Ada beragam makna tentang puasa. Berikut satu di antaranya.
Alhamdullilah, kita dipertemukan kembali dengan bulan suci Ramadhan pada tahun ini, Nabs. Sejak dulu, masyarakat kita menyambutnya dengan begbagai acara. Seperti megengan di desa-desa.
Yang pada setiap sore waktu megengan biasanya ibu kita bilang tidak usah masak untuk hari ini, karena nanti ada banyak berkat (makanan) yang datang, wqwq.
Ya, begitulah dulu sampai sekarang, megengan masih menjadi tradisi masyarakat kita akan ekspresi kegembiraan dalam menyambut datangnya bulan ramadhan.
Dari ramadhan dan megengan secara otomatis juga akan terkait dan terikat dengan apa yang namanya puasa.
Tentu kita ketahui bersama puasa adalah ibadah yang dilakukan para muslim di seantero dunia.
Ibadah puasa sendiri, dikutip dari beberapa sumber adalah termasuk jenis ibadah tertua di dunia.
Puasa sendiri menjadi salah satu metode penyembuhan penyakit, maka tidak heran orang yang habis operasi biasanya di suruh tarak (menghindari makanan yang tidak di anjurkan dokter).
Itu artinya seseorang disuruh puasa untuk tidak makan makanan tertentu dan berpuasa untuknya. Agar suatu penyakit dalam tubuhnya tidak bertambah parah sebab memakan makanan tertentu yang bisa memperburuk keadaannya.
Dalam syair atau pujian kakek nenek kita yang biasanya kita dengar di langgar-langgar (musala), yang berbunyi Tombo ati iku limo perkarane (obat hati itu lima perkaranya), kaping pisan moco al-qur’an sak makna ne (yang pertama membaca al-quran berseta maknanya), kaping pindo sholat wengi lakonono (yang kedua sholat malam dirikanlah), kaping telu wong kang sholeh kumpulono (yang ketiga orang sholeh dekati lah), kaping papat kudu weteng engkang luwe (yang ke empat harus dengan perut yang lapar/puasa), dan kaping limo dzikir wengi engkang suwe (yang ke lima dzikir malam yang lama).
Nabs, jadi kakek nenek kita sudah dari dulu memberitahu bahwa puasa bisa jadi adalah salah satu obat dari penyakit yang kita derita.
Puasa itu sendiri sebenarnya adalah hakikat hidup manusia, kita ini tidak akan bisa hidup dengan normal kalau tidak melakukan apa yang disebut puasa salah satunya.
Kita boleh punya banyak baju dalam lemari kita, namun kita hanya bisa memilih salah satu dari baju yang ada di lemari, itu artinya kita menahan diri untuk tidak memakai semua baju tersebut dalam waktu bersamaan.
Kita harus bisa menahan diri memilih satu baju untuk kita pakai hari ini, kemudian besok, dan seterusnya.
Artinya, secara tidak langsung unsur-unsur yang ada dalam puasa itu kita lakukan setiap hari, seperti menahan diri untuk tidak mengambil sesuatu yang berlebihan dan membahayakan diri, seperti bisa memposisikan diri kapan harus bertidak dan kapan harus menahan diri untuk tidak semena-mena bertindak.
Seperti kita bisa cukup makan dengan tempe dan sambal, maka saat itu juga jangan membayangkan soto ayam yang ada di hadapan kita.
Dengan unsur puasa tentang menahan diri saja, kita seharusnya bisa dengan tidak rakus dalam bepenampilan, berperilaku, dan mengambil keputusan.








