Jika sepakbola prosa, futsal adalah puisi. Sebab ia lebih singkat, padat dan melelahkan imajinasi. Selain jumlah pemain berbeda, posisi dalam futsal punya istilah yang tak sama.
Serupa sepakbola, futsal permainan bola menggunakan kaki. Hanya, jika sepakbola dimainkan 11 orang tiap tim, futsal dimainkan 5 orang tiap timnya. Futsal lebih banyak peraturan dibanding sepakbola.
Aturan-aturan kecil yang mungkin tak terlalu terlihat dalam sepakbola seperti; kickin (menendang ke dalam lapangan) tak boleh lebih dari 3 detik, tak boleh mengoper ke kiper (backpass) sebelum bola melintasi garis tengah, dan kiper tak boleh memegang bola terlalu lama.
Berbeda dengan sepakbola, futsal yang arena bermainnya di dalam ruangan, hanya butuh sedikit pemain ketimbang sepakbola. Dalam futsal, lima pemain di lapangan dituntut bisa bermain cepat dalam hal bertahan sekaligus menyerang.
Meski konon jadi olahraga idola dan lebih sering dimainkan dibanding bola bekel misalnya, ternyata masih banyak penikmat futsal yang belum tahu istilah-istilah posisi dalam permainan futsal.
Mayoritas masih menggunakan istilah sepakbola untuk dijadikan istilah posisi dalam permainan futsal. Padahal, tentu berbeda. Sebab, futsal punya istilah posisi sendiri.
Dalam futsal, posisi pemain ada 4 pos. Di mana, setiap pos sesungguhnya punya peran yang hampir mirip kayak sepakbola. Dengan hakikat fungsi: bertahan, mengatur serangan, dan menyerang.
1. Kiper
Seperti halnya sepakbola, dalam futsal ada peran kiper yang tugasnya menjaga gawang. Satu-satunya posisi yang punya privilese boleh memegang bola. Meski posisinya menjaga gawang di belakang, dalam kondisi tertentu, kiper bisa maju untuk mencetak gol.
2. Anchor
Dalam futsal, ada posisi bernama anchor. Ya, seperti maknanya yang jangkar, anchor bertugas ganda. Sebagai pemain bertahan sekaligus pengatur serangan. Ibaratnya, ia gabungan antara bek dan mildfielder dalam sepakbola.
Anchor harus kuat dalam penguasaan bola, anchor juga posisi pertama yang memulai serangan. Saat tim terkena serangan, anchor pula yang bertanggung jawab sebagai pemain bertahan. Itu alasan, anchor harus punya kemampuan paling mumpuni.
3. Flank
Flank atau sayap tentu motor serangan sebuah tim. Flank berjumlah dua orang. Berada di marjin kiri dan kanan lapangan, ia tak hanya bertugas menyerang, tapi jadi penghubung antara anchor dan pivot (pemain depan).
Flank harus punya kontrol bola sempurna dan kecepatan yang baik. Flank harus bisa jadi wasilah pencipta peluang gol sebuah tim. Bahkan, tak jarang, flank adalah sosok pencipta gol itu sendiri. Tak mudah jadi flank dalam skema futsal modern. Selain harus fasih dalam penempatan, juga jeli memicu peluang gol.
4. Pivot
Atau pemain depan. Atau penyerang. Ia bertugas menyelesaikan peluang. Seorang pivot harus punya body balance yang tinggi untuk bisa menghadapi sistem pertahanan tim lawan. Sebab ia menjadi tembok gedor serangan.
Peran pivot amat sentral. Sebab harus punya insting penyelesaian akhir yang kuat sekaligus akurat. Serupa anchor, pivot bisa jadi pengendali permainan. Pivot juga jadi pemain pertama yang meredam serangan lawan, sebelum masuk ke area pertahanan tim.
Nabs, dalam futsal, tiap pemain bisa berganti secara bergilir sesuai posisinya saat itu. Karena itu, pemain wajib punya kemampuan yang menjadikannya fasih bermain di posisi tertentu.
Jika dalam sepakbola jeda mudah ditemui kala sedang tak membawa bola. Dalam futsal berbeda. Tiap saat pemain berpotensi menerima bola dan harus mengolahnya jadi peluang. Mengingat, pergerakan dan sistem rotasi futsal amat cepat dan hampir tak mengenal jeda.
Meski ruangannya sempit, tak ayal jika permainan futsal jauh lebih melelahkan dibanding sepakbola. Ibaratnya: jika sepakbola prosa, futsal adalah puisi. Sebab ia lebih singkat, padat dan lebih melelahkan imajinasi serangan.








