Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Diskusi Naga Api: Wonocolo dalam Tiga Pondasi

Bakti Suryo by Bakti Suryo
07/06/2026
in Peristiwa
Diskusi Naga Api: Wonocolo dalam Tiga Pondasi

Diskusi Naga Api: Membincang Wonocolo

Tim Ekspedisi Naga Api helat diskusi bertajuk Wonocolo dalam Tiga Pondasi. Diskusi ke-3 yang merupakan lanjutan dari Serial Literasi Geopark ini, dilaksanakan di Kedai Opa Gouw Bojonegoro pada (7/6/2026). Wonocolo merupakan bagian penting dari perjalanan panjang ekspedisi menyusuri Tubuh Naga.

Wonocolo adalah kawasan wisata andalan dalam Geopark Bojonegoro. Wonocolo berada di Kecamatan Kedewan yang terkenal dengan ratusan sumur minyak tradisional. Sumur minyak bumi yang telah lama dikelola masyarakat setempat. Bahkan, sejak zaman kolonial Belanda. Sekitar tahun 1860an.

Diskusi sebelumnya banyak membincangkan minyak, minyak dan minyak. Pertama, sumber minyak di situs Dandangilo (Bojonegoro). Kedua, kita sampai membahas geomorfologi di situs Janjang (Blora). Ketiga, membincangkan tiga aspek lingkungan dan kebudayaan di kawasan situs Wonocolo.

“Tiga aspek ini yang akan menjadi landasan daripada untuk membentuk sebuah narasi baru dalam pengembangan situs Geopark yang ada di wilayah Bojonegoro,” ucap Ketua Komunitas Bojonegoro History yang membuka diskusi, M. Andrea.

Setelah diskusi dibuka, sampailah pada materi utama pembahasan. Materi diskusi membahas tiga aspek penting dalam wacana geopark. Tiga aspek tersebut ialah geodiversitas, biodiversitas dan kultural diversitas.

Geodiversitas adalah keragaman unsur-unsur geologi. Geodiversitas menjadi salah satu fondasi utama karena merupakan bukti sejarah, yaitu perkembangan bumi yang dapat dipelajari dan dilestarikan. Salah satunya ialah bentuk lahan dan jenis tanah.

Biodiversitas adalah keragaman makhluk hidup yang menempati suatu kawasan. Baik flora maupun fauna. Juga, termasuk ekosistem yang membentuk habitatnya. Misal kondisi alam yang dapat mendukung tumbuhnya vegetasi khas. Kemudian menjadi habitat bagi berbagai satwa. Geodiversitas menjadi dasar yang memengaruhi keberadaan biodiversitas.

 

Kultural diversitas adalah segala bentuk warisan budaya peradaban manusia. Terbentuk dari interaksi manusia dengan lingkungan alam selama berabad-abad. Masyarakat lokal merupakan bagian penting dari lanskap geopark. Kehidupan dan pengetahuan sering kali terbentuk oleh kondisi geologi dan lingkungan tempat tinggal.

“Tiga aspek utama berupa geodiversitas, biodiversitas, dan kultural diversitas ini menjadi pondasi pengamatan,” ucap peneliti sejarah dan budaya, Ahmad Wahyu.

Wonocolo, kata Ahmad Wahyu, secara toponim sudah menunjukan pengetahuan penting. Sebab, nama kawasan itu terbentuk dari dua kata. Yakni kata Wono yang berarti hutan, dan tjolo yang bermakna obor penerangan. Pada masa lalu, kata dia, kawasan Wonocolo sudah identik minyak bumi untuk obor penerangan.

“Disadari atau tidak, Wonocolo itu literatur kunonya berbunyi Wono Tjolo. Di mana Wono bermakna hutan dan Tjolo berarti obor penerangan” Tegas Ahmad Wahyu. 

Wono Tjolo: Hutan dan Obor Penerangan

Diskusi tidak hanya berlangsung satu arah seolah peserta hanya dicekoki cerita. Diskusi bekerja secara bergantian melempar tanya jawab antar peserta dan pemateri. Terlebih peserta hadir dari berbagai elemen masyarakat. Mulai dari pelajar, mahasiswa, karyawan dan awak media. Khususnya yang mencintai sejarah dan penimba ilmu untuk meredakan dahaga keingin-tahuan. Tim Ekspedisi Naga Api pun menjadi semakin bersemangat.

Antiklin Wonocolo merupakan salah satu fenomena geologi yang menunjukkan kekayaan geodiversitas di wilayah utara Jawa Timur. Struktur geologi di kawasan ini tersusun oleh lapisan pasir dan lempung yang membentuk karakteristik bentang alam khas serta berperan dalam keberadaan sumber daya minyak bumi di bawah permukaan.

“Untuk antiklin Wonocolo, memang di sana terdiri dari struktur pasir dan lempung (tanah liat),” kata salah satu tim riset, M. Lukman Hakim.

Secara geologi, Wonocolo berada dalam kawasan cekungan Jawa Timur Utara yang termasuk ke dalam Zona Rembang. Posisi ini menjadikan wilayah tersebut memiliki sejarah pembentukan geologi yang kompleks dan berbeda dibandingkan daerah lainnya.

“Di sana itu geologinya unik, karena terjadi pengangkatan lempeng bumi yang bertabrakan,” lanjut Lukman.

Proses tektonik akibat tumbukan lempeng menghasilkan pengangkatan lapisan batuan. Itu menyebabkan bentuk struktur antiklin yang menyerupai gundukan besar. Pengangkatan ini mendorong bentuk kawasan Wonocolo menjadi perbukitan. Struktur tersebut berperan membawa minyak bumi lebih dekat ke permukaan tanah.

Kedalaman cadangan minyak bumi kawasan Wonocolo relatif dangkal. Berdasarkan perkiraan, minyak bumi berada pada kedalaman sekitar 100-400 meter di bawah permukaan tanah. Ini jauh lebih dangkal dibandingkan banyak lokasi lainnya. Akibatnya, Wonocolo menjadi kawasan dengan potensi minyak bumi dangkal yang istimewa. Kkondisi ini diduga menjadikan Wonocolo sebagai salah satu lokasi minyak bumi paling dangkal di Indonesia.

Kawasan Wonocolo tidak hanya menyimpan kekayaan geologi. Ia juga menjadi habitat fauna yang mampu beradaptasi. Salah satu dijumpai adalah semut hitam berukuran besar. Semut itu disebut Semut Tukang Kayu (Camponotus pennsylvanicus). Koloninya tersebar di sejumlah titik.

Keberadaan semut ini menunjukkan bahwa aktivitas pertambangan tradisional masih berdampingan dengan kehidupan organisme kecil di sekitarnya. Kondisi tersebut menjadi bagian dari biodiversitas yang memperkaya nilai kawasan Wonocolo.

Menurut seorang narasumber, populasi semut hitam menjadi kelompok yang paling dominan di kawasan tersebut. Dominasi semut hitam ini mengindikasikan kemampuan adaptasi yang baik terhadap karakter lingkungan Wonocolo. Kehadirannya juga berperan dalam menjaga keseimbangan ekosistem melalui aktivitas alami di habitatnya.

“Semutnya di sana itu rata-rata semut hitam gede-gede. Banyak yang lain, tapi semut itu yang mendominasi,” ujarnya.

Kehidupan masyarakat di kawasan sumur tua Wonocolo melahirkan beragam khazanah budaya. Tentu erat kaitannya dengan aktivitas penambangan minyak tradisional. Salah satunya penggunaan istilah “meluntur” oleh masyarakat setempat.

Istilah “meluntur” berkembang menjadi bahasa budaya. Juga, sebagai penanda aktivitas ekonomi warga kala itu. Istilah ini digunakan terutama untuk menggambarkan kegiatan pengambilan minyak dari sumur-sumur tua yang telah berlangsung secara turun-temurun.

Secara umum, “mluntur” merujuk pada kegiatan penambangan dan pengolahan minyak bumi tradisional. Aktivitas ini mencakup proses pengeboran, pengangkatan minyak mentah, hingga penyulingan sederhana untuk menghasilkan bahan bakar. Keberadaan istilah tersebut menunjukkan kuatnya hubungan antara mata pencaharian masyarakat dengan identitas budaya yang berkembang di kawasan Wonocolo.

“Dari sumber daya ini, muncul kebudayaan. Makanya ada khazanah yang namanya Mluntur,” jelas Andrea kala menjelaskan topik kultural diversitas di bagian akhir diskusi.

Ekspedisi Naga Api ini merupakan bagian dari Program Literasi Geopark yang didukung ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) dan SKK Migas. EMCL mendukung upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro untuk pengembangan geopark sebagai kebanggaan dan identitas daerah.

Tags: Ekspedisi Naga ApiSerial Literasi GeoparkWono TjoloWonocolo
Previous Post

Timnas Norwegia dan Perahu Persibo Bojonegoro

BERITA MENARIK LAINNYA

Pemkab Bojonegoro Salurkan Benih Tembakau Unggul, Petani Bidik Panen Lebih Produktif
Peristiwa

Pemkab Bojonegoro Salurkan Benih Tembakau Unggul, Petani Bidik Panen Lebih Produktif

03/06/2026
Ekspedisi Naga Api Menelisik Situs Janjang dan Sejarah Perminyakan Pra-Kolonial
Peristiwa

Ekspedisi Naga Api Menelisik Situs Janjang dan Sejarah Perminyakan Pra-Kolonial

31/05/2026
Bojonegoro History Gelar Diskusi Ekspedisi Naga Api sebagai Upaya Penguatan Literasi Geopark Bojonegoro
Peristiwa

Bojonegoro History Gelar Diskusi Ekspedisi Naga Api sebagai Upaya Penguatan Literasi Geopark Bojonegoro

24/05/2026

Anyar Nabs

Diskusi Naga Api: Wonocolo dalam Tiga Pondasi

Diskusi Naga Api: Wonocolo dalam Tiga Pondasi

07/06/2026
Timnas Norwegia dan Perahu Persibo Bojonegoro

Timnas Norwegia dan Perahu Persibo Bojonegoro

06/06/2026
Siasat Menentang Tanpa Melawan

Siasat Menentang Tanpa Melawan

06/06/2026
Gerak dan Lagu Meriahkan Pelepasan 124 Murid TK Muslimat NU 04 Bangilan

Gerak dan Lagu Meriahkan Pelepasan 124 Murid TK Muslimat NU 04 Bangilan

05/06/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: