Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Pilkades dan Kebingungan antara Memilih Dia atau Menantimu

Fanida Nuruz Zahro' by Fanida Nuruz Zahro'
14/02/2020
in Peristiwa
Pilkades dan Kebingungan antara Memilih Dia atau Menantimu

Memilih kades memang membingungkan. Seperti kebingungan saat harus memilih antara dia atau menantimu. Iya, menantimu berani ngomong sama aku.  

Kabupaten Bojonegoro bakal melaksanakan pilkades serentak pada 19 Februari mendatang. Hirukpikuk suasana pilkades sudah terasa. Perbincangan di tengah masyarakat mulai ramai.

Banyak pendukung fanatik terhadap calonnya, dan mengkritisi calon lain yang dianggap tidak layak. Mereka menganggap calonnya adalah sosok sempurna. Sampai tak sadar kalau kesempurnaan hanya milik Tuhan.

Nabs, siapapun yang sudah memenuhi syarat, wajib memilih calon kepala desa lho ya. Jangan sampai, hanya karena kamu belum bisa memilih pasangan hidup, lantas kamu juga malas memilih kepala desa ~

Milih calon pemimpin itu mirip milih jodoh. Selain amanah, juga harus punya keberanian dan rasa percaya diri. Jangan cuma dia yang beraninya lewat chat aja, tapi pas ketemu nggak berani ngomong, alih-alih menyapa. Huft.

Memilih calon kades memang membingungkan. Seperti kebingungan saat harus memilih dia atau menantimu. Iya, menantimu berani ngomong sama akuuh ~

Maka dari itu, kenali setiap kandidat dari cara mereka bermasyarakat sekaligus kenali visi dan misinya. Siapapun yang akan terpilih nanti, toleransi tetap diprioritaskan dan menjadi pondasi.

Jangan hanya karena beda pilihan membuat hubungan tidak harmonis sesama masyarakat. Kayak seperti: jangan hanya karena nggak diperhatiin berarti cintamu ditolak, nggak. Bisa jadi kamu diperhatiin dengan cara yang lain.

Menentukan pilihan memang sulit. Seperti halnya menentukan pasangan hidup. Tidak sembarang orang bisa layak dipilih. Sebab, yang paling tidak meragukanlah yang layak untuk dipilih.

Meski sulit dan pasti melewati fase galau-galauan terlebih dahulu, yang namanya pilihan ya harus dipilih. Kan nggak mungkin milih dia dan kamu sekaligus. Kan harus milih satu. Biar satu visi dan misi menuju masa depan. Hehe

Teman-teman yang baik, pilkades mengajarkan kita agar tidak baper kalau ternyata realita nggak sesuai dengan ekspektasi. Karena kebanyakan, mereka yang terpilih, biasanya bakal melupakan janji-janji manis selama berpacaran berkampanye.

Maka dari itu, ta’aruf pada calon kepala desa juga penting agar tidak menyesal dalam mengambil sebuah pilihan. Jadi, nggak cuma si dia aja yang harus dita’arufi, tapi juga calon kepala desa. Tentu dengan cara yang berbeda.

Lalu, bagaimana calon yang tidak terpilih? Ya harus menelan pahitnya rasa kecewa sekaligus belajar merela. Kayak pas si dia nggak milih kamu, tapi lebih milih orang lain.

Dalam kompetisi, memang harus ada yang terpilih dan ada yang tidak terpilih. Ibaratnya begini, kamu sudah berusaha mendekati orang yang kamu suka, tapi ternyata orang lain yang mendapatkannya. Terus mau apa?

Sebesar apapun usaha yang dilakukan, kalau ternyata bukan kamu yang diharapkan, memangnya apa yang bisa kita lakukan, selain mengikhlaskan.

Menang ora umuk kalah ora ngamuk. Menurut saya, prinsip itu perlu diimplementasikan kandidat kepala desa. Calon yang menang tidak perlu melakukan selebrasi terlalu berlebihan, sampai menggelar acara pesta-pora dan sebagainya.

Sementara bagi yang kalah, harus tetap berlapang dada menerima kekalahan.Tidak perlu mencari kesalahan orang lain, dan bisa lebih berintrospeksi diri.

Meski beda pilihan, semua harus tetap guyub rukun dan bareng bareng. Jangan sampai pilkades memecah belah kerukunan masyararakat. Pilihan boleh beda, tapi kerukunan antar warga harus tetap dijaga.

Perbedaan pilihan pada calon kepala desa, merupakan bentuk demokrasi yang ada. Warga harus pandai menyikapi perbedaan universal dalam politik untuk tujuan kesejahteraan bersama.

 

 

Fanida Nuruz Zahro’ adalah mahasiswi penyabar yang sabar menuntut ilmu dan sabar menanti cinta sejati. 

Tags: JodohPasangan HidupPilkades Bojonegoro
Previous Post

5 Hal yang Bisa Kamu Lakukan di TP Pagi Surabaya

Next Post

Betapa Besarnya Fungsi Persuasi Media Massa

BERITA MENARIK LAINNYA

Kejhung Lintas Terop di Bojonegoro, Panggung Kontemporer yang Mengajak Publik Memaknai Perempuan dalam Kesenian
Peristiwa

Kejhung Lintas Terop di Bojonegoro, Panggung Kontemporer yang Mengajak Publik Memaknai Perempuan dalam Kesenian

20/06/2026
Jejak Geologi dan Sejarah Undak Bengawan Terungkap dalam Ekspedisi Naga Api Bojonegoro
Peristiwa

Jejak Geologi dan Sejarah Undak Bengawan Terungkap dalam Ekspedisi Naga Api Bojonegoro

17/06/2026
Diskusi Naga Api: Wonocolo dalam Tiga Pondasi
Peristiwa

Diskusi Naga Api: Wonocolo dalam Tiga Pondasi

07/06/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Curaçao dan Indonesia: Bukan soal Bakat, Tapi Sistem

Curaçao dan Indonesia: Bukan soal Bakat, Tapi Sistem

23/06/2026
Desa Prangi, Kampung yang Memuliakan Bengawan

Desa Prangi, Kampung yang Memuliakan Bengawan

22/06/2026
Timnas Sepak Bola: Mazhab, Filosofi, dan Identitas Bangsa

Timnas Sepak Bola: Mazhab, Filosofi, dan Identitas Bangsa

21/06/2026
Kejhung Lintas Terop di Bojonegoro, Panggung Kontemporer yang Mengajak Publik Memaknai Perempuan dalam Kesenian

Kejhung Lintas Terop di Bojonegoro, Panggung Kontemporer yang Mengajak Publik Memaknai Perempuan dalam Kesenian

20/06/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: