Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

10.080 Menit

Dina Dahliana by Dina Dahliana
12/02/2022
in Cecurhatan, Fiksi Akhir Pekan
10.080 Menit

Kini, kembali ia menyusun harapan-harapan kecil dalam tidur siangnya.

Tia-tiba langkah itu terhenti. Langkah yang digerakkan terus maju meski ada sedikit pesimistis dan bersabar melangkah. Akan tetapi, tiba-tiba gerak langkah itu mengalami kemunduran. Tidak lagi berada di koridornya.

Sadar, sadar akan realita kehidupan. Bak ujung utara dan selatan. Sulit untuk bertemu dan disatukan. Dan jika bisa, timbangannya akan berat sebelah. Dan panjang perjalanannya pun akan berbeda.

Misalkan perjalanan itu ada tiga titik, maka 2 titik perjalanan yang akan ia tempuh. Tidaklah balance jadinya. Sulit memang untuk menyeimbangkan. Tidak apa-apa. Tidak semua kemunduran akan mengalami kemerosotan.

Dengan keyakinan hati, “Bismillah, aku mundur. Karena perjalananku sangatlah panjang.” rintihnya.

Sangat jauh dan lama perjalanan ini ia lalui. Semakin dikejar semakin ia menjauh. Sehingga ia bertindak untuk tidak mengejar lagi. Akan tetapi, ia mundur karena ini teramat resah untuk ada di bait-bait skenarionya.

“Benar, benar bukan dunianya untuk aku singgahi !” yakinnya pada diri sendiri.
Perlahan terabaikan, buih-buih rasa mulai dihapuskan. Mulai menikmati dan membenahi progres citanya.

10.080 menit ia berada dalam kenyamanan. Waktu yang begitu lama ia abaikan. Sayap-sayap kerinduan yang selalu menerbangkan kepadanya. 10.080 menit hilanglah itu semua. Semenitpun tidak berharga untuknya.

Sedih, memang sedih. Sebab, harapan-harapan yang telah disusunnya kemarin seketika hilang dan memudar. Memudar tersebab diusahakan untuk dipudarkan. Karena ada titik pemisah yang tak akan mampu untuk dicampakkan.

Akan tetapi, tidakkah kamu pernah berpikir ? sudah berapa lama kesedihan yang ia produksikan?

Entahlah, ia tidak salah. Hanya saja penantian yang mengharuskan keikhlasan. Penantian yang membutuhkan kesabaran. Dan penantian yang perlu dilukiskan.
Innallaha Ma’ashobirin.

Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bersabar. Dengan bermodalkan Q.S. Albaqarah ayat 153 ini menjadi benteng untuk pertahanan agar selalu berada dalam kesabaran. Baik kesabaran akan penantian, ujian, ataupun cobaan.

Tentunya kesabaran dalam kemunduran dan penghapusan harapan-harapan yang telah tersusun. Karena Allah tidak pernah sia-sia dalam memberikan sebuah kejadian.

10.080 menit telah mampu menghapuskan coretan-coretan keabadiannya. Waktu yang sangat bermakna baginya. Namun, juga menjadi waktu yang terpilu dalam penghapusan harapan tersebut karena waktu tersebut telah mampu menghapuskan poin-poin permanen diharapannya.

Kini, kembali ia menyusun harapan-harapan kecil dalam tidur siangnya. Tersentak ia bangun, “Aduh, aku telah bermimpi. Aku telah memiliki arah yang berbeda.” Ucapnya.

MasyaAllah, benar sekali. Allah telah membukakan harapan baru untuknya. Menuliskan dan menyusun harapan-harapan baru dalam prolog kehidupannya. Pergilah, kini waktumu telah usai. Dan kembalilah karena luka yang tersisa. Dan bertahanlah karena rasa yang ada. Sebab, ada kisah yang belum usai.

Tags: Fiksi Akhir Pekan
Previous Post

Komunikasih ala Filsuf dan Bagaimana Mereka Memaknai Perasaan Cinta

Next Post

Alasan Betapa Lingkungan Belajar itu Sangat Penting

BERITA MENARIK LAINNYA

Jejak Intelijen Indonesia dan Tokoh di Baliknya
Cecurhatan

Jejak Intelijen Indonesia dan Tokoh di Baliknya

29/05/2026
Sebuah Saung di Pinggir Sawah Seleksi Tanaman, Klaten. Sore Hari
Cecurhatan

Sebuah Saung di Pinggir Sawah Seleksi Tanaman, Klaten. Sore Hari

28/05/2026
Aku dan Mimpiku yang Belum Selesai
Cecurhatan

Aku dan Mimpiku yang Belum Selesai

27/05/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Ekspedisi Naga Api Menelisik Situs Janjang dan Sejarah Perminyakan Pra-Kolonial

Ekspedisi Naga Api Menelisik Situs Janjang dan Sejarah Perminyakan Pra-Kolonial

01/06/2026
Sang Pengasuh dalam Bayang-Bayang Sejarah: Kisah Sarinah dan Jejaknya dalam Hidup Soekarno

Sang Pengasuh dalam Bayang-Bayang Sejarah: Kisah Sarinah dan Jejaknya dalam Hidup Soekarno

31/05/2026
Jejak Intelijen Indonesia dan Tokoh di Baliknya

Jejak Intelijen Indonesia dan Tokoh di Baliknya

29/05/2026
Sebuah Saung di Pinggir Sawah Seleksi Tanaman, Klaten. Sore Hari

Sebuah Saung di Pinggir Sawah Seleksi Tanaman, Klaten. Sore Hari

28/05/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: