Bojonegoro Bumi Angling Dharma merupakan daerah yang sangat subur serta memiliki kekayaan alam dan budaya yang melimpah.
Ngomongin kekayaan alam Bojonegoro tidak diragukan lagi kalau disebut kota minyak karena diperkirakan 25 persen cadangan pasti minyak Indonesia saat ini berada di wilayah Kabupaten Bojonegoro.
Aneka macam budaya tidak diragukan lagi contohnya seperti batik, tarian, wayang, bahasa, dan lain sebagainya.
Budaya di Bojonegoro salah satunya adalah wayang thengul. Wayang Thengul adalah ikon seni pertunjukan Kabupaten Bojonegoro.
Asal mula dinamakan wayang thengul karena mengandung arti kata thengul berasal dari kata methentheng dan methungul yang artinya berasal dari awal mula terbuat dari kayu berbentuk tiga dimensi maka sang Dalang harus methentheng (tenaga ekstra) mengangkat dengan serius agar methungul (muncul dan terlihat penonton).
Wayang Thengul Bojonegoro cenderung menceritakan lakon kisah Kerajaan Majapahit dan Wayang Menak Kerajaan Kediri, serta cerita para Wali pada masa Kerajaan Demak.
Selain ada wayang thengul, daerah ini Bojonegoro terkenal dengan salah satunya yaitu wayang yang dibuat dari kayu jati atau yang terkenal dengan sebutan wayang krucil.
Cerita yang dipakai dalam Wayang Krucil mengambil dari zaman Panji Kudalaleyan di Pajajaran hingga zaman Prabu Brawijaya di Majapahit.
Namun, tidak menutup kemungkinan wayang krucil memakai cerita Wayang Purwa dan Wayang Menak, bahkan dari cerita Babad tanah Jawa.
Thengul selain diperagakan sebagai wayang juga menjadi tarian. Tarian thengul sendiri diciptakan selain untuk seni juga berfungsi sebagai wujud apresiasi dan upaya untuk mengangkat kembali kesenian wayang thengul yang hamper tenggelam seiring dengan perkembangan jaman.
Tarian thengul memiliki gerakan yang kaku dan patah-patah seperti menirukan gerakan wayang. penari thengul memulai tarian dengan berjalan seperti ala pinokio. Jogetan tari thengul diiringi lagu.Bagian lirik yang paling disukai “Jogete durung bubar ayo diteruske”.
Tentunya diiringi musik yang menghentak-hentak, para penari semakin bersemangat.Tari ini menjadi lebih viral sejak diadakan rekor muri tari thengul.
Rekor muri berhasil memecahkan rekor mendapatkan penghargaan
Bojonegoro tercatat dalam rekor dunia Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai pemrakarsa dan penyelenggara pagelaran Tari Thengul dengan peserta terbanyak.
Tarian ini juga pernah dipentaskan pada upacara kemerdekaan 17 Agustus di istana negara loh nabs. Keren banget kan!
Tari thengul dipertunjukkan dengan riasan yang lucu seperti boneka dengan ekspresi yang beraneka ragam.
Hal ini layaknya wayang Thengul dengan gerakan yang kaku dan ekspresi yang terlihat lucu sehingga memunculkan kesan humor. Bikin candu deh penonton pingin ikutan joget pastinya.
Baju tari thengul menggunakan seperti kemben dan hiasan kepala menggunakan cundhuk serta tambahan gunungan.
Gunungan ini akan disematkan di bagian depan cunduk mentul sebagai tiara.
Tentunya sebagai masyarakat Bojonegoro kita setidaknya harus tahu terkait kebudayaan daerah sendiri. Supaya jiwa cinta terhadap tanah air tumbuh sehingga mau berperan dalam melestarikan budaya daerah.








