Pamor Taman Seribu Lampu Cepu seolah tak mau pudar. Taman dibangun sejak awal 2000 itu, terus ikuti gerak zaman. Berada di tengah kota, Taman Seribu Lampu seperti hidup selama 24 jam.
Diapit dua jalan utama, Jalan Ronggolawe dan Jalan RSU, Taman Seribu lampu cepu tidak pernah berhenti dari aktivitas warga.
Lokasinya berada tepat di pusat Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Wisata alternatif ini, dilengkapi sejumlah fasilitas dan ornamen.
Ornamen lampu warna warni menyala saat malam hari, menambah keindahan taman. Menjadi daya tarik pengguna jalan. Untuk sekadar berhenti dan mengambil foto.
Pohon rindang, di bawahnya terdapat tempat duduk. Terbuat dari besi dan semen. Bisa untuk tiduran atau sekedar duduk santai.
Ke arah barat lagi, terdapat bundaran air mancur simpang tujuh. Lalu Pompa angguk yang biasa digunakan untuk menambang minyak tradisional sebagai sarana edukasi.
Lebih dari itu, sajian aneka kuliner bisa dinikmati. Dijajakan oleh Pedagang Kaki Lima (PKL) sepanjang taman bagian barat.
Ditambah wahana bermain bagi anak, di ujung barat taman seribu lampu. Ini bisa ditemui saat sore hingga malam hari.
Pantauan di lapangan, para pengunjung mulai beraktivitas sejak pagi, bahkan sampai pagi lagi. Kadang juga ada yang sambil berolahraga. Namun umumnya pengunjung mulai ramai berdatangan saat sore hari. Khususnya rombongan luar kota menggunakan mobil atau motor.
Para pengunjung ada yang datang sekadar bersantai dan bercengkerama atau berswafoto. Sebagian lain ada yang menikmati jajanan dari PKL. Aktivitas di Taman Seribu Lampu Cepu seperti tak pernah berhenti.








