Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Camping di Negeri Atas Angin Bojonegoro, Wisata Alternatif Akhir Tahun

Radinal Ramadhana by Radinal Ramadhana
27/12/2018
in Cecurhatan
Camping di Negeri Atas Angin Bojonegoro, Wisata Alternatif Akhir Tahun

Sudah pernah berwisata ke Negeri Atas Angin, Nabs? Pasti sudah dong. Tapi, sudahkah kamu merasakan camping di sana? Pasti banyak yang belum kan? Padahal, nge-camp di atas angin memberi banyak pengalaman menarik lho.

Negeri Atas Angin merupakan wisata alam yang ada di Bojonegoro. Lokasinya berada area perbukitan, kecamatan Sekar. Destinasi ini menjadi salah satu pilihan wisata alam yang banyak diminati oleh warga di dalam maupun luar kota Bojonegoro.

Jika kamu ke Negeri Atas Angin hanya siang atau sore hari, kamu tidak akan mendapat suguhan keindahan alam secara maksimal. Itu ada alasannya lho. Hehe

Kenapa orang-orang ke Bromo harus menunggu subuh untuk ke atas? Kenapa orang ke gunung harus berangkat muncak ketika mulai menjelang pagi? Jawabannya karena ingin menyaksikan sunrise. Ya, sunrise. Matahari yang sedang cantik-cantiknya.

Negeri Atas Angin juga menyimpan keindahan sunrise di pagi hari lho, Nabs.

Dari beberapa kali pengalaman camping di Negeri Atas Angin, saya punya beberapa tips agar Nabsky sekalian tahu wujud keindahan yang terkandung di dalamnya.

Sebelumnya kamu harus izin ke penjaga loket masuk lokasi. Kalau kemarin, pas saya kesana, memang harus ada izin khusus dari Kepala Desa. Saat itu saya diarahkan ke rumah Kades Deling, Didik Prioman.

Dan memang mereka menyambut dengan senang hati. Malahan kita disuruh mengabadikan momen sunrise pagi hari di atas. Didik ingin Negeri Atas Angin lebih dikenal masyarakat luas melalui foto-foto yang disebar di sosial media.

“Kami ingin tempat ini dikenal masyarakat luas. Tentu dikenal karena keindahannya,” kata Didik.

Dia dan warga setempat hanya berpesan, jangan melakukan tindakan asusila di atas. Hmm.. perhatikan itu, Nabs. Buat kamu-kamu pecinta asusila ditahan dulu ya. Pokoknya tenang aja deh, Nabs sambutan hangat akan membuat kalian merasa nyaman di sini.

“Asal jaga perilaku yang baik, mau camping tidak apa-apa,” imbuh Didik.

Oke, siapkan peralatan untuk camping. Yang wajib adalah tenda, matras dan sleeping bag. Kenapa harus pakai sleeping bag? Emangnya dingin di sana? Jangan salah, Nabs. Jika sudah naik jam 1 malam, cuaca di atas akan berubah menjadi dingin.

Memang tidak sedingin gunung-gunung yang memang sampai bikin hipotermia. Ini hanya untuk persiapan biar tidak catuk’en atau kedinginan ketika pas lagi tidur. Hehe

Terus kamu harus bawa garam, Nabs. Kok garam? Emang buat masak? Ya emang buat masak tapi ini lain, Nabs. Garam dapat mencegah adanya hewan melata agar tidak bisa masuk ke tenda kita.

Hewan lain yang kadang mengganggu adalah semut. Pengalaman waktu saya kesana memang banyak semut yang mengganggu.

Semut di sekitar sana memang sangat mengganggu. Apalagi lagi pas enak-enaknya kita menikmati alam terus tiba-tiba kaki kita dikerubungi semut. Kan jadi nggak nyaman. Jadi antisipasi saja pakai garam. Ingat jangan pakai minyak tanah ya Nabs. Nanti itu akan merusak ekosistem mereka.

Garam hanya bersifat mencegah tidak membunuh. Membunuh itu dosa walaupun kita tidak tahu bentuk dosa itu seperti apa.

Suasana camping di Negeri Atas Angin.

Kemudian jangan lupa bawa logistik. Ya makanan minuman. Istilahnya adalah supermarket pindah ke gunung. Bawa bekal makanan untuk dinikmati di atas.

Karena tracknya pendek, kalian bisa bawa banyak barang termasuk peralatan masak. Kalau perlu mbak-mbaknya Indomaret bawa sekalian.

Kenapa harus masak dan makan?

Disitulah kenikmatan yang sesungguhnya menikmati malam pas camping. Ngobrol bersama teman-teman. Melihat lampu-lampu dari atas bukit sambil makan Indomie, sosis bakar, barbeque-an, jagung bakar, pokoknya semua yang bisa dibawa angkut saja. Hehe

Eits tapi jangan lupa sampahnya dibawa Nabs. Jangan meninggalkan jejak apapun, selain foto. Jangan pula meninggalkan jejak masa lalu, apalagi foto mantan. Hmm

Terus terus yang terakhir adalah menikmati sunrise dipagi hari. Sedikit gambaran tentang sunrise di sana ya Nabs. Kabut-kabut menerobos diantara perbukitan. Kabutnya seperti kepulan asap yang dihasilkan oleh 10 ribu orang yang main vappor.

Itu tadi sekelumit pengalaman saya camping di Negeri Atas Angin. Hangatnya sinar sunrise berpadu suara burung yang keluar sarang, sungguh momentum yang benar-benar berkesan.

Tags: Atas AnginNegeri Atas AnginWisata Alam Bojonegoro
Previous Post

Liburan Bersama Film Asal Kau Bahagia

Next Post

Hayley Williams dan Pesan Keseimbangan Hidup dalam Lirik Lagu Paramore

BERITA MENARIK LAINNYA

Kemarau yang Datang Lebih Awal
Cecurhatan

Kemarau yang Datang Lebih Awal

16/04/2026
Perut yang Menjadi Peta Kemiskinan
Cecurhatan

Perut yang Menjadi Peta Kemiskinan

14/04/2026
Di Antara Embargo dan Martabat
Cecurhatan

Di Antara Embargo dan Martabat

07/04/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Kemarau yang Datang Lebih Awal

Kemarau yang Datang Lebih Awal

16/04/2026
‎Komisi B DPRD Bojonegoro Ungkap Hambatan Pendirian KDKMP di Sejumlah Desa

‎Komisi B DPRD Bojonegoro Ungkap Hambatan Pendirian KDKMP di Sejumlah Desa

15/04/2026
Perut yang Menjadi Peta Kemiskinan

Perut yang Menjadi Peta Kemiskinan

14/04/2026
‎Wabup Bojonegoro Beri Perhatian pada Daffa, Si Bocah Jenius yang Bisa Rakit Robot

‎Wabup Bojonegoro Beri Perhatian pada Daffa, Si Bocah Jenius yang Bisa Rakit Robot

13/04/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: