Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

NH Dini dan Sastra Feminisme Indonesia 

Redaksi by Redaksi
05/12/2018
in Figur
NH Dini dan Sastra Feminisme Indonesia 

“Sabar dan dermawanlah seperti bumi. Dia kauinjak, kauludahi. Namun tak hentinya memberimu makanan dan minuman”

Kutipan itu ada di sebuah cerita berjudul Langit dan Bumi Sahabat Kami karya Nurhayati Sri Hardini Siti Nukatin (N.H. Dini). Novel terbit pertamakali pada 1979 itu merupakan satu dari berderet-deret karya besar N.H. Dini.

N.H. Dini merupakan penulis novel kelahiran Semarang 82 tahun lalu. Dini meninggal dunia pada Selasa sore, 4 Desember 2018 di RS Elizabeth Semarang. Sebelumnya, Dini sempat dikabarkan mengalami kecelakaan.

Pierre Louis Padang ( Pierre Coffin) dan Marie Claire Lintang merupakan anak hasil pernikahan Dini dengan diplomat Prancis Yves Coffin. Pasangan yang menikah pada 1960 ini memutuskan berpisah pada 1984.

Pierre Louis Padang (Pierre Coffin) dikenal sebagai sutradara film Despicable Me 1, Despicable Me 2, dan Minions.

Melalui tulisan dan karya-karyanya, dia dijuluki sebagai pelopor suara perempuan pada 1960-1980 an. Tahun di mana belum banyak perempuan Indonesia memutuskan menjadi penulis.

N.H. Dini disebut sebagai penulis feminis karena dalam karyanya, dia kerap mengangkat tema kemarahan pada kaum laki-laki. Dini mengatakan bahwa dia akan marah bila mendapati ketidakadilan. Khususnya, ketidakadilan gender yang sering kali merugikan kaum perempuan.

Selain identik sebagai penulis feminis, N.H. Dini juga memiliki ketertarikan pada tanaman dan lingkungan hidup. Sejumlah  proses kreatif biasa dia lakukan sambil menyiram tanaman. Dini sosok penulis yang lengkap; memiliki kepekaan sosial tinggi, berani menyuarakan suara perempuan, mencintai lingkungan, dan produktif menulis.

Sejumlah karyanya mengangkatnya tema tentang perempuan, perselingkuhan, dan sosial. Beberapa karya N.H. Dini yang terkenal meliputi Pada Sebuah Kapal (1972), La Barka (1975) atau Namaku Hiroko (1977), Langit dan Bumi Sahabat Kami (1979), Orang-orang Tran (1983), Pertemuan Dua Hati (1986), Hati yang Damai (1998), dan masih banyak lagi karya lainnya dalam bentuk kumpulan cerpen, novelet, atau cerita kenangan.

Sederet penghargaan pernah diterimanya. Seperti Hadiah Seni untuk Sastra dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1989), Bhakti Upapradana Bidang sastra dari Pemerintah daerah Jawa Tengah (1991), SEA Write Award dari pemerintah Thailand (2003), Hadiah Francophonie (2008), dan Achmad Bakrie Award bidang Sastra (2011)

Bahkan, pada 2017 N.H. Dini menerima penghargaan prestasi seumur hidup (lifetime achivement award) dari penyelenggara Ubud Writers and Readers Festival (UWRF) 2017. Dia dianugerahi penghargaan atas kontribusinya sebagai penulis sekaligus aktivis, dalam dunia sastra di Indonesia.

“Sastra adalah dunia saya. Saya telah menekuni bidang ini selama 60 tahun, dan berharap bisa terus berkontribusi bagi sastra Indonesia,” kata N.H. Dini sesaat sebelum menerima penghargaan.

Kepergian N.H Dini untuk selamanya tentu menyisakan sedih mendalam bagi masyarakat Indonesia. Banyak karya dan semangat N.H Dini abadi melalui karya-karyanya. Sastrawan feminis itu kini telah berpulang. Selamat jalan, terimakasih banyak atas ilmu dan semangat yang telah kau berikan.

Tags: BukuNH DiniPenulis
Previous Post

Peran Pemuda Bojonegoro Sukseskan Pemilu 2019

Next Post

Mengingat Pentingnya Tanah bagi Umat Manusia

BERITA MENARIK LAINNYA

Obituari Jurgen Habermas: Jejak Demokrasi di Desa-desa Indonesia
Figur

Obituari Jurgen Habermas: Jejak Demokrasi di Desa-desa Indonesia

26/03/2026
Fazlur Rahman Khan, Sosok di Balik Lahirnya Terminal Haji Jeddah
Figur

Fazlur Rahman Khan, Sosok di Balik Lahirnya Terminal Haji Jeddah

20/03/2026
Bruno Guiderdoni: Keseimbangan Sains, Quran, dan Iman
Figur

Bruno Guiderdoni: Keseimbangan Sains, Quran, dan Iman

18/03/2026

Comments 3

  1. Pingback: Mengakhiri Budaya Seksisme dalam Sepakbola Indonesia – Jurnaba
  2. Pingback: Gaya Pacaran Filsuf, Kecocokan hingga Percakapan yang Absurd – Jurnaba
  3. Pingback: JFX Hoery, Maestro Sastra Jawa dari Bojonegoro – Jurnaba

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Merawat Ingatan, Menyemai Masa Depan: GP Ansor Kota Batu Luncurkan Buku Sejarah

Merawat Ingatan, Menyemai Masa Depan: GP Ansor Kota Batu Luncurkan Buku Sejarah

21/04/2026
Pembawa Pendaratan di Planet Merah: Diaspora Iran Sebagai Komunitas Paling Berpendidikan di Amerika Serikat (2)

Pembawa Pendaratan di Planet Merah: Diaspora Iran Sebagai Komunitas Paling Berpendidikan di Amerika Serikat (2)

21/04/2026
‎Bahas Dinamika Timur Tengah, PC ISNU Bojonegoro Gelar Diskusi Ilmiah

‎Bahas Dinamika Timur Tengah, PC ISNU Bojonegoro Gelar Diskusi Ilmiah

20/04/2026
Di Bawah Langit Teheran, Anak-Anak Belajar Berdiri Sendiri

Di Bawah Langit Teheran, Anak-Anak Belajar Berdiri Sendiri

19/04/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: