Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Mengenal Burjo Sebagai Tempat Makan yang Tak Biasa

Rizal Djati Dwisepta by Rizal Djati Dwisepta
06/04/2021
in Cecurhatan
Mengenal Burjo Sebagai Tempat Makan yang Tak Biasa

Meski identik masyarakat urban dengan gocek pas-pasan, Burjo merupakan warung budaya. Warung yang membudaya.

Kuliner Indonesia memiliki banyak aneka ragam cita rasa yang berbeda berdasar tradisi atau budaya lokal masyarakat setempat. Dimulai dari ciri khas makanannya hingga tempat yang menyajikannya.

Wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta terkenal dengan kuliner bercita rasa manis dan asin. Salah satu tempat favorit dan dikenal kalangan Mahasiswa adalah Burjo.

Burjo memiliki kepanjangan dari bubur kacang ijo. Akan tetapi di Burjo sendiri bukan hanya bubur kacang ijo saja, namun justru menyajikan makanan berupa aneka macam Indomie instan, nasi telor, nasi rames, nasi goreng, magelangan, gorengan, dan berbagai macam minuman dari yang hangat hingga dingin tersedia secara lengkap.

Harga yang ditawarkan pun tergolong murah meriah dan cocok dengan budget kalangan Mahasiswa dan Pekerja pas–pasan di saat tanggal tua menjelang akhir bulan.

Dimulai menu andalan pertama dengan aneka macam Indomie instan yang harganya berkisar 6 ribu hingga 9 ribu rupiah tergantung isian topping yang disajikannya. Topping tambahannya biasanya mayoritas berupa telor dan sosis.

Kedua, terdapat Nasi Rames dan Nasi Telor dengan harga berikisar 7 – 10 ribu rupiah yang merupakan menu favorit juga setelah Indomie Instan.

Ketiga, selain Nasi Rames dan Nasi Telor terdapat menu Nasi Goreng serta Magelangan yang biasanya merupakan perpaduan antara Nasi Goreng dicampur dengan Indomie Goreng instan dengan rasa Rendang.

Nasi Goreng dan Magelangan juga menu favorit ketiga yang harganya berkisar 9 –13 ribu rupiah. Lalu yang terakhir yang tidak ketinggalan adalah aneka macam gorengan dengan harga seribu rupiah dan berbagai macam minumannya.

Burjo sendiri memiliki interior dan ekterior tempat yang khas hanyalah berupa warung ataupun toko seperti Warteg, akan tetapi yang menjadi ciri khas dari Burjo ialah warna cat yang mayoritas berwarna hijau dan ditambah dengan ilustrasi gambar Indomie Instan pada bagian interior dalam serta banner yang dipasang pada bagian luar ruangan berwarna hijau dan terdapat ilustrasi gambar Indomie juga.

Namun, banyak masyarakat yang bertanya kenapa Burjo menyediakan berbagai macam Indomie instan yang utama dan berbagai menu nasi tetapi tidak menyediakan bubur kacang ijo saja?

Menurut salah satu pedagang Burjo di Yogyakarta mengatakan, Burjo pernah menyediakan menu bubur kacang ijo pada awalnya, namun seiring berjalannya waktu dengan mengikuti kebutuhan tempat makanan yang murah dan menjangkau bagi semua kalangan kemudian menambah menu berupa Indomie instan karena harganya murah serta pembuatannya tergolong mudah.

Kemudian dengan hadirnya Indomie instan, pedagang Burjo pun menambah menu lagi berupa aneka macam gorengan dan nasi berupa nasi telor, nasi goreng, nasi rames, dan magelangan.

Dengan ditambahnya menu utama yaitu Indomie Instan dan aneka macam nasi, minat masyarakat untuk membeli mengalami peningkatan dari pada menjual bubur kacang ijo saja.

Oleh karena itu, dengan penambahan menu yang menarik perhatian masyarakat dengan harga murah sampai sekarang ini penamaan Burjo masih melekat di semua kalangan masyarakat pada umumnya khususnya bagi Mahasiswa dan Pekerja berpenghasilan pas–pasan.

Ditambah dengan inovasi interior dan eksterior yang bertemakan hijau dengan ilustrasi gambar Indomie instan mengalihkan para konsumen bahwa Burjo identik dengan warung ijo atau Warmindo (Warung Indomie) di wilayah Yogyakarta serta Jawa Tengah khususnya yang dekat dengan lingkungan kampus, seperti di Semarang, Solo, dan Purwokerto.

Tags: BurjoGirasWarkopWarung
Previous Post

Jurnalektika: Dari Pesawat Tanpa Awak hingga slogan Harta, Tahta, dan Hima

Next Post

5 Buku tentang Cinta yang Cocok Buat Si Dia

BERITA MENARIK LAINNYA

Percakapan di Tengah Hujan dengan Ivan Illich
Cecurhatan

Percakapan di Tengah Hujan dengan Ivan Illich

24/05/2026
Ketika AI Pandai Bicara, Remaja Harus Lebih Pandai Berpikir
Cecurhatan

Ketika AI Pandai Bicara, Remaja Harus Lebih Pandai Berpikir

23/05/2026
Saat Bumi Terluka, Tubuh Ikut Merasakannya
Cecurhatan

Saat Bumi Terluka, Tubuh Ikut Merasakannya

23/05/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Bojonegoro History Menggelar Diskusi Ekspedisi Naga Api sebagai Upaya Penguatan Literasi Geopark Bojonegoro

Bojonegoro History Menggelar Diskusi Ekspedisi Naga Api sebagai Upaya Penguatan Literasi Geopark Bojonegoro

24/05/2026
Percakapan di Tengah Hujan dengan Ivan Illich

Percakapan di Tengah Hujan dengan Ivan Illich

24/05/2026
Ketika AI Pandai Bicara, Remaja Harus Lebih Pandai Berpikir

Ketika AI Pandai Bicara, Remaja Harus Lebih Pandai Berpikir

23/05/2026
Saat Bumi Terluka, Tubuh Ikut Merasakannya

Saat Bumi Terluka, Tubuh Ikut Merasakannya

23/05/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: