Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Guratjaga, Ulama Rusia, dan Islam Indonesia

Yogi Abdul Gofur by Yogi Abdul Gofur
18/03/2022
in Cecurhatan
Guratjaga, Ulama Rusia, dan Islam Indonesia

Ulama di sekitar Rusia dan Islam Indonesia, adakah hubungannya? Di Guratjaga, kami mendiskusikannya.

Pekan lalu (10/03/22) kawan-kawan di Guratjaga ngangsu kaweruh bersama ihwal cendekiawan muslim. Bukan hanya di Indonesia, melainkan juga di lingkup global (dunia). Pekan lalu, saya hanya menulis sedikit, namun tetap mengupayakan untuk menulis ihwal apapun itu, yang penting tidak terlalu mbleset dengan tema yang ditentutkan.

Ingat betul, waktu itu sedang hujan, di tengah dinginnya hujan plus hangatnya kopi, saya usahakan untuk menulis cum berfikir ihwal tulisan, “wes lah…sitik ae..seng penting nulis sek, sopo weruh ada input dari kawan-kawan ihwal tulisan”. Oke, setelah beberapa menit khusyu’ dengan layar gawai, tulisan jadi, ihwal Gus Dur dalam Perjuangan Keadilan Agraria. Sedikit sekali tulisan itu, dan perlu saya perkaya lagi. Dan setelah disimak oleh kawan-kawan, alhamdulillah dapat masukan.

Ketika telah usai yasinan dan sema’an karya pada pekan lalu, diskusi mengalir seperti biasanya. Angin yang entah datangnya dari mana, merangsak masuk melalui celah gerbang Y-09. Apabila di Yogyakarta ada Colombo 21, di kabupaten yang konon sebagai lumbung pangan dan energi, dimana lagi kalau bukan di Bojonegoro ada “Y-09”.

Angin dari negeri Beruang Merah masuk, namun angin kali ini bukan membawa hawa panas yang sedang melanda dunia, tragedi gelut kontemporer antara pasukan Rusia dan Ukraina. Melainkan sebuah angin yang terkandung sejarah di dalamnya.

Tentu bukan masa lalu apalagi mitos, melainkan sebuah khazanah keilmuan ulama-ulama di dunia, lebih tepatnya di sekitar negeri Beruang Merah ‘Rusia’ yakni Uzbekhistan.

Nah, inilah momen yang tidak akan pernah terlupakan. Dimana di Y-09, atau kawan-kawan sering menyebut “Maktabah”, mencoba berfikir tentang angin yang tadi, angin yang terkandung sejarah di dalamnya, sejarah yang bukan hanya sekadar sejarah, apalagi hanya peristiwa masa lalu, tentu saja bukan.

Ini sejarah yang historia magistra vitae. Bukan hanya sekadar cerita “jare koncoku….”, “dek biyen nok kene tau enek….”, bukan sejarah itu. Melainkan sejarah yang ada bukti nyata, atau dalam kata lain “nyel…enek buktine”. Baik sumber primer, sekunder, maupun tersier.

Yaitu sejarah yang memukau tentang khazanah keilmuan ulama-ulama di sekitar Rusia, salah satu di antaranya Imam Bukhori. Bahasan tersebut berasal dari tulisan Mas Rizki.

Sebelum pertemuan pada pekan kemarin berakhir, the young smilling general ‘Wirama’ alias Widodo yang identik dengan “Babat” dan “Bulakbanteng” sempat diam ketika ditanyai ihwal bahasan pekan depan, wqwqwq. Namun dengan musyawarah santai, ketemulah bahasan untuk pekan selanjutnya yaitu ihwal ulama-ulama di Rusia dan sekitarnya.

Pekan yang dinanti tiba. Saya bingung, mau menulis tentang apa? Yang bersarang di dalam pikiran adalah peristiwa 65, karena banyak peristiwa pada tahun 1965 yang ahistoris atau la tahririah dan di Indonesia nampaknya masih defisit ihwal sejarah 65. Saya belum bisa mengurai benang, dengan dasar peristiwa 65 dengan bahasan pekan ini.

Saya berpikir lagi, ketika bahas mengenai Rusia dan sekitarnya, yang ada dalam pikiran lebih ke sepak bola dan hiburan, exampli gratia: Andre Arshavin, Shaktar Donesk, Dynamo Kiev, Locomotif Moscow, dan Marsha and the Bear. Selain itu, juga Leo Tolstoy, penulis Crime and Punishment ‘Fydor Dostoyevsky’, Vladimir Lenin, Putin, Union Soviet Socialist Republic (USSR), dan KGB.

Dan juga memorabilia putih abu-abu, ketika ngangsu kaweruh mengenai ilmu kalam, ada beragam aliran dalam agama Islam, salah satu di antaranya aliran yang tumbuh dan berkembang di daerah Rusia dan sekitarnya yakni aliran Maturidiyah. Aliran tersebut terbagi menjadi dua, Maturidiyah Samarkand dan Bukhara.

Sedikit demi sedikit ide untuk membuat tulisan pekan ini terangkai. Dari obrolan dan tulisan Mas Rizki, saya menangkap beberapa hal, antara lain: kemajuan literasi di benua biru tidak bisa lepas dari peranan cendekiawan muslim salah satunya Imam Bukhari dan cendekiawan dari benua biru juga memberikan pengaruh terhadap dinamika sosial dan budaya ‘keagamaan’ di Indonesia.

Islam Indonesia atau ada yang menyebut Islam Nusantara, geneaologi atau sanad keilmuan juga berasal dari ulama yang berada di Rusia dan sekitarnya. Salah satu di antaranya Syekh Ibrahim Asmaraqandi yang makamnya ada di Tuban, ulama dari Samarkand.

Sang kreator Alfiyah yang melegenda ‘Ibnu Malik’, juga dari Andalusia. Daerah Andalusia, Samarkand, dan Bukhara, itu bukan nama-nama daerah di negeri yang berada dalam cengkraman oligarki ‘Indonesia’, bukan juga Babat ngidul, atau sekitar Bulakbanteng yang biasa diucapkan Wirama, wqwqwq.

Daerah Andalusia merupakan negeri el-matador ‘Spanyol’ negerinya David Villa, Casillas, Sergio Ramos, Fernando Tores, dan kawan-kawan. Sedangkan Samarkand dan Bukhara, merupakan bagian dari Negara Uzbekhistan yang berada di sekitar negara yang lagi viral dengan salam “Uuurrrraaaa” dimana lagi kalau bukan di Rusia.

Betapa kerennya cendekiawan muslim wabilkhusus ulama nusantara. Tentu ulama yang bukan hanya sekadar ulama, bukan ulama mic dan megaphone atau salam tempel ‘amplop’ lovers , melainkan ulama yang saleh secara ritual cum sosial. Selain sembahyang, mengkaji al-qur’an dan kitab, juga berdiskusi, menulis, dan melakukan syi’ar amar ma’ruf nahi munkar.

Hal tersebut telah diejawantahkan oleh founding parents Nahdlatul Ulama (NU) seperti K.H. Hasyim Asyari, K.H. Wahab Chasbullah, Kiai Kholil Bangkalan, dan lain sebagainya. Di kalangan pelajar NU, ada Prof. Tolchah Mansoer, Mahbub Djunaidi, dan kawan-kawan.

Ihwal geneaologi Islam Indonesia atau Islam Nusantara, mungkin Rian Adi Kurniawan jika berkenan bisa menuliskannya di kanal yang senantiasa mengabarkan degup kebahagiaan, dimana lagi kalau bukan di Jurnaba, wqwqwq.

Tags: Madrasah GuratjagaMaktabah Guratjaga
Previous Post

Meramaikan Lomba Video Pendek yang Dihelat Pelajar NU Trucuk 

Next Post

Menarasikan Artikel dengan Sederhana dan Bahagia

BERITA MENARIK LAINNYA

Ajian Panyirepan dan Peran Hidup: Hikmah Humor dan Pencurian (14)
Cecurhatan

Ajian Panyirepan dan Peran Hidup: Hikmah Humor dan Pencurian (14)

25/04/2026
Di Antara Piring dan Kekuasaan
Cecurhatan

Di Antara Piring dan Kekuasaan

24/04/2026
Perkuat Legalitas, 8 SSB di Bojonegoro Resmi Berbadan Hukum
Cecurhatan

Perkuat Legalitas, 8 SSB di Bojonegoro Resmi Berbadan Hukum

23/04/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Konser Musik Lintas Generasi bersama Ari Lasso dan Nostalgia dengan Bojonegoro

Konser Musik Lintas Generasi bersama Ari Lasso dan Nostalgia dengan Bojonegoro

26/04/2026
Ajian Panyirepan dan Peran Hidup: Hikmah Humor dan Pencurian (14)

Ajian Panyirepan dan Peran Hidup: Hikmah Humor dan Pencurian (14)

25/04/2026
Di Antara Piring dan Kekuasaan

Di Antara Piring dan Kekuasaan

24/04/2026
Perkuat Legalitas, 8 SSB di Bojonegoro Resmi Berbadan Hukum

Perkuat Legalitas, 8 SSB di Bojonegoro Resmi Berbadan Hukum

23/04/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: