Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Tiga Langkah yang Bisa Anda Coba untuk Jadi Penulis

Usman Roin by Usman Roin
27/08/2024
in Cecurhatan
Tiga Langkah yang Bisa Anda Coba untuk Jadi Penulis

Bagaimana rasanya bila karya tulis kita tayang (publish) di media cetak atau online?Terhadap masalah ini, penulis wakilkan satu kata “puas”.

Kala karya tulis kita publish di media online sebagai misal, “kepuasan batin” meminjam bahasa Fanani (2016:13) akan didapatkan. Itu karena, kita bisa menyalurkan ide berbuah karya tulis, yang diterima redaktur sebuah media dan dipublis untuk dibaca publik.

Jamak dari kita, luput konsisten mengembangkan kemampuan yang dimiliki. Salah satunya menulis.

Kita menganggap kemampuan menulis yang dipelajari hanya sekali pakai. Tepatnya, hanya dipakai untuk menyelesaikan tugas kuliah dan menuntaskan tugas akhir kala menjadi mahasiswa.

Perlu diketahui, dulu saya juga tidak bisa menulis –artikel, opini, resensi buku. Alias nol prutul. Ketika melihat teman cakap menulis, dan publish di media –cetak kala itu– hati bagai terbakar. Panas –atau menyala bahasa kekinian. Iri seiri-irinya. Mengapa teman saya karyanya kok senantiasa publish dan mudah diterima redaktur?

Berbekal rasa penasaran sebagaimana saya ilustrasikan di ataslah, saya belajar untuk menjadi penulis. Namanya belajar, berarti merangkak dari bawah. Lalu, juga melakukan observasi mandiri yang bisa panjenengan coba lakukan, antara lain:

Pertama, melihat karya tulis yang telah ter publish. Melihat di sini lebih kepada bagian-bagian yang harus ada dalam sebuah tulisan atau disebut anatomi tulisan.

Mulai dari judul, lead, isi, cara menyimpulkan serta identitas kepakaran sang penulis.

Selain melihat karya tulis yang telah publish, penulis juga melihat karakteristik media. Utamanya adalah bahasa yang digunakan seperti apa. Kemudian pula panjang tulisan yang dikehendaki oleh awak redaksi.

Terhadap panjang tulisan, redaktur media terkadang sudah menyertakan jumlah karakter yang diinginkan beserta email pengiriman. Jadi, tugas kita sebagai penulis tinggal menaati jumlah kata yang kehendaki.

Atau, bilamana masih bingung berapa halaman yang dimaksud oleh ketentuan redaktur, saya sampai pernah menulis ulang karya tulis yang telah publis.

Tujuannya, agar bisa mengetahui ketepatan panjangnya. Langkah ini saya lakukan untuk media cetak kala itu.

Adapun untuk online, cara tersebut juga tetap bisa dilakukan dengan copy terhadap opini yang telah publis, lalu paste-kan di microsoft word untuk kemudian kita lihat ketepatan panjang tulisannya melalui bar word count.

Di situ kita akan bisa melihat statistik dari halaman, jumlah kata dan karakter bila menggunakan spasi dan non spasi, berapa paragraf hingga baris.

Kedua, ikut pelatihan menulis. Diakui atau tidak, ikut pelatihan menulis membuka wawasan kita untuk semangat menulis.

Dari yang tidak bisa membuat karya opini sebagai misal, cerpen dan genre karya lainnya, kita bisa memahami hal apa saja yang kudu diperhatikan dan dipersiapkan.

Perlu diketahui, terkait pelatihan menulis, saya pernah mengikuti pelatihan menulis artikel yang diadakan oleh media ternama saat masih di Kota Semarang.

Bagi saya, pelatihan itu selain bermanfaat sebagai sarana menambah kompetensi karya tulis tertentu, meminjam bahasa Trim (2018:198) juga ajang bersahabat dengan redaktur.

Artinya, keikutsertaan dalam sebuah pelatihan juga saya manfaatkan untuk berkenanalan dengan redaktur media. Bahkan, agar saya bisa banyak belajar menghasilkan karya tulis terbaik, saya tidak lupa meminta kontaknya yang bisa dihubungi.

Kita perlu tahu, ternyata editor sebuah media sering memantau aktivitas kita dalam menulis.

Mereka berusaha mengenali siapa kita, dan gaya penulisan kita. Jika demikian adanya, produktif menulis adalah hal yang tidak bisa ditawar-tawar lagi.

Ketiga, menulis dan mengirimkan ke media. Berbasis pengalaman, untuk mengawali menulis, saya biasanya mulai dari riset bahan dari ide yang terlebih dahulu tertangkap.

Bicara ide sendiri, Allah Swt telah memberi pancaindra meliputi penglihatan, pendengaran, gerak, penciuman, dan perasaan sebagai modalitas penghasil pengalaman-pengalaman diri sendiri. Pengalaman diri sendiri itulah menurut Trim (2018:32) dikata sebagai modalitas untuk menciptakan ide menulis.

Setelah ide menulis tercipta dari modalitas pengalaman pancaindra, berikutnya tinggal melakukan penyusunan karya tulis secara tuntas. Ketika sudah tuntas, kemudian baru dilakukan editing.

Terhadap editing sendiri, dulu saya sering mencetak naskah tulisan yang rampung untuk kemudian dicoret-coret. Adapun kini, saya biasanya menyimpan dalam bentuk pdf untuk selanjutnya saya lihat mana yang masih salah secara kaidah kepenulisan.

Bilamana sudah mantap, proses berikutnya adalah melakukan pengiriman hasil karya tulis kepada email redaksi.

Pasca mengirim tulisan inilah, tahap menunggu karya tulis –diterima atau tidak– kita dilakukan. Ya, semacam munajat kita kepada Allah Swt terhadap serangkaian ikhtiar kepenulisan yang sudah dipenuhi.

Kemudian setelah kita cek di media online karya kita publish, kita tinggal share link untuk kemudian bisa kita jadikan update status medsos. Selain itu, kita juga bisa share kepada group WhatsApp yang kita miliki sebagai branding diri kita.

Akhirnya, melalui tiga langkah ini, selamat menulis dan menjadi penulis produktif. Amin.

 

*Penulis adalah Dosen Prodi PAI Fakultas Tarbiyah Unugiri.

Tags: Menulis KaryaTips Jurnaba
Previous Post

MIPa Bojonegoro, Madrasah Legendaris di Kota Bojonegoro

Next Post

Tirakat Nenek Umar bin Abdul Aziz yang Membuat Cucunya Menjadi Amirul Mukminin

BERITA MENARIK LAINNYA

Merawat Ingatan, Menyemai Masa Depan: GP Ansor Kota Batu Luncurkan Buku Sejarah
Cecurhatan

Merawat Ingatan, Menyemai Masa Depan: GP Ansor Kota Batu Luncurkan Buku Sejarah

21/04/2026
Pembawa Pendaratan di Planet Merah: Diaspora Iran Sebagai Komunitas Paling Berpendidikan di Amerika Serikat (2)
Cecurhatan

Pembawa Pendaratan di Planet Merah: Diaspora Iran Sebagai Komunitas Paling Berpendidikan di Amerika Serikat (2)

21/04/2026
‎Bahas Dinamika Timur Tengah, PC ISNU Bojonegoro Gelar Diskusi Ilmiah
Cecurhatan

‎Bahas Dinamika Timur Tengah, PC ISNU Bojonegoro Gelar Diskusi Ilmiah

20/04/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Merawat Ingatan, Menyemai Masa Depan: GP Ansor Kota Batu Luncurkan Buku Sejarah

Merawat Ingatan, Menyemai Masa Depan: GP Ansor Kota Batu Luncurkan Buku Sejarah

21/04/2026
Pembawa Pendaratan di Planet Merah: Diaspora Iran Sebagai Komunitas Paling Berpendidikan di Amerika Serikat (2)

Pembawa Pendaratan di Planet Merah: Diaspora Iran Sebagai Komunitas Paling Berpendidikan di Amerika Serikat (2)

21/04/2026
‎Bahas Dinamika Timur Tengah, PC ISNU Bojonegoro Gelar Diskusi Ilmiah

‎Bahas Dinamika Timur Tengah, PC ISNU Bojonegoro Gelar Diskusi Ilmiah

20/04/2026
Di Bawah Langit Teheran, Anak-Anak Belajar Berdiri Sendiri

Di Bawah Langit Teheran, Anak-Anak Belajar Berdiri Sendiri

19/04/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: