Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Lembah Ratunegoro, Simpul Brahmana Njipangan

A Wahyu Rizkiawan by A Wahyu Rizkiawan
29/07/2024
in Cecurhatan
Lembah Ratunegoro, Simpul Brahmana Njipangan

Perahu Baja Simbol Wangsa Bengawan

Sejak zaman Kadewan hingga Islam; Jipang merupakan Lembah Ratunegoro. Kawah energi pewaris semangat Airlangga, Wisnuwardhana, dan Hayam Wuruk. Serta pembawa spirit toleransi Mbah Jimatdil Kubro, Mbah Ngudung, dan Mbah Mbonang.

Berabad-abad silam, para Brahmana pernah menyatukan Blora (selatan), Bojonegoro, dan Tuban (selatan) sebagai serumpun masyarakat Njipangan. Rumpun masyarakat penjaga Pegunungan Kendeng dan Sungai Bengawan. Tlatah Njipangan bahkan dikenal sebagai Bumi Brahmana, tanah yang dihormati Para Raja.

Kewilayahan Tlatah Jipang, dulu meliputi separuh Blora, sisi selatan Tuban, dan seluruh Bojonegoro. Tiga wilayah tersebut, disimpul bukit Pegunungan Kendeng dan sungai Bengawan. Tempat yang masyhur didiami para Brahmana Bengawan (Rsi, Mpu, atau Wali) pemelihara “Cakra Bumi”.

Masyarakat Jipang merupakan Wangsa Bengawan, masyarakat maritim sungai yang punya peran besar hampir di tiap zaman. Namun, entah kenapa, Bengawan beserta wangsanya ini seperti hilang dan tak pernah diteliti secara serius. Padahal, Wangsa Bengawan punya peran besar sebagai Para Brahmana penghubung peradaban pesisir dan pegunungan.

Baca Juga: Tlatah Jipang, Wangsa Bengawan Penghubung Pesisir dan Pegunungan 

Brahmana, dalam konteks ini, merupakan tingkatan strata sosial Bijak Bestari. Penyeimbang kosmos peradaban. Mereka hidup di Bengawan dan berakhir moksa di puncak “Lemah Citra”, bukit Para Dewa (Kadewan). Tapi, jejak Brahmana seperti sengaja di-“kalang”-kan. Dihapus dan digelapkan agar hilang dari zaman.

Simpul Ratunegoro: Lemah Citra dekat Kedewan, 1935

Brahmana sangat berhubungan dengan Bengawan. Sungai terpanjang di Pulau Jawa itu, dulunya bernama Wulayu. Tapi di bagian yang dihuni banyak Para Brahmananya, dikenal dengan sungai Bengawan. Istilah Bengawan, tentu berhubungan dengan kata “Begawan” yang secara harfiah, berarti Brahmana.

Tak semua bagian dari sungai Wulayu adalah Bengawan. Lokasi Bengawan, berada di dekat Pegunungan Kendeng. Sungai Bengawan titik yang dihuni para Begawan (Brahmana). Keberadaan Brahmana Bengawan ini, bahkan diabadikan ke dalam sejumlah prasasti, sebagai penghormatan Para Raja untuk Para Rsi dan Brahmana.

Loram, sebagai proto (cikal bakal) Tlatah Jipang, adalah tempat Para Rsi Bengawan yang membantu Raja Airlangga mengendalikan pralaya (bencana). Ini alasan Airlangga mengeluarkan Prasasti Pucangan (1041 M), dan menasbihkan Loram sebagai gerbang penyeimbang Sriwijaya (pesisir) dan Medang Kuno (pegunungan).

Di Merbong, Raja Wisnuwardhana mengeluarkan Prasasti Maribong (1248 M), sebagai terimakasih pada Para Rsi Bengawan yang telah membantu Raja Ken Arok menyatukan Jenggala (pesisir) dan Panjalu (pegunungan). Berkat bantuan Para Rsi Bengawan itulah, Ken Arok bisa mendirikan Tumapel (Singashari), yang kelak diteruskan Wisnuwardhana.

Raja Hayam Wuruk mengeluarkan Prasasti Canggu (1358 M), untuk memuliakan Para Rsi Bengawan. Ia memberi hadiah berupa titik pelabuhan sungai di sepanjang sungai Wulayu. Titik terbanyak, tentu berada di wilayah Njipangan, sebagai pusat Para Begawan. Dari sejumlah pelabuhan itu, kita bisa melihat betapa Bojonegoro – Blora, dan Bojonegoro – Tuban, terjahit dan tersatukan Pelabuhan Bengawan.

Blora, Tuban, dan Bojonegoro (Ratunegoro), merupakan satu kawah energi yang disatukan Pegunungan Kendeng, dijahit Pelabuhan Bengawan, dan disegel tiga prasasti kuno. Prasasti Pucangan (1041 M), Prasasti Maribong (1248 M), dan Prasasti Canggu (1358 M), secara jelas menyebut peran penting Brahmana Njipangan.

Brahmana Era Islam

Sungai Bengawan, khususnya di Tlatah Njipangan, masyhur wilayah dakwah Para Bramana Islam, kaum Bijak Bestari penyebar Islam Rahmatan Lil Alamin. Syekh Jumadil Kubro, Sunan Ngudung, dan Sunan Bonang, tercatat empiris berdakwah di Tlatah Njipangan. Mereka juga tercatat merawat dan memuliakan sungai Bengawan.

History of Java menyebut: Syekh Jumadil Kubro membangun zawiyah di puncak Gunung Jali Tegiri (Jipang Padangan), lokasinya di atas sungai Bengawan. Hikayat Banjar menyebut: Patinggi Jipang (mertua Sunan Ampel) berdakwah di bukit Jipangulu, lokasinya tepat di atas aliran sungai Bengawan.

Kitab Tarikhul Aulia menyebut: Sunan Ngudung berdakwah di Loram (Jipang Panolan), lokasinya tepat di atas sungai Bengawan. Hikayat Banjar juga menyebut: Sunan Bonang berdakwah di Goa Sentono (Jipangulu Menden), lokasinya tepat di atas sungai Bengawan.

Syekh Jumadil Kubro, Patinggi Jipang (Wali Jipangulu), Sunan Ngudung, dan Sunan Bonang adalah para Brahmana Islam yang juga menjaga dan memuliakan sungai Bengawan. Mereka membawa Islam rahmatan lil alamin dan menggantikan peran para Brahmana sebelumnya, sebagai penyeimbang kosmos peradaban zaman.

Sejak zaman Kadewan hingga zaman Islam, Blora (selatan), Tuban (selatan), dan Bojonegoro; adalah lembah Ratunegoro. Kawah energi pewaris semangat Raja Airlangga (Medang Kahuripan), Raja Wisnuwardhana (Singashari), dan Raja Hayam Wuruk (Majapahit). Serta penerus spirit toleransi Mbah Jimatdil Kubro, Mbah Ngudung, dan Mbah Mbonang.

Tags: Bojonegoro Kota BrahmanaBrahmana NjipanganLembah RatunegoroMakin Tahu Indonesia
Previous Post

ISNU Bojonegoro Helat Pelatihan Enterpreneurship

Next Post

Warkop, Manifesto Ruang Produktif Bersosialisasi

BERITA MENARIK LAINNYA

Di Bawah Langit Teheran, Anak-Anak Belajar Berdiri Sendiri
Cecurhatan

Di Bawah Langit Teheran, Anak-Anak Belajar Berdiri Sendiri

19/04/2026
Diaspora Iran sebagai Komunitas Paling Berpendidikan di Amerika Serikat (1)
Cecurhatan

Diaspora Iran sebagai Komunitas Paling Berpendidikan di Amerika Serikat (1)

18/04/2026
Kemarau yang Datang Lebih Awal
Cecurhatan

Kemarau yang Datang Lebih Awal

16/04/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Di Bawah Langit Teheran, Anak-Anak Belajar Berdiri Sendiri

Di Bawah Langit Teheran, Anak-Anak Belajar Berdiri Sendiri

19/04/2026
Diaspora Iran sebagai Komunitas Paling Berpendidikan di Amerika Serikat (1)

Diaspora Iran sebagai Komunitas Paling Berpendidikan di Amerika Serikat (1)

18/04/2026
‎Outing Class, Membangun Tradisi Belajar yang Kontekstual

‎Outing Class, Membangun Tradisi Belajar yang Kontekstual

17/04/2026
Kemarau yang Datang Lebih Awal

Kemarau yang Datang Lebih Awal

16/04/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: