Pengabdian masyarakat, bagi mahasiswa UTM Madura, adalah kegiatan produktif. Contohnya, sosialisasi pemasaran jamur tiram yang dilakukan di Desa Drenges.
Pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk memajukan SDM yang berada di desa-desa. Yang menjadi tujuan pengabdian, antara lain seperti di Desa Drenges Kecamatan Sugihwaras Kabupaten Bojonegoro.
Program ini dilakukan selama 2 bulan pada hari jumat, sabtu, minggu dikarenakan kuliah masih aktif pada hari senin sampai jumat.
Pada pengabdian masyarakat ini mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura banyak mengadakan program kerja, salah satu program kerja yang jadi sorotan yaitu sosialisasi budidaya dan pemasaran jamur tiram. Yang telah terlaksana pada Sabtu 21 Mei 2022 di Balaidesa Drenges, yang melibatkan sekitar 50 peserta dan merupakan warga desa drenges dari beberapa RT.
Kegiatan yang bertema Sosialisasi Pembudidayaan dan Pemasaran Jamur Tiram ini diselenggarakan oleh kelompok Pengabdian Masyarakat UTM yang berada di Desa Drenges.
Bersama dosen pembimbing lapangan Galuh Widyanto Qomaro, M.H dan penanggung jawab Samuel Andrian Budi Prasetyo dan Dilla Ayu Aprilia. Sekaligus dibantu teman-teman lain yang tidak dapat kami sebutkan satu-persatu.
Memang sangat disayangkan, ketika sebuah Desa sudah memiliki potensi budidaya Jamur Tiram, bahkan sudah memiliki kelompok budidaya Jamur Tiram tetapi masyrakat desanya yang tidak tergabung pada kelompok budidaya Jamur Tiram minim minat dan pengetahuan tentang Budidaya dan Pemasan Jamur Tiram. Maka, dalam rangka pengembangan SDM Desa, kami mengadakan Sosialisasi Budidaya dan Pemasan Jamur Tiram ini.
Pada sosisalisasi kali ini, Kami mengundang nasarumber langsung dari yang berkeahlian dibidang Jamur Tiram. Yaitu, Mas Budi selaku kepala di kelompok budidaya Jamur Tiram di Desa Drenges, kelompok budidaya jamur tiram ini sendiri dibentuk oleh Pemilik Wahana Kampung Drenges (WKD) yang tentunya tidak asing lagi bagi masyarakat Bojonegoro.
“Untuk budidaya jamur tiram sendiri disini hanya ada satu tempat yaitu di WKD, Warga sini lebih suka bertani”, ucap salah satu perangkat desa yang kami datangi dirumah beliau.
Kagiatan ini kami selenggarakan karena kurangnya minat dan pengetahuan masyarakat Drenges terhadap budidaya jamur tiram yang di Desa Drenges. Sudah ada kelompok Budidaya Jamur Tiram. kami bertujuan mengajak masyarakat Desa Drenges lebih progresif terhadap budidaya Jamur Tiram.
“Dulu kami sempat mengadakan sosialisasi semacam ini di WKD. tapi ya itu kendalanya, masyarakat disini kurang minat terhadap budidaya jamur tiram, untuk pemula kami juga menjual baglog jamur tiram yang bisa langsung digunakan.” ucap Budi narasumber pada sosialisasi ini.
Jadi dengan diadakannya sosialisasi ini, diharapkan masyarakat Desa Drenges berminat dalam budidaya jamur tiram, dan mengetahui cara pemasaran jamur tiram hingga terjual keseluruh Indonesia.








