Maulwi Saelan dikenal sebagai tentara dan juga pesepakbola Indonesia. Ia jadi penjaga Bung Karno sekaligus gawang timnas Indonesia.
Maulwi Saelan adalah seorang tentara yang identik dengan Bung Karno. Sosok yang lahir pada 8 Agustus 1926 ini pernah jadi pengawal Bung Karno.
Karir Mauwli Saelan di militer diawali pada 1945 silam saat jadi anggota Laskar Pemberontak Republik Indonesia Sulawesi (LAPRIS). Sejak saat itu, karir tentara kelahiran Makassar terus menanjak.
Puncaknya terjadi pada awal 1960-an, saat Mauwli Saelan diangkat sebagai salah satu pimpinan Resimen Tjakrabirawa. Saat itu Resimen Tjakabirawa adalah pasukan elit yang bertugas untuk melindungi Presiden Indonesia, Soekarno.
Sebagai orang penting di Resimen Tjakrabirawa, Saelan pun bisa dekat dengan Bung Karno. Dalam beberapa kesempatan, Saelan kerap menemani Bung Besar.
Setelah menduduki jabatan sebagai Staf dan kemudian Wakil Komandan Tjakrabirawa, Saelan kemudian ditugaskan jadi ajudan Bung Karno.
Momen penting terjadi ketika Peristiwa 30 September Meletus. Ketika itu, Ibukota kacau karena tersiar kabar adanya kudeta dan penculikan petinggi angkatan darat. Di malam 30 September tersebut, Saelan sempat mengawal Soekarno.
Usai malam 30 September, Saelan menjemput Bung Karno di rumah istrinya, Haryati. Saelan pun mengawal Bung Karno ke lapangan terbang Halim Perdanakusuma sebagai SOP pengamanan.
Setelah peristiwa 30 September tersebut, Indonesia mengalami transisi kekuasaan. Pelan tapi pasti, Bung Karno dilengserkan dari kekuasaannya. Soeharto pun kemudian mengambil alih kekuasaan dan resmi jadi Presiden Indonesia. Orde baru pun dimulai.
Perpindahan kekuasaan dari orde lama ke orde baru berimbas ke karir Saelan. Sebagai sosok yang dianggap dekat dengan Bung Karno, Saelan dijebloskan ke penjara. Saelan menjalani masa hukuman selama 5 tahun sebelum akhirnya dibebaskan.
Penjaga Gawang Timnas Indonesia
Selain dikenal sebagai sosok yang dekat dengan Bung Karno, Mauwli Saelan juga identik dengan sejarah sepakbola Indonesia. Saelan pernah jadi penjaga gawang sekaligus kapten timnas Indonesia di era 1950-an.
Pada 1950-an, Saelan merupakan anggota timnas Indonesia. Ia adalah pemain yang berposisi sebagai penjaga gawang. Tercatat, Saelan memiliki lebih dari 20 caps bersama dengan timnas Indonesia.
Ia sempat memperkuat timnas Indonesia di Asian Games 1951 dan 1954. Berbeda dengan sekarang, cabor sepakbola di Asian Games saat itu diisi oleh tim senior dari negara peserta.
Setelah memperkuat timnas di dua Asian Games, Saelan kemudian turut serta dalam ajang Olimpiade 1956 di Melbourne. Indonesia bersaing dengan berbagai negara kuat dunia untuk memperebutkan medali emas cabang sepakbola.
Salah satu pertandingan penting Indonesia di Olimpiade 1956 adalah melawan Uni Soviet. Ketika itu, Uni Soviet adalah raksasa sepakbola dunia. Apalagi ada sosok penjaga gawang legendaris dunia, Lev Yashin.
Dengan heroik, Indonesia sukses menahan imbang Uni Soviet dengan skor 0-0. Ini adalah prestasi yang amat bagus dan penting dalam sejarah sepakbola Indonesia.
Keberhasilan Indonesia menahan imbang Uni Soviet tak bisa dilepaskan dari sosok Maulwi Saelan. Di bawah mistar gawang, Saelan beberapa kali jadi penyelamat gawang Indonesia dari gempuran Uni Soviet.
Sayangnya, di pertandingan ulang keesokan harinya, Indonesia takluk dengan skor telak 4-0. Asa Saelan untuk meraih emas Olimpiade pun sirna. Uni Soviet pun terus melaju hingga akhirnya mampu merebut emas usai kalahkan Yugoslavia di partai final.
Kiprah Saelan di persepakbolaan Indonesia tetap berlanjut usai Olimpiade 1956. Ia bahkan sempat jadi Ketua Umum PSSI dari 1964 hingga 1967.
Maulwi Saelan akan dikenang dalam 2 hal. Bung Karno dan sepakbola. Ia mungkin akan jadi satu-satunya orang yang pernah mendapatkan kesempatan berharga di bidang pemerintahan dan olahraga. Yakni menjaga Presiden dan gawang timnas Indonesia.







