Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Pemkab Bojonegoro Salurkan Benih Tembakau Unggul, Petani Bidik Panen Lebih Produktif

Bakti Suryo by Bakti Suryo
03/06/2026
in Peristiwa
Pemkab Bojonegoro Salurkan Benih Tembakau Unggul, Petani Bidik Panen Lebih Produktif

Pemkab Bojonegoro Salurkan Benih Tembakau Unggul kepada Petani.

Seorang petani Bojonegoro menggenggam sesuatu yang begitu ringan. Kira-kira seberat 10 gram. Namun di dalamnya terkandung harapan setebal tanah garapan. Itu adalah benih tembakau, “emas hijau” Bojonegoro. Harta alam yang kembali menari di ujung jari para petani kala kemarau tiba.

Tersimpan perjalanan panjang di balik hamparan tembakau yang membentang di Kabupaten Bojonegoro. Perjalanan kisah tentang perencanaan dan harapan. Bukan sekadar proses menanam dan menunggu waktu panen. Harapan yang dirawat dengan penuh kesadaran oleh para petani yang paham betul nilai “emas hijau” bagi kehidupan mereka.

Musim tanam tahun ini menghadirkan kabar gembira bagi petani tembakau Bojonegoro. Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) menyalurkan bantuan benih tembakau unggul bersertifikat dan berlabel resmi. Kualitas benih tersebut dipantau secara ketat melalui pengujian laboratorium berkala. Langkah ini menjadi strategi penting untuk menjaga keberlanjutan produksi tembakau. Juga, memperkuat komoditas yang menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat Bojonegoro.

Bambang Wahyudi, Pengawas Mutu Hasil Pertanian Ahli Muda sekaligus Subkoordinator Tanaman Perkebunan DKPP Bojonegoro, menjadi salah satu sosok yang berperan penting dalam program tersebut. Dia menjelaskan alasan di balik pemilihan varietas benih yang didistribusikan kepada petani.

“Kami menguji daya kecambah benih-benih ini secara ketat setiap enam bulan sekali di laboratorium. Keberhasilan sektor hulu pertanian menjadi prioritas kami, sehingga varietas yang kami salurkan ke lapangan antara lain varietas Virginia dan Jawa,” ujar Bambang saat memberikan keterangan resmi (3/4/2026).

Pernyataan tersebut tidak sekadar menjadi bagian dari prosedur administratif. Di baliknya, terdapat proses riset dan pemetaan kebutuhan pasar secara cermat. Varietas benih tembakau yang disalurkan telah disesuaikan dengan kebutuhan industri dan pabrikan. Baik di tingkat lokal maupun nasional.

Dengan demikian, ketika petani di Temayang, Bubulan, Purwosari maupun Tambakrejo mulai menaburkan benih ke bedengan semai, mereka tidak hanya menanam tanaman tembakau. Namun, mereka juga menanam harapan akan kepastian pasar dan nilai jual yang kompetitif saat musim panen tiba.

Hingga akhir Mei, penyerapan bantuan benih tembakau unggul menunjukkan capaian yang menggembirakan. Dari total stok 14,5 kilogram yang berasal dari sisa cadangan tahun sebelumnya dan pengadaan baru, kelompok-kelompok tani telah menyerap sebanyak 8,743 kilogram. Angka tersebut menjadi indikator meningkatnya kepercayaan petani terhadap kualitas benih yang diberikan pemerintah.

Menariknya, musim tanam kali ini juga menghadirkan varietas baru yang mendapat perhatian pasar, yakni Python 4. Varietas tembakau asal Probolinggo tersebut menjadi primadona baru di kalangan industri. Dari total stok 3,5 kilogram yang tersedia, seluruhnya telah terserap habis. Sementara itu, varietas K326 yang selama ini menjadi andalan petani juga tetap menunjukkan performa tinggi dengan sisa stok hanya sekitar 460 gram dari total awal 2,03 kilogram.

Saat ini, stok benih yang masih tersedia di DKPP Bojonegoro berkisar 5 kilogram dan didominasi varietas tembakau Jawa. Antara lain seperti Rejep Gagang Sidi, Grompol Jatim, Kasturi 2 serta Jinten Pak Pie. Varietas tersebut umumnya banyak dibudidayakan dan dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan petani. Khususnya di sentra tembakau seperti Kecamatan Kepohbaru, Kedungadem, Baureno, Sukosewu dan sejumlah wilayah lain. Sebagian petani dari daerah tersebut masih menunda pengambilan benih. Itu karena tengah menyelesaikan panen komoditas sebelumnya sebelum memulai persemaian baru.

Komitmen Pemkab Bojonegoro terhadap pengembangan sektor tembakau tidak berhenti pada penyaluran benih. Pada musim tanam tahun anggaran 2026, luas tanam tembakau ditargetkan mencapai hampir 16.000 hektare. Target tersebut meningkat dibandingkan realisasi tahun sebelumnya yang berada di kisaran 15.000 hektare.

Kenaikan ini menunjukkan tren positif perkembangan budidaya tembakau di Bojonegoro. Dari total 28 kecamatan yang ada, sebanyak 26 kecamatan kini aktif menanam tembakau. Jumlahnya meningkat dari 22 kecamatan pada periode 2023–2024. Hanya Kecamatan Bojonegoro dan Kecamatan Kapas yang belum melaporkan aktivitas penanaman dalam skala luas.

Di balik target ambisius tersebut, DKPP Bojonegoro menerapkan strategi mitigasi yang matang. Setiap hektare lahan memperoleh alokasi bantuan benih sebanyak 10 gram. Dari jumlah tersebut, petani dapat menghasilkan sekitar 18.000 hingga 20.000 bibit siap tanam. Padahal, kebutuhan riil di lapangan hanya berkisar 6 hingga 8 gram per hektare. Selisih 2 hingga 4 gram sengaja disediakan sebagai cadangan. Langkah antisipatif untuk mengantisipasi kegagalan persemaian yang mungkin terjadi selama proses budidaya.

Meski demikian, tantangan tetap membayangi musim tanam tahun ini. Fenomena kemarau basah yang ditandai tingginya curah hujan pada sore hari menjadi perhatian serius. Bagi tanaman tembakau yang baru dipindahkan ke lahan terbuka, genangan air dapat menyebabkan kerusakan hingga kematian tanaman.

Pengalaman pada musim-musim sebelumnya menunjukkan bahwa petani bahkan harus melakukan penyulaman atau tanam ulang sebanyak lima hingga tujuh kali akibat kondisi cuaca yang tidak menentu, sehingga biaya produksi meningkat cukup signifikan.

Menghadapi kondisi tersebut, Bambang Wahyudi mengimbau para petani untuk memperkuat manajemen lahan sebagai langkah antisipasi.

“Kami meminta petani untuk terus memperbaiki manajemen tata ruang lahan. Salah satunya dengan membuat gulutan atau bedengan semai yang lebih tinggi serta mengoptimalkan sistem saluran drainase mikro agar air hujan tidak menggenang dan merusak perakaran tembakau,” pungkasnya.

Imbauan tersebut bukan sekadar saran teknis, melainkan ajakan untuk beradaptasi dengan perubahan iklim yang semakin sulit diprediksi. Di tengah dinamika cuaca yang berubah cepat, keberhasilan budidaya tembakau tidak hanya ditentukan oleh kualitas benih unggul, tetapi juga oleh kemampuan petani membaca kondisi alam serta memanfaatkan informasi prakiraan cuaca dari BMKG secara berkala.

Dari laboratorium pengujian benih hingga bedengan semai di pelosok kecamatan, Bojonegoro tengah menulis babak baru dalam pengembangan pertanian tembakau. Daerah ini tidak lagi hanya dikenal sebagai sentra produksi tembakau, tetapi juga sebagai wilayah yang mengedepankan kualitas, perencanaan, dan ketahanan dalam menghadapi tantangan alam.

Di tangan ribuan petani yang kini menggenggam benih unggul, tumbuh harapan baru bahwa musim panen mendatang akan menghadirkan hasil yang lebih baik, lebih bernilai, dan lebih menjanjikan bagi masa depan pertanian Bojonegoro.

Tags: Benih Tembakau UnggulPemkab BojonegoroPetaniPetani BojonegoroPetani Tembakau
Previous Post

Kebiasaan Mencuri Sang Binatang Jalang: Hikmah Humor dan Pencurian (18)

Next Post

Ketika Rasa Syukur Menulis Ulang Peta Otak: Bukti Ilmiah di Balik Kekuatan Bersyukur

BERITA MENARIK LAINNYA

Ekspedisi Naga Api Menelisik Situs Janjang dan Sejarah Perminyakan Pra-Kolonial
Peristiwa

Ekspedisi Naga Api Menelisik Situs Janjang dan Sejarah Perminyakan Pra-Kolonial

31/05/2026
Bojonegoro History Gelar Diskusi Ekspedisi Naga Api sebagai Upaya Penguatan Literasi Geopark Bojonegoro
Peristiwa

Bojonegoro History Gelar Diskusi Ekspedisi Naga Api sebagai Upaya Penguatan Literasi Geopark Bojonegoro

24/05/2026
TP PKK Kecamatan Sugihwaras Gelar Pelatihan Pengelolaan Sampah dari Rumah Tangga jadi Berkah, Dukungan Nyata Gerakan Perilaku Hidup Bersih
Peristiwa

TP PKK Kecamatan Sugihwaras Gelar Pelatihan Pengelolaan Sampah dari Rumah Tangga jadi Berkah, Dukungan Nyata Gerakan Perilaku Hidup Bersih

22/05/2026

Anyar Nabs

Ketika Rasa Syukur Menulis Ulang Peta Otak: Bukti Ilmiah di Balik Kekuatan Bersyukur

Ketika Rasa Syukur Menulis Ulang Peta Otak: Bukti Ilmiah di Balik Kekuatan Bersyukur

04/06/2026
Pemkab Bojonegoro Salurkan Benih Tembakau Unggul, Petani Bidik Panen Lebih Produktif

Pemkab Bojonegoro Salurkan Benih Tembakau Unggul, Petani Bidik Panen Lebih Produktif

03/06/2026
Kebiasaan Mencuri Sang Binatang Jalang: Hikmah Humor dan Pencurian (18)

Kebiasaan Mencuri Sang Binatang Jalang: Hikmah Humor dan Pencurian (18)

03/06/2026
Kisah Soekarno dan Marhaen, Petani Bandung yang Menginspirasi Lahirnya Marhaenisme

Kisah Soekarno dan Marhaen, Petani Bandung yang Menginspirasi Lahirnya Marhaenisme

02/06/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: