Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Ahmad Rofi’ Usmani, Penulis Nasional yang Pernah Diasuh Atmosfer Cepu dan Padangan

A Wahyu Rizkiawan by A Wahyu Rizkiawan
29/04/2024
in Figur
Ahmad Rofi’ Usmani, Penulis Nasional yang Pernah Diasuh Atmosfer Cepu dan Padangan

Namanya kerap terbaca di rak-rak toko buku nasional sebagai penulis produktif. Di rentang usianya, puluhan hingga ratusan karya tulis pernah dia torehkan. Dialah Ahmad Rofi’ Usmani. Penulis nasional yang lahir dan tumbuh dalam asuhan atmosfer intelektual Cepu dan Padangan.

Abah Rofi’, begitu ia biasa dipanggil, kini menetap di Bandung Jawa Barat. Di sesela waktunya dalam membina sebuah yayasan pendidikan, ia masih selalu menyempatkan diri untuk menulis. Abah Rofi’ memang tinggal dan berkiprah di Bandung. Namun, Cepu dan Padangan jadi tempat tak terlupakan baginya.

Ahmad Rofi’ Usmani lahir di Cepu, Jawa Tengah pada 1953. Alumnus dan mantan pengurus Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta (1973-1974) ini menyelesaikan program S-1 Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta, pada 1977. Selepas itu, pada 1978, dia diterima di Fakultas Syariah Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir.

Enam tahun di Mesir, mantan Ketua Lembaga Penelitian Ilmiah Persatuan Pelajar Indonesia di Mesir (1981-1983) ini juga menghadiri program pascasarjana di bidang srah dan kebudayaan Islam di Fakultas Dar Al-‘Ulum, Universitas Kairo, Mesir. Selama itu pula, ia juga mendalami Bahasa Perancis di Lembaga Kebudayaan Perancis di Kairo. Setiba kembali di Indonesia, pada 1984 M, berkiprah di bidang media massa, antara lain menjadi Pemimpin Pelaksana majalah Panggilan Adzan dan Redaktur Ahli majalah Kiblat (1988-1992).

Menulis adalah Menjelajahi Ruang dan Waktu

Ia juga pernah mengunjungi sejumlah negara, antara lain Arab Saudi, Mesir, Pakistan, Brunei Darussalam, Thailand, Singapura, Malaysia, Jerman, Uni Emirat Arab, Austria, Perancis, Luksemburg, Korea, Turki, Tiongkok, Hong Kong, Macau, Australia, Belanda, Belgia, Jordania, Palestina, Qatar, Spanyol, Jepang, dan Taiwan ini juga seorang pembimbing ibadah haji dan umrah sejak 1979.

Di luar kegiatan-kegiatan tersebut, Ketua Dewan Pembina Yayasan Nun Bina Muda Indonesia, sebuah yayasan yang
bergerak di bidang pendidikan ini, juga senantiasa meluangkan sebagian waktunya untuk menerjemah, menyunting, dan menyusun buku.

Abah Rofi’ seorang poliglot yang menguasai bahasa Jawa, Indonesia, Arab, Inggris, dan Prancis dengan mahir. Karya tulisnya yang sudah terbit cukup banyak. Saking banyaknya, bahkan bisa dikelompokan menjadi sejumlah kategori. Di antaranya; karya sendiri, karya suntingan, dan karya terjemahan. Di antara karya-karya Abah Rofi’ adalah sebagai berikut:

Filsafat dan Puisi Iqbal (1985), Filsafat Kebudayaan Islam (1986), Sufi dari Zaman ke Zaman (1987), Filsafat Sejarah Menurut Ibn Khaldun (1987), Al-Ghazali: Sang Sufi Sang Filosof (1987), Nasruddin Hoja: Riwayat Hidup, Anekdot, dan Filsafatnya (1993), Sejarah Kebudayaan Islam (1997), Tokoh-Tokoh Muslim yang Mengukir Zaman (1998), Kajian Kontemporer Alquran (1998), Pesona Islam (1998).

Di antara buku karya Abah Rofi’ Usmani

Kado Indah untuk Muslimah (2010), Mutiara Riyâdushshâlihîn (2009), Muhammad, sang Kekasih (2009), Risalah Cinta: Kitab Klasik Legendaris tentang Seni Mencinta (2009), Masjid di Pelbagai Belahan Bumi Tuhan (2008), Pesan Indah dari Makkah dan Madinah (2008), Wangi Akhlak Nabi (2007), Nama-Nama Islami nan Indah untuk Anak Anda (2007), Rumah Cinta Rasulullah (2007), Mutiara Akhlak Rasulullah Saw (2006); Teladan Indah Rasulullah dalam Ibadah (2005); Muhammad: Nabi Barat dan Timur (2004); Ihyâ’ ‘Ulûm Al-Dîn, 16 jilid (2004); Anak Golda Meir pun Memeluk Islam (2004); Dua Wajah Luciana (2004), Membedah Pemikiran Islam (2000).

Di antara buku karya Abah Rofi’ Usmani

Menuju Puncak Keberhasilan (2024), Memburu Rig Siluman (2021), Eureka, Bagaimana Karya-Karya Besar Lahir
(2019), 100 Great Stories of Muhammad (2017), Kisah-Kisah Romantis Rasulullah (2017), Islamic Golden Stories 2, Tanggung
Jawab Pemimpin Muslim (2016), Jejak-Jejak Islam, (2016), Islamic Golden Stories 1: Para Pemimpin yang Menjaga Amanah
(2016), Pesona Akhlak Nabi (2016), Jejak-Jejak Islam, edisi e-book (2015), Pesona Ibadah Nabi (2015), Kisah para Pencari
Nikmatnya Shalat (2015), Ensiklopedia Tokoh Muslim (2015), Makkah-Madinah (2011), Dari Istana Topkapi Hingga Eksotisme Masjid Al-Azhar (2011).

Pengaruh Cepu dan Padangan

Meski mengenyam pendidikan di berbagai daerah, Abah Rofi’ mengaku kemampuan dan semangatnya menulis sangat dipengaruhi atmosfer Cepu dan Padangan. Abah Rofi’ merupakan cucu dari ulama pakar Qiraat Sab’ah bernama KH Usman Cepu. Ia juga cucu buyut dari ulama pakar gramatika Arab dan penulis Kitab Tashrifan bernama KH Hasyim Padangan.

Dalam dunia literasi, Abah Rofi’ sangat terinspirasi kakek dan kakek buyutnya. Masa kecilnya tumbuh dalam suasana dan atmosfer literatur. Cepu dan Padangan, baginya, adalah kawah para pembelajar. Cepu dan Padangan jadi Kota Literasi pertama yang ia kenal, sebelum mengenal Timur Tengah dan Eropa.

Abah Rofi’ menganggap Cepu dan Padangan sebagai poros intelektual. Sebuah wilayah yang membentuk tradisi literatur di dalam dirinya. Bahkan ketika kini ia hidup di Bandung, ia tetap mengenang Cepu dan Padangan sebagai tempat penempaan bagi nalar kritis dan daya cipta penulisan buku-buku yang pernah ia tulis.

Di usianya yang sudah kepala 7, semangat menulisnya masih membara melebihi para penulis muda. Sampai hari ini, tiap hari ia bahkan masih menulis dan menoreh daya cipta pemikiran. Di antara catatan-catatan pendeknya, nanti akan dimuat Jurnaba.co sebagai rubrik esai khusus.

 

Tags: Ahmad Rofi' UsmaniMakin Tahu IndonesiaPenulis Nasional
Previous Post

MWC NU Padangan Bertekad Lanjutkan Perjuangan Para Pendahulu

Next Post

Taman Seribu Lampu Masih Idaman Warga Cepu

BERITA MENARIK LAINNYA

Sang Pengasuh dalam Bayang-Bayang Sejarah: Kisah Sarinah dan Jejaknya dalam Hidup Soekarno
Figur

Sang Pengasuh dalam Bayang-Bayang Sejarah: Kisah Sarinah dan Jejaknya dalam Hidup Soekarno

31/05/2026
Obituari Jurgen Habermas: Jejak Demokrasi di Desa-desa Indonesia
Figur

Obituari Jurgen Habermas: Jejak Demokrasi di Desa-desa Indonesia

26/03/2026
Fazlur Rahman Khan, Sosok di Balik Lahirnya Terminal Haji Jeddah
Figur

Fazlur Rahman Khan, Sosok di Balik Lahirnya Terminal Haji Jeddah

20/03/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Ekspedisi Naga Api Menelisik Situs Janjang dan Sejarah Perminyakan Pra-Kolonial

Ekspedisi Naga Api Menelisik Situs Janjang dan Sejarah Perminyakan Pra-Kolonial

01/06/2026
Sang Pengasuh dalam Bayang-Bayang Sejarah: Kisah Sarinah dan Jejaknya dalam Hidup Soekarno

Sang Pengasuh dalam Bayang-Bayang Sejarah: Kisah Sarinah dan Jejaknya dalam Hidup Soekarno

31/05/2026
Jejak Intelijen Indonesia dan Tokoh di Baliknya

Jejak Intelijen Indonesia dan Tokoh di Baliknya

29/05/2026
Sebuah Saung di Pinggir Sawah Seleksi Tanaman, Klaten. Sore Hari

Sebuah Saung di Pinggir Sawah Seleksi Tanaman, Klaten. Sore Hari

28/05/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: