Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Rahmah El Yunusiyah: Kartini yang Mendahului Zaman

M. Sa'ad Alfanny by M. Sa'ad Alfanny
22/04/2025
in Figur
Rahmah El Yunusiyah: Kartini yang Mendahului Zaman

Rahmah El Yunusiah

Rahmah El Yunusiyah mungkin tak setenar Kartini. Namun, serupa Kartini, perempuan dari Sumatera Barat ini mengusung gerak pembebasan bagi kaum perempuan. 

Narasi arus utama tentang emansipasi perempuan di Indonesia seringkali berhenti pada sosok R.A. Kartini. Namun, pembacaan ulang terhadap sejarah membuktikan bahwa ada banyak tokoh perempuan lain yang secara substantif dan praksis telah melampaui sekadar wacana dan Rahmah El Yunusiyah salah satunya.

Bahkan, dalam beberapa aspek, Rahmah bisa disebut sebagai tokoh yang mendahului zamannya, bukan hanya karena ketokohannya sebagai perempuan, melainkan karena keberaniannya menggugat struktur sosial dan keagamaan yang membatasi perempuan melalui pendekatan yang berakar pada tradisi dan agama.

Lahir di Padang Panjang, Sumatera Barat, pada 1900, Rahmah tumbuh dalam tradisi Minangkabau yang kompleks di satu sisi menjunjung tinggi adat matrilineal, namun di sisi lain tetap beroperasi dalam bingkai patriarki, terutama dalam institusi keagamaan.

Rahmah El Yunusiah

Rahmah tidak sekadar menjadi produk dari zaman dan lingkungannya; ia adalah agen transformasi sosial.

Langkahnya mendirikan Diniyah Puteri pada 1923 adalah bentuk konkret dari kritik terhadap hegemoni pendidikan yang maskulin dan eksklusif.

Berbeda dengan Kartini yang masih terkungkung dalam kerangka kolonial dan hanya menyuarakan gagasan melalui surat, Rahmah bergerak secara langsung dan membangun institusi berbasis nilai Islam yang progresif.

Di sinilah letak keunikan Rahmah: ia tidak menolak agama sebagai sumber emansipasi. Justru, ia menafsirkan ulang nilai-nilai Islam untuk membebaskan perempuan dari subordinasi.

Pandangannya menunjukkan bahwa Islam, ketika dibaca dengan pendekatan kontekstual dan berpihak pada keadilan, mampu menjadi kekuatan pembebasan, bukan pembatas.

Ia menghadirkan tafsir praksis yang memperlihatkan bahwa pendidikan perempuan bukan hanya sekadar hak, tetapi juga kebutuhan sosial dan teologis.

Pengakuan dari Al-Azhar University di Kairo pada tahun 1955 bukan sekadar prestise simbolik, melainkan cermin dari bagaimana ide dan praktik Rahmah memiliki resonansi dalam diskursus keislaman global.

Gelar “Syaikhah” yang disematkan padanya bukan hanya menandai otoritas keulamaan perempuan, tetapi juga menggugat dominasi laki-laki dalam ruang-ruang otoritas keagamaan yang selama ini tertutup.

Dengan demikian, Rahmah tidak hanya mendobrak batas-batas gender dalam masyarakat Minang atau Indonesia, tetapi juga dalam dunia Islam itu sendiri.

Sayangnya, posisi Rahmah El Yunusiyah dalam historiografi nasional masih sering terpinggirkan, bahkan direduksi sebatas figur lokal atau simbol komunitarian.

Narasinya belum sepenuhnya diintegrasikan ke dalam arus utama sejarah bangsa, khususnya dalam diskursus besar mengenai pendidikan, Islam, dan emansipasi.

Ini menunjukkan adanya pola eksklusi sistemik dalam konstruksi sejarah Indonesia di mana tokoh-tokoh non-Jawa, apalagi perempuan yang berkiprah melalui jalur keagamaan, kerap diabaikan atau tidak diberi ruang yang proporsional.

Ketimpangan ini mencerminkan bias kultural dan politik dalam narasi kebangsaan, yang lebih mengutamakan tokoh-tokoh yang sesuai dengan paradigma sekuler, elitis, atau berakar dari pusat kekuasaan di Jawa.

Dengan demikian, invisibilitas Rahmah El Yunusiyah bukan hanya soal kelupaan sejarah, tetapi juga merupakan gejala dari cara negara dan institusi pengetahuan memproduksi ingatan kolektif secara selektif dan politis.

Rahmah El Yunusiyah mengusik batas-batas konvensional tentang emansipasi perempuan, mendorong kita untuk tidak memaknai emansipasi semata sebagai pembebasan dari kungkungan budaya patriarkal.

Lebih dari itu, ia menempatkan emansipasi sebagai praktik aktif dalam merebut ruang tafsir keagamaan, mendobrak dominasi institusi yang maskulin, dan menggugat monopoli otoritas intelektual serta spiritual.

Melalui kiprahnya, Rahmah bukan hanya menjadi simbol keberanian, tetapi juga representasi strategis dari bagaimana perempuan dapat menjadi aktor transformatif dalam struktur sosial yang rigid dan konservatif.

Ia tidak sekadar hadir sebagai pengecualian, melainkan sebagai kritik hidup terhadap sistem yang telah lama membatasi peran perempuan.

Jejak hidup dan kontribusi historis Rahmah El-Yunusiyah telah diangkat secara serius dalam buku Rahmah El-Yunusiyah: Perempuan yang Mendahului Zaman, yang menjadi salah satu upaya penting dalam merekonstruksi narasi perempuan dalam sejarah Indonesia.

Tags: Hari KartiniRahmah el Yunusiah
Previous Post

Hari Kartini, Jangan Takut Ibu Rumah Tangga

Next Post

Pansus Sepakati Raperda Dana Abadi Migas Bidang Pendidikan

BERITA MENARIK LAINNYA

Kisah Soekarno dan Marhaen, Petani Bandung yang Menginspirasi Lahirnya Marhaenisme
Figur

Kisah Soekarno dan Marhaen, Petani Bandung yang Menginspirasi Lahirnya Marhaenisme

02/06/2026
Sang Pengasuh dalam Bayang-Bayang Sejarah: Kisah Sarinah dan Jejaknya dalam Hidup Soekarno
Figur

Sang Pengasuh dalam Bayang-Bayang Sejarah: Kisah Sarinah dan Jejaknya dalam Hidup Soekarno

01/06/2026
Obituari Jurgen Habermas: Jejak Demokrasi di Desa-desa Indonesia
Figur

Obituari Jurgen Habermas: Jejak Demokrasi di Desa-desa Indonesia

26/03/2026

Anyar Nabs

Kisah Soekarno dan Marhaen, Petani Bandung yang Menginspirasi Lahirnya Marhaenisme

Kisah Soekarno dan Marhaen, Petani Bandung yang Menginspirasi Lahirnya Marhaenisme

02/06/2026
Di Kebun Singkong: Percakapan tentang Benih, Anak-anak, dan Masa Depan

Di Kebun Singkong: Percakapan tentang Benih, Anak-anak, dan Masa Depan

02/06/2026
Sang Pengasuh dalam Bayang-Bayang Sejarah: Kisah Sarinah dan Jejaknya dalam Hidup Soekarno

Sang Pengasuh dalam Bayang-Bayang Sejarah: Kisah Sarinah dan Jejaknya dalam Hidup Soekarno

01/06/2026
Ekspedisi Naga Api Menelisik Situs Janjang dan Sejarah Perminyakan Pra-Kolonial

Ekspedisi Naga Api Menelisik Situs Janjang dan Sejarah Perminyakan Pra-Kolonial

31/05/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: