Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Tradisi Menulis para Ulama Salafusholih

Branda Lokamaya by Branda Lokamaya
26/04/2021
in JURNAKULTURA
Tradisi Menulis para Ulama Salafusholih

Selain memiliki pemikiran yang jernih dan keikhlasan yang amat tebal, para ulama salaf identik dengan ketelatenan menulis.

Menulis, bagi para ulama zaman dulu adalah ritual sakral yang tak hanya butuh keberanian, tapi juga keikhlasan dan pengorbanan.

Tentu tak seperti kita saat ini yang tiap kali nulis komentar di medsos selalu dengan gagah berani tanpa tedeng aling-aling.

Menulis, bagi para ulama zaman dulu adalah proses menghargai waktu.

Salah satu ulama yang sangat menghargai waktunya untuk menulis adalah Ishom al-Balkhi. Beliau ulama Madzhab Hanafi, sekaligus ahli hadis dari Kota Balkh.

Kisah yang masyhur dari beliau, sebagaimana dirangkum Abdul Fattah Abu Guddah dalam kitabnya Qiymatuzzaman Inda Ulama —-yang dikutip dari Manaqib Imam Abu Hanifah —– adalah ketika beliau membeli bolpoin seharga satu dinar hanya untuk menulis apa yang terlintas seketika di dalam pikirannya, dan yang terjadi di hadapannya.

Uang satu Dinar zaman dulu, tentu bukan jumlah yang sedikit. Tapi bisa dipakai berangkat haji PP berkali-kali. Atau beli ratusan ekor sapi untuk dibagi-bagikan tetangga desa.

Yang hebat dari Ishom Al-Bakhi, baginya umur itu pendek, sedangkan ilmu begitu luas. Karena itu, orang yang sedang menuntut ilmu tak boleh membuang-buang waktu dan harus memanfaatkan waktu yang ada, salah satunya dengan menulis.

Ini penting karena ilmu tak hanya didapat dari bangku sekolah saja. Tapi dari realitas kehidupan yang sedang dijalani. Dan yang paling penting adalah mencatat segala sesuatu yang bermanfaat; baik yang berasal dari guru maupun lainnya.

Selain Ishom Al-Bakhi, ulama lain yang rela membeli mahal bolpoin hanya untuk menulis adalah Muhammad bin Salam al-Bikandi, beliau adalah guru dari Imam al-Bukhari — sosok yang namanya tak asing di telinga kita itu.

Suatu ketika, Muhammad bin Salam al-Bikandi sedang mengikuti majlis ilmu imla’ — sebuah metode pelajaran menulis bahasa Arab. Ketika gurunya sedang menjelaskan dan mendikte para murid, termasuk dirinya, tiba-tiba bolpoin Muhammad bin Salam al-Bikandi rusak.

Tanpa ba-bi-bu, beliau langsung memerintahkan juniornya untuk membeli bolpoin satu dinar, lalu beliau melanjutkan belajarnya. Ya, uang yang jumlahnya cukup besar itu rela “dibuang” untuk perkara yang bagi kita saat ini sangat receh sekali, tapi sesungguhnya tidak receh sama sekali.

Bagi sebagian orang saat ini, ketika menghadiri majelis ilmu dan lupa membawa peralatan untuk menulis atau alat tulis itu rusak, biasanya malas mencari ganti dan memilih melamun daripada berupaya menulis lagi.

Imam Adz-Dzahabi dalam Siyar A’lam al Nubala’ menceritakan bahwa Imam Bukhari setiap kali akan menulis satu hadits, beliau mandi dan melakukan shalat sunnah dua rakaat.

Dalam sejarah Islam, bukan hanya Bukhari yang mengamalkan ini. Imam An-Nawawi, sebelum menulis karya monumental Majmu’ Syarh al-Muhaddzab, beliau melakukan shalat istikharah terlebih dahulu.

Demikian juga Ibnu Hazm Al-Andalusiy, shalat istikharah terlebih dahulu sebelum menulis kitabnya yang berjudul al-Muhalla bi al-Âtsâr. Bahkan Imam Adz-Dzahabi, tak pernah lupa shalat istikharah terlebih dahulu sebelum menulis kitab-kitabnya.

Perilaku-perilaku para ulama inilah yang semestinya menjadi motivasi kita untuk senantiasa berkarya demi kepentingan umat dengan hati-hati, ikhlas dan disertai rasa takut kepada Allah SWT

Ilmu jika hanya dihafal saja tentu akan hilang karena keterbatasan otak manusia. Karena itu, untuk mengikat ilmu agar tidak cepat hilang, salah satunya dengan menulis.

Sebagaimana sebuah syai’r yang pernah diungkapkan oleh Imam Syafi’i: ilmu adalah buruan dan tulisan adalah ikatannya, ikatlah buruanmu dengan tali yang kuat.

Salah satu tali pengikat yang kuat untuk ilmu supaya tidak cepat lupa dan hilang adalah dengan menulisnya. Selain tidak hilang, juga akan bermanfaat untuk banyak orang, suatu saat nanti.

Salah satu kenikmatan dari sang pencipta yang ada dalam kehidupan manusia adalah diberi kesehatan dan bisa memanfaatkan waktu.

Pada masa dahulu, zaman belum canggih seperti saat ini, dimana teknologi berkembang begitu cepat, semuanya bisa dilakukan dengan cepat, termasuk menulis.

Para ulama terdahulu ketika ingin menulis harus bersusah payah menyiapkan tinta, kertas dan bolpoint tutul. Namun saat ini, menulis bukan hanya di buku dengan menggunakan tinta, tapi bisa pakai laptop, bisa pakai handphone, dll.

Dengan kecanggihan teknologi tersebut, sudahkah kita memanfaatkan waktu yang ada untuk hal-hal bermanfaat bagi sesama?

Tags: Kisah HikmahUlama Menulis
Previous Post

Dukuh Pagung dan Cerita Mistis saat Ramadhan

Next Post

4 Sifat Manusia dan Bagaimana Wujudnya di Bulan Puasa

BERITA MENARIK LAINNYA

Menghayati Siklus Abadi Sungai Bengawan: Kemarau Tak Bisa Cebok, Penghujan Tak Bisa Jongkok
Cecurhatan

Menghayati Siklus Abadi Sungai Bengawan: Kemarau Tak Bisa Cebok, Penghujan Tak Bisa Jongkok

13/10/2026
Alkemis Kebudayaan
JURNAKULTURA

Alkemis Kebudayaan

05/10/2026
Kapak Purba Berusia 4.000 Tahun Ditemukan di Bojonegoro
JURNAKULTURA

Kapak Purba Berusia 4.000 Tahun Ditemukan di Bojonegoro

29/09/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Membongkar Akar Trauma Franz Kafka dan Pembangkangan Max Brod demi Warisan Sastra bagi Peradaban

Membongkar Akar Trauma Franz Kafka dan Pembangkangan Max Brod demi Warisan Sastra bagi Peradaban

06/11/2026
Sadap: Mengambil dengan Melukai

Sadap: Mengambil dengan Melukai

05/11/2026
Membaca Madinah: Bagaimana Arab Saudi Mengembangkan Kota Nabi (2)

Membaca Madinah: Bagaimana Arab Saudi Mengembangkan Kota Nabi (2)

04/11/2026
Diakui UNESCO: Geopark Bojonegoro Mendunia, Bumi Harus Dijaga

Diakui UNESCO: Geopark Bojonegoro Mendunia, Bumi Harus Dijaga

03/11/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: