Manusia punya 4 sifat bawaan yang identik dan berkecenderungan. Di bulan puasa ini, dimanakah sifat dominan kita?
Manusia memang memiliki 4 sifat yang dominan dan identik. Mau dikoceki pakai pisau pandang psikologi, sosiologi, antropologi atau biologi pun bisa. Sebab, 4 sifat itu melekat sebagai fitrah bawaan manusia.
KH. Imam Syaerozi rohimahullah, pernah menjelaskan 4 kecenderungan sikap yang sangat identik tersebut. Kecenderungan sifat manusia yang bisa muncul begitu saja, saat merespon dialektika sosial.
4 kecenderungan sifat manusia itu, antara lain adalah:
1. Sifat Anjing (suka marah-marah).
Sifat jenis ini, entah bawaan secara biologis atau gema respon secara psikologis, membuat manusia jenis ini suka sekali marah. Nyentak-nyentak. Dan, suka menggonggong.
Saat dalam kondisi benar, misalnya, ia akan memarahi orang yang salah. Saat dalam kondisi salah, akan memarahi kebenaran orang lain. Bahkan, dalam kondisi tidak ngapa-ngapain pun, bawaannya harus marah. Dia tidak marah ketika sedang duduk di WC.
Ini terjadi karena marah, baginya adalah aset utama yang menyimbolkan eksistensi. Tanpa arah, dia tidak akan eksis. Karena itu, untuk eksis dan bisa terlihat, dia harus marah.
2. Sifat Babi (tak bisa mengendalikan nafsu dan suka melawan)
Setiap manusia tentu memiliki nafsu. Entah nafsu dasar hewani atau nafsu dasar manusiawi (berinovasi). Tanpa nafsu, tak ada kebudayaan dan peradaban berbasis penemuan-penemuan.
Tapi manusia jenis babi ini agak berbeda. Dia punya keinginan ngotot. Keinginan berorientasi nafsu, dan ngotot sekali. Ia bisa lupa bahwa ia manusia, ketika sedang pengen melakukan apa yang memuaskan tubuhnya.
Selain tak mudah menahan dan mengelola desir keinginan syahwati, manusia jenis ini juga malas menaati peraturan. Baginya, peraturan hanya instrumen untuk mempersulit keinginannya tercapai.
3. Sifat Setan (pembuat kacau, pengadu domba dan pencipta masalah). Setan memang tak hanya berwujud jin. Tapi banyak juga yang wujud dan eksistensinya adalah manusia. Jenis ini, kecenderungannya mudah dititeni.
Dia pembuat kacau. Apapun, pokoknya harus dikacau. Dengan mengacau atau meakukan kekacauan, dia bisa menemukan sekaligus merasakan kepuasan yang luar biasa.
Jenis manusia ini juga suka banget adu domba yang tujuan utamanya membuat masalah. Tampaknya, manusia jenis ini mengonsumsi masalah untuk bertahan hidup.
Dia amat hobi adu domba. Sebab, dia punya prinsip, ketika tak bisa membuat kekacauan sendiri, kekacauan bisa didelegasikan orang lain. Bisa diwakilkan ke orang lain. Lewat tangan orang lain, tentu saja.
4. Sifat Malaikat (patuh dan tak suka melawan Tuhan)
Malaikat memang tak punya nafsu. Tak seperti setan yang penuh nafsu. Ia selalu manut pada perintah Tuhan dan tak pernah melawan. Nah, manusia juga ada yang berbakat jadi malaikat. Manusia jenis ini bijaksana. Dan menjadi lawan dari kecenderungan 3 sifat sebelumnya.
Meski kita jauh dari sifat malaikat atau sifat yang ke-4, pada bulan puasa ini, kita semua dilatih untuk memperkuat sifat nomor 4 tersebut. Sebab kelak, saat bangun dari kubur, wajah kita akan berubah sesuai sifat yang dominan.








