Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

4 Posisi Ini Amat Penting dalam Permainan Futsal

A Wahyu Rizkiawan by A Wahyu Rizkiawan
19/01/2020
in JURNAKULTURA
4 Posisi Ini Amat Penting dalam Permainan Futsal

Jika sepakbola prosa, futsal adalah puisi. Sebab ia lebih singkat, padat dan melelahkan imajinasi. Selain jumlah pemain berbeda, posisi dalam futsal punya istilah yang tak sama. 

Serupa sepakbola, futsal permainan bola menggunakan kaki. Hanya, jika sepakbola dimainkan 11 orang tiap tim, futsal dimainkan 5 orang tiap timnya. Futsal lebih banyak peraturan dibanding sepakbola.

Aturan-aturan kecil yang mungkin tak terlalu terlihat dalam sepakbola seperti; kickin (menendang ke dalam lapangan) tak boleh lebih dari 3 detik, tak boleh mengoper ke kiper (backpass) sebelum bola melintasi garis tengah, dan kiper tak boleh memegang bola terlalu lama.

Berbeda dengan sepakbola, futsal yang arena bermainnya di dalam ruangan, hanya butuh sedikit pemain ketimbang sepakbola. Dalam futsal, lima pemain di lapangan dituntut bisa bermain cepat dalam hal bertahan sekaligus menyerang.

Meski konon jadi olahraga idola dan lebih sering dimainkan dibanding bola bekel misalnya, ternyata masih banyak penikmat futsal yang belum tahu istilah-istilah posisi dalam permainan futsal.

Mayoritas masih menggunakan istilah sepakbola untuk dijadikan istilah posisi dalam permainan futsal. Padahal, tentu berbeda. Sebab, futsal punya istilah posisi sendiri.

Dalam futsal, posisi pemain ada 4 pos. Di mana, setiap pos sesungguhnya punya peran yang hampir mirip kayak sepakbola. Dengan hakikat fungsi: bertahan, mengatur serangan, dan menyerang.

1. Kiper
Seperti halnya sepakbola, dalam futsal ada peran kiper yang tugasnya menjaga gawang. Satu-satunya posisi yang punya privilese boleh memegang bola. Meski posisinya menjaga gawang di belakang, dalam kondisi tertentu, kiper bisa maju untuk mencetak gol.

2. Anchor
Dalam futsal, ada posisi bernama anchor. Ya, seperti maknanya yang jangkar, anchor bertugas ganda. Sebagai pemain bertahan sekaligus pengatur serangan. Ibaratnya, ia gabungan antara bek dan mildfielder dalam sepakbola.

Anchor harus kuat dalam penguasaan bola, anchor juga posisi pertama yang memulai serangan. Saat tim terkena serangan, anchor pula yang bertanggung jawab sebagai pemain bertahan. Itu alasan, anchor harus punya kemampuan paling mumpuni.

3. Flank
Flank atau sayap tentu motor serangan sebuah tim. Flank berjumlah dua orang. Berada di marjin kiri dan kanan lapangan, ia tak hanya bertugas menyerang, tapi jadi penghubung antara  anchor dan pivot (pemain depan).

Flank harus punya kontrol bola sempurna dan kecepatan yang baik. Flank harus bisa jadi wasilah pencipta  peluang gol sebuah tim. Bahkan, tak jarang, flank adalah sosok pencipta gol itu sendiri. Tak mudah jadi flank dalam skema futsal modern. Selain harus fasih dalam penempatan, juga jeli memicu peluang gol.

4. Pivot
Atau pemain depan. Atau penyerang. Ia bertugas menyelesaikan peluang. Seorang pivot harus punya body balance yang tinggi untuk bisa menghadapi sistem pertahanan tim lawan. Sebab ia menjadi tembok gedor serangan.

Peran pivot amat sentral. Sebab harus punya insting penyelesaian akhir yang kuat sekaligus akurat. Serupa anchor, pivot bisa jadi pengendali permainan. Pivot juga jadi pemain pertama yang meredam serangan lawan, sebelum masuk ke area pertahanan tim.

Nabs, dalam futsal, tiap pemain bisa berganti secara bergilir sesuai posisinya saat itu. Karena itu, pemain wajib punya kemampuan yang menjadikannya fasih bermain di posisi tertentu.

Jika dalam sepakbola jeda mudah ditemui kala sedang tak membawa bola. Dalam futsal berbeda. Tiap saat pemain berpotensi menerima bola dan harus mengolahnya jadi peluang.  Mengingat, pergerakan dan sistem rotasi futsal amat cepat dan hampir tak mengenal jeda.

Meski ruangannya sempit, tak ayal jika permainan futsal jauh lebih melelahkan dibanding sepakbola. Ibaratnya: jika sepakbola prosa, futsal adalah puisi. Sebab ia lebih singkat, padat dan lebih melelahkan imajinasi serangan.

Tags: anchorFlankFutsalkiperpivot
Previous Post

Bahas Pilkades dan Keselamatan Berkendara, Bupati Bojonegoro Hadir di Kopi Darad FRB

Next Post

Dari Siapa?

BERITA MENARIK LAINNYA

‎Sidi Padangan, Mozaik Perjuangan Lintas Zaman
JURNAKULTURA

‎Sidi Padangan, Mozaik Perjuangan Lintas Zaman

08/04/2026
Wayang Tani: Narasi Kesenian dari Rahim Pertanian
JURNAKULTURA

Wayang Tani: Narasi Kesenian dari Rahim Pertanian

31/03/2026
Sejarah Nikah Malam Songo di Bojonegoro
JURNAKULTURA

Sejarah Nikah Malam Songo di Bojonegoro

15/03/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Kemarau yang Datang Lebih Awal

Kemarau yang Datang Lebih Awal

16/04/2026
‎Komisi B DPRD Bojonegoro Ungkap Hambatan Pendirian KDKMP di Sejumlah Desa

‎Komisi B DPRD Bojonegoro Ungkap Hambatan Pendirian KDKMP di Sejumlah Desa

15/04/2026
Perut yang Menjadi Peta Kemiskinan

Perut yang Menjadi Peta Kemiskinan

14/04/2026
‎Wabup Bojonegoro Beri Perhatian pada Daffa, Si Bocah Jenius yang Bisa Rakit Robot

‎Wabup Bojonegoro Beri Perhatian pada Daffa, Si Bocah Jenius yang Bisa Rakit Robot

13/04/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: