncaknya, Fi Shalun al-‘Aqqad (Di Salon al-‘Aqqad): sebuah buku ciamik setebal 680 halaman dan membahas tentang pergolakan pemikiran di Mesir.

Indah sekali cara Anis Mansour dalam menyajikan tulisannya. Padahal, materinya berat sekali. Hingga kini, buku itu masih kerap saya baca lagi: untuk memahami caranya dalam menyajikan bahasan yang berat dalam bahasa yang mudah dimengerti orang awam.

Menulis dengan gaya yang mudah dicerna memang perlu. Karena dengan gaya demikian, ilmu yang bercorak akademik dan berat dapat ditebarkan kepada masyarakat awam. Saya membayangkan, para sahabat dan saudara saya yang ilmuwan top, juga yang lain-lain, berkenan menuliskan kisah ilmiah mereka kepada masyarakat awam. Tentu, dengan bahasa yang mudah dicerna oleh mereka.

Saya yakin hal itu dapat dilakukan oleh beliau-beliau itu. Hal serupa telah telah dilakuan beberapa sahabat dan saudara saya lain. Seperti Prof. Dr. Hadi Susanto, seorang pakar matematika Indonesia yang kini menetap di Abu Dhabi, dan Dr. Ibrahim Kholilul Rahman, seorang ilmuwan jebolan dari sebuah universitas di Swedia.

Kemampuan menulis untuk masyarakat awam perlu. Memang, mengawalinya perlu “perjuangan”. Tapi, dengan segera hal itu dapat tertaklukkan.

Dalam hal ini, saya teringat pesan seorang pemilik sebuah toko buku kondang di Kairo, Penerbit Madbouly, kepada para teman-temannya yang ilmuwan, “Tolong, tulislah buku ilmiah yang mudah dimengerti oleh orang awam. Mereka sangat haus untuk mendapatkan pencerahan dari kalian, dengan bahasa mereka sebagai orang awam. Bukan dengan bahasa para ilmuwan yang hidup di ‘benteng-benteng’ yang disebut perguruan tinggi!”

Pesan yang indah!

Tags: Anis MansourJurnalisme KonstruktifMakin Tahu Indonesia
Previous Post

Hindari Demam Berdarah, Dosen Unugiri Beri Sosialisai Langkah Pencegahan Kepada Santri Roudlotul Ulum Bojonegoro

Next Post

Dampingi Mengelola Emosi Negatif Atlet Pentanque Bojonegoro, Dosen Unugiri Beri Konseling CBT

BERITA MENARIK LAINNYA

Kisah Soekarno dan Marhaen, Petani Bandung yang Menginspirasi Lahirnya Marhaenisme
Figur

Kisah Soekarno dan Marhaen, Petani Bandung yang Menginspirasi Lahirnya Marhaenisme

02/06/2026
Sang Pengasuh dalam Bayang-Bayang Sejarah: Kisah Sarinah dan Jejaknya dalam Hidup Soekarno
Figur

Sang Pengasuh dalam Bayang-Bayang Sejarah: Kisah Sarinah dan Jejaknya dalam Hidup Soekarno

01/06/2026
Obituari Jurgen Habermas: Jejak Demokrasi di Desa-desa Indonesia
Figur

Obituari Jurgen Habermas: Jejak Demokrasi di Desa-desa Indonesia

26/03/2026

Anyar Nabs

Festival Wastra Batik Bojonegoro 2026 jadi Panggung Sejarah, Budaya, dan Ekonomi Kreatif Bojonegoro

Festival Wastra Batik Bojonegoro 2026 jadi Panggung Sejarah, Budaya, dan Ekonomi Kreatif Bojonegoro

13/06/2026
Kuda, Pohon, dan Laut yang Terbakar: Hikmah Humor dan Pencurian (19)

Kuda, Pohon, dan Laut yang Terbakar: Hikmah Humor dan Pencurian (19)

12/06/2026
Di Selasar Sunyi Bersama Gandhi: Percakapan tentang Nurani, Kekuasaan, dan Dunia yang Gelisah

Di Selasar Sunyi Bersama Gandhi: Percakapan tentang Nurani, Kekuasaan, dan Dunia yang Gelisah

11/06/2026
Terjun ke Drenges, KKN Unigoro Petakan Potensi Desa Lewat Misi From Forest to Future

Terjun ke Drenges, KKN Unigoro Petakan Potensi Desa Lewat Misi From Forest to Future

10/06/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: