Iklim dan kondisi Bojonegoro sangat dipengaruhi Monsun Barat Laut dan Tenggara. Saya mewawancarai istri saya soal iklim, cuaca dan anomalinya.
Tulisan ini merupakan hasil wawancara, tepatnya obrolan singkatku dengan istri, perihal hal yang mengusikku: Mengapa bulan September masih sering mendung dan turun hujan?
Kebetulan, istriku saat ini sedang menyiapkan penelitian terkait iklim, hujan, dan kekeringan untuk disertasinya, meneruskan pelajaran dan penelitiannya saat sarjana serta masternya dulu.
Tulisan ini tentu tidak mendalam dan begitu teoritik, namun cukup bagiku, dan semoga buat kalian semua, untuk memahami tentang iklim dan atribut-atributnya.
Iklim dan Cuaca
Iklim dan cuaca sama-sama merupakan fenomena alam sebagai gejala atmosferik. Beda antara keduanya terletak pada rentang atau durasi waktu.
Iklim adalah gejala rata-rata di atmosfer pada jangka waktu lama dan biasanya dalam ruang lingkup luas. Iklim biasanya menggambarkan deskripsi pola cuaca dalam rentang waktu 30-50 tahun di suatu wilayah.
Sementara iklim berjangka waktu panjang, dari waktu ke waktu, cuaca menggambarkan kondisi atmosfir dalam jangka waktu pendek, menit, jam, hari, pekan, dan bulan. Iklim adalah pola cuaca yang terjadi dalam kurun waktu panjang di suatu wilayah.
Di Indonesia kita mengenal musim penghujan dan kemarau. Saat musim penghujan setiap hari cuaca hujan dan basah. Sebaliknya saat musim kemarau cuaca kering dan panas.
Faktor yang Mempengaruhi Iklim
Faktor utama iklim adalah perbedaan penyinaran matahari pada permukaan bumi. Sinar matahari yang sampai ke permukaan bumi akan berada pada dua kondisi: sampai di laut atau di darat. Darat lebih mudah menerima panas tapi mudah melepaskan panas.
Sebaliknya, laut lebih sulit untuk menerima panas, tetapi menyimpan energi panas yang besar. Oleh karena itu laut mampu menjadi penentu iklim pada suatu wilayah. Semakin jauh dari laut, suhu semakin tinggi dan hujan makin sedikit.
Faktor lain adalah letak geografis suatu wilayah. Berdasarkan perbedaan lintang suatu wilayah, maka terjadilah pergerakan udara (angin) antara darat dan laut. Angin dengan energi besar mampu membawa uap air dalam jumlah sangat besar dari lautan.
Contohnya, musim penghujan di Indonesia terjadi ketika Angin Barat (Monsun Barat Laut) yang membawa uap air dari Benua Asia dan Samudra Hindia yg dekat dengan India.
Perubahan Iklim
Perubahan iklim terjadi karena dua gerak yang simultan: siklus alami iklim bumi naik dan turun, tetapi perubahan iklim yang terjadi saat ini dipercepat oleh aktivitas manusia.
Unsur utama dalam membagi tipe iklim adalah hujan dan suhu. Oleh karena itu, tipe iklim tertentu akan mendapatkan hujan dengan jumlah tertentu secara umum dan waktu tertentu secara umum.
Iklim merekam pola cuaca dalam kurun waktu panjang. Sebagai contoh, jika sejak zaman 30-50 tahun lalu tidak turun hujan pada bulan September kemudian sekarang kok hujan deras bahkan sering, maka itulah yang disebut dengan tidak normal atau terjadi perubahan iklim.
Akan tetapi kalau hujan jarang dan tidak deras, menurut BMKG, hal itu masih dikatakan wajar terjadi bahkan pada saat kemarau sekalipun. Kuncinya adalah hari tidak hujan berturut-turut. Jika hari ini hujan, kemudian hari berikutnya tidak hujan, selang 15 hari lagi baru hujan, hal ini masih disebut kemarau.
Mengenal Kekeringan
Unsur utama dalam membagi tipe iklim adalah hujan dan suhu. Oleh karena itu, tipe iklim tertentu akan mendapatkan hujan secara umum dengan jumlah dan pada waktu tertentu. Apabila ada kondisi tidak biasa (misal hujan di bawah dari biasanya), maka bisa dikatakan sebagai pertanda paling awal dari kekeringan.
Oleh karena itu, wilayah Arab Saudi dengan hujan maksimum sebesar 40 mm tidak bisa dikatakan kekeringan karena sudah normal segitu. Tapi, kalau di Jawa Timur hujan 40 mm terjadi di bulan Desember atau Januari itu bisa dikategorikan sebagai kekeringan meteorologis.
Kekeringan adalah hal normal dan wajar dalam kehidupan alam. Menjadi tidak wajar dan dapat berubah menjadi bencana jika hujan rendah dalam waktu yang lama tidak sesuai dengan biasanya, sehingga mengakibatkan dampak negatif.
Kekeringan yang menyangkut ketersediaan air tanah juga berhubungan dengan penggunaan air secara berlebihan dan tidak pada tempatnya. Contoh: sebenarnya airtanah yang dibor itu tidak diperuntukkan bagi pertanian.
Mengapa? Karena air di dalam sana adalah warisan panjang. Mengisinya sangat lama. Penggunaan sumur bor sebenarnya dianjurkan jika sumur dangkal tidak dapat lagi dilakukan.
Ada hal lain yang penting dicatat, kita tidak banyak menampung air saat musim penghujan datang kemudian air itu hanya lepas ke sungai bahkan menjadi banjir. Orang zaman dulu menampung menggunakan sumur. Bisa juga dengan embung, penampung air hujan, dan lain-lain.
Kondisi Bojonegoro
Iklim Bojonegoro sangat dipengaruhi oleh Monsun Barat Laut dan Tenggara. Akan tetapi, secara lokal, karena jauh dari pantai serta tidak dekat dengan pegunungan, maka kelembaban udara rendah. Sehingga sehari-hari terasa hawa panas dan sumuk. Di sisi lain curah hujan tidak terlalu banyak.








