Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Filosofi Bawang Merah: Urusan Dapur hingga Tinjauan Eksoteris dan Esoteris

Intan Setyani by Intan Setyani
23/12/2019
in JURNAKULTURA
Filosofi Bawang Merah: Urusan Dapur hingga Tinjauan Eksoteris dan Esoteris

Mereka yang melihat segala sesuatu  berdasar sisi eksoteri (tampak) saja, seperti seseorang yang menguliti struktur bawang merah; dibuka lapisan kulit pertama, masih ada kulit lagi. Lalu dibuka terus hingga tak menemukan apapun, tapi mata terasa pedas dan air mata mengucur deras.

Struktur bawang merah membuktikan bahwa mereka yang mudah kagum pada sesuatu, akan mudah menangis karena kecewa di kemudian hari. Sebab hanya mengandalkan perkara yang tampak, tapi kerap menyepelekan perkara yang tidak tampak.

** **

Sudah direng-reng dalam pikiran, apa yang akan dibeli setelah tiba di pasar. Kenyataannya, berujung sampai rumah ada yang ketinggal tidak kebeli. Nyesel, sebel, nggrundel bukan main. Ketinggalan satu bumbu, tentu goal akhir masakan kurang mantaaapsss.

Kira-kira apa nih, Nabs?  Yang lupa tidak aku beli. Ya, ya, ya, bawang merah, Nabs. Kamu-kamu pasti tahu bawang merah kan. Ketinggalan beli saja, rasanya kezeellll abiss.

Memang bawang merah bisa dikatakan bumbu masakan paling vital setelah cabai.  Ketika tidak ada, semua akan bingung mencari dan membeli.

Menulis bawang merah, membawa ingatan saya membidik masa lalu, saat pertamakali memegang pisau untuk mencincang bawang merah. Baru dapat dua siung rasanya udah blepotan tangis, kadang seringnya ngomel sendiri sebab perihnya nyuwun ampun.

Kupikir relasi manusia dengan manusia saja yang bisa menimbulkan kejahatan dan tangis air mata. Ternyata, bawang merah juga membawa kejahatan, sial sekali. Nyata-nyata menangis-nangiskan banyak perempuan. Sering dan bahkan tak bosan perempuan nangis sebab bawang merah.

Semacam apa ya? Bawang merah itu pelaku pertama yang membuat perempuan menangis sendu-sendu di belakang rumah sambil misek-misek, sebelum akhirnya si perempuan dibuat menangis beneran sama lelakinya. Eh, kalau punya lelaki sih.  Hahaa

Sejomblo-jomblonya perempuan akan menangis pada waktunya, merasakan duka perih pada akhirnya, dan merasakan misek-misek tangis sambil ucek-ucek mata saat keperihan. Belum pernah merasakan?  cobain aja ngirisi brambang ~

Heran sekali. Padahal, kita tahu, bawang merah selalu membangkitkan emosi dan amarah bagi praktisi dapur, utamanya praktisi pemula seperti saya ini. Saat dicincang-cincang, ia membawa luka tangis yang amat… Huft!

Sudah tangis, mendalam pula. Kek apa tuh, udah tahu bikin nangys, masih aja dikejar ibuk-ibuk tiap pagi hari. Tukang sayur maksudnya yang dikejar? Bukan, tapi bawang merahnya. Hehe

Hemm aneh bukan?  Kenapa nggak lebih milih bawang putih aja sih? Yang nyata-nyata baik hati, rendah hati dan tidak jahat (tidak membawa tangis) itu.

Jadi ingat sinetron Bawang Merah Bawang Putih nggak, Nabs. Dalam sinetron itu, bawang merah berperan angkuh, sombong, dan jahat terhadap bawang putih yang rendah hati,  sederhana dan penurut.

Bisa jadi, itu alasan kenapa penggunaan bawang putih dalam masakan tak semenonjol dan cenderung tenggelam dibanding bawang merah. Sebab, bawang putih itu rendah hati dan tidak tamak.

Tapi, itu tadi jawaban asal-asalan aja sih, Nabs hehe. Yang agak beneran tuh gini: menurut chef Bara Raoul Pattiradjawane, prosentase bawang merah dan bawang putih dalam sebuah masakan itu sesungguhnya vice versa. Sama.

Hanya, penggunaan bawang putih memang tak dianjurkan terlalu banyak, karena bawang putih memiliki aroma lebih kuat. Penggunaan bawang putih yang terlalu banyak, memicu aroma bawang putih pada masakan terlalu menyengat. Alhasil, penggunaan bawang merah lebih dominan.

“Untuk semua jenis masakan, perbandingan bawang merah dan bawang putih adalah 2 : 1,” jelas chef Bara seperti dikutip dari Kompas. 

Filosofi Bawang Merah dan Bawang Putih

Mereka yang melihat segala sesuatu  berdasar sisi eksoteri (tampak) saja, seperti seseorang yang menguliti struktur bawang merah; dibuka lapisan kulit pertama, masih ada kulit lagi. Lalu dibuka terus hingga tak menemukan apapun, tapi mata terasa pedas dan air mata mengucur deras.

Jangan heran, mereka yang mudah kagum pada sesuatu (melalui pandangan mata), akan mudah menangis karena kecewa di kemudian hari. Sebab ia hanya mengandalkan perkara yang tampak, dan menyepelekan perkara yang tak tampak.

Sedang mereka yang menengok segala sesuatu melalui pandangan esoteri (tak tampak), ia seperti seseorang yang menguliti struktur bawang putih. Sekali kulit dibuka, ia langsung menemukan esensi hikmah yang bisa dipetik sebagai pembelajaran hidup.

Mereka yang tak mudah kagum pada tampilan visual, lebih kuat mencerna makna hidup. Sebab yang jadi pertimbangan bukan sekadar yang tampak. Tapi sesuatu yang tak tampak pun, benar-benar direnungkan.

Percayalah, mereka yang melihat segala sesuatu hanya bermodal pandangan eksoteri, seperti seseorang yang mengupas bawang merah. Sedang mereka yang melihat dengan pandangan esoteri, seperti mengupas bawang putih.

Tags: Bawang MerahEksoteriEsoterifilosofi
Previous Post

Persibo dan Sejarah Keberhasilan Merger hingga Akuisisi Klub di Liga Indonesia

Next Post

Didi Kempot ke Bojonegoro dan Ruang Ambyar bagi Para Pendukung MU

BERITA MENARIK LAINNYA

‎Sidi Padangan, Mozaik Perjuangan Lintas Zaman
JURNAKULTURA

‎Sidi Padangan, Mozaik Perjuangan Lintas Zaman

08/04/2026
Wayang Tani: Narasi Kesenian dari Rahim Pertanian
JURNAKULTURA

Wayang Tani: Narasi Kesenian dari Rahim Pertanian

31/03/2026
Sejarah Nikah Malam Songo di Bojonegoro
JURNAKULTURA

Sejarah Nikah Malam Songo di Bojonegoro

15/03/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Tangan yang Dipotong, Jiwa yang Diselamatkan: Hikmah Humor dan Pencurian (16)

Tangan yang Dipotong, Jiwa yang Diselamatkan: Hikmah Humor dan Pencurian (16)

20/05/2026
Naik Haji, Pelarian sekaligus Pencarian

Naik Haji, Pelarian sekaligus Pencarian

17/05/2026
Kecil Itu Indah

Kecil Itu Indah

16/05/2026
Anak Macan Wall Street

Anak Macan Wall Street

15/05/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: