Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Lagu Ambyar Kontemporer: dari Penyintas Patah Hati hingga Perkembangan Literasi

Branda Lokamaya by Branda Lokamaya
16/12/2021
in Cecurhatan, Headline
Lagu Ambyar Kontemporer: dari Penyintas Patah Hati hingga Perkembangan Literasi

Para pemerhati perasaan sedang rapat geden

Lagu Ambyar yang sedang viral tak hanya menghibur para penyintas patah hati. Tapi juga punya pengaruh besar pada perkembangan literasi.

Lagu Ambyar memang sedang digandrungi banyak kalangan. Terutama anak-anak muda. Selain memang enak didengar, lagu Ambyar juga kerap mewakili perasaan si pendengar.

Hampir di tiap warung kopi atau ruang tongkrongan, lagu Ambyar kerap hadir sebagai pemecah kesunyian. Tak jarang bikin baper para pendengarnya.

Penyintas patah hati akan merasa ditemani dan dihibur melalui lagu-lagu Ambyar. Bahkan, ada yang belum jatuh cinta tapi sudah patah hati duluan, hanya karena mendengarnya.

Salah seorang penyintas patah hati, Joko Kuncoro mengatakan, lagu Ambyar punya kemiripan dengan anggota DPRD di ranah legislatif. Sebab, suka sekali mewakili.

“Lagu Ambyar itu kayak anggota DPR, hobinya mewakili. Terutama mewakili perasaan saya.” Kata Joko sambil mengusap air mata.

Hanya, menurut Joko, jika anggota DPR hobi mewakili secara seremoni, lagu Ambyar mewakili perasaan secara esensi. Hal itu yang membuat Joko sering ingat parlemen saat mendengar lagu Ambyar.

“Kalau dengar lagu Ambyar saya malah sering ingat sidang parlemen, lha wong suka mewakili Je”. Imbuhnya.

Penyintas patah hati lainnya, Andrea Ghifari menegaskan, lagu-lagu Ambyar bagi dia tak sekadar pemecah sunyi dan penghibur di kala sendiri, tapi juga ruang untuk belajar banyak hal. Di antaranya adalah belajar ber-empati.

“Jadi saya itu kalau dengar lagu Ambyar rasanya kayak… oh, ternyata banyak ya orang yang senasib seperti saya.” Ungkap dia.

Lebih jauh Andrea menceritakan, lagu-lagu Ambyar memang lagu yang merepresentasikan banyak orang. Tak heran jika banyak yang merasa cocok. Sebab, kesedihan adalah komoditas utama bagi lelaki sepertinya.

“Istilahnya memperkuat-hati-para-penyintas-patah-hati.” Tutur dia.

Hal berbeda justru dirasakan Qomarudin alias Qomar alias Rudi. Menurut Rudi, lagu-lagu Ambyar memang menyedihkan. Tapi tetap bisa membuka potensi ekonomi.

Rudi memang jarang patah hati. Dia terakhir patah hati hampir 25 tahun lalu. Jadi, saat mendengar lagu Ambyar tak terlalu sedih karena unsur jomblonya sudah pada maqom hakekat, sehingga tak mudah bucyyn.

“Kalau dengar lagu Ambyar saya justru langsung ingat potensi ekonomi. Harus bisa dibikin konten”. Ucapnya.

Rudi memang sempat dijuluki sebagai “Lelaki Pengemas Kesedihan”. Sebab, hampir tiap dengar lagu Ambyar, bisa langsung dikemas jadi konten.

Nabs, di balik viralnya lagu Ambyar, ternyata ada hal lain yang sangat layak dan penting untuk dibahas. Yakni, dampak positif bagi dunia literasi Indonesia.

Lagu-lagu Ambyar menyumbang banyak perbendaharaan kata di dunia literasi. Buktinya, banyak masyarakat luar Jawa yang semula tak banyak tahu istilah Jawa, kini mulai mengenalnya.

Nah, dampak viralnya lagu ambyar bagi dunia literasi itulah yang pekan depan bakal dibahas secara serius oleh para penyintas patah hati dan para pemerhati perasaan.

Agenda tersebut dikemas dalam sebuah acara bertajuk Lagu Ambyar: Puitis, Melankolis, dan Kesadaran Ilahiyah. Dihelat di Sematta Cafe, Pacul, Bojonegoro pada Sabtu, 25 Desember 2021.

Tags: Lagu AmbyarPenyintas Patah HatiSematta Cafe
Previous Post

Elegi dan Romansa Dalam Balutan Desember

Next Post

7 Jurus Mahir Menulis ala Jurnaba, Nomor 3 Bikin Merenung

BERITA MENARIK LAINNYA

Diaspora Iran sebagai Komunitas Paling Berpendidikan di Amerika Serikat (1)
Cecurhatan

Diaspora Iran sebagai Komunitas Paling Berpendidikan di Amerika Serikat (1)

18/04/2026
Kemarau yang Datang Lebih Awal
Cecurhatan

Kemarau yang Datang Lebih Awal

16/04/2026
Perut yang Menjadi Peta Kemiskinan
Cecurhatan

Perut yang Menjadi Peta Kemiskinan

14/04/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Diaspora Iran sebagai Komunitas Paling Berpendidikan di Amerika Serikat (1)

Diaspora Iran sebagai Komunitas Paling Berpendidikan di Amerika Serikat (1)

18/04/2026
‎Outing Class, Membangun Tradisi Belajar yang Kontekstual

‎Outing Class, Membangun Tradisi Belajar yang Kontekstual

17/04/2026
Kemarau yang Datang Lebih Awal

Kemarau yang Datang Lebih Awal

16/04/2026
‎Komisi B DPRD Bojonegoro Ungkap Hambatan Pendirian KDKMP di Sejumlah Desa

‎Komisi B DPRD Bojonegoro Ungkap Hambatan Pendirian KDKMP di Sejumlah Desa

15/04/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: