Kualitas kebahagiaan hidup dan tingkat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) ditentukan kesadaran akan pentingnya pendidikan. Hal ini jadi fokus utama Setyo Wahono untuk bangun Bojonegoro.
Akademisi dan Direktur Pascasarjana UNUGIRI Bojonegoro, Sri Minarti dalam keterangannya mengatakan, sampai saat ini, masalah utama bidang pendidikan di Bojonegoro masih berkutat pada kesadaran akan pentingnya pendidikan. Sebab, kata Minarti, di sejumlah wilayah, masih banyak orang tua yang belum memposisikan pendidikan sebagai perihal penting bagi anak-anaknya.
“Masih berkutat pada kesadaran orang tua akan pentingnya pendidikan bagi anak-anak mereka” kata Sri Minarti (14/9/2024).
Calon profesor bidang Manajemen Pendidikan Islam UNUGIRI Bojonegoro itu menegaskan, tingkat IPM Bojonegoro masih berada di 10 bawah. Artinya, di kelas Jawa Timur, Bojonegoro masih rendah. Kondisi itu, menurut dia, sangat ditentukan tingkat pendidikan. Selama pendidikan belum menjadi prioriras orang tua, mustahil IPM mengalami peningkatan.
“Tingkat pendidikan ini menentukan tingkat produktivitas. Dan produktivitas menentukan kualutas kebahagiaan hidup. Dan ini semua variabel penting peningkatan IPM daerah” ucapnya.
Lebih jauh Sri Minarti mengatakan, bagi sebagian pihak, pendidikan masih dilihat dari paradigma ekonomi. Mereka yang berekonomi rendah, merasa putus asa untuk menjangkau pendidikan lebih tinggi. Sehingga, kualitas pendidikan anak tak menjadi prioritas penting bagi rencana jangka panjang para orang tua.
Padahal, kata Minarti, di saat yang sama, ada banyak pula keluarga dengan ekonomi rendah tapi mampu menyekolahkan anak-anak mereka hingga jenjang yang tinggi. Artinya, masalah utama justru ada pada mentalitas dan mindset para orang tua terhadap prioritas pendidikan.
“Ada juga keluarga ekonomi rendah tapi mampu menguliahkan anak-anak mereka. Dan ini harus bisa memotivasi yang lain” imbuh Minarti.
Menurut Sri Minarti, dalam masalah ini, kebijakan pemerintah harus bisa hadir untuk memotivasi para orang tua. Menurut dia, kedepan, Pemkab Bojonegoro harus memperhatikan masalah pendidikan, peningkatan jumlah penerima beasiswa kurang mampu, presentasi akademik non akademik semua jenjang, bahkan harus sampai Perguruan Tinggi.
Terpisah, Bakal Calon Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono mengatakan, pilar pendidikan memang jadi prioritas bagi pihaknya untuk membangun Bojonegoro. Dia menjelaskan, dari Visi utama yang diturunkan ke Misi, kemudian diturunkan ke Kebijakan Strategis, dan kemudian diturunkan lagi ke Aksi Program, pilar pendidikan jadi prioritas utama.
“Kami punya 9 Aksi Program Unggulan, dan poin pertamanya adalah pembangunan kualitas pendidikan” ucap Setyo Wahono.
Lebih dalam Setyo Wahono menjelaskan, dalam poin Pembangunan Kualitas Pendidikan, ada sejumlah program untuk mmemotivasi para orang tua dalam menyekolahkan anak-anak mereka ke jenjang tinggi. Di antaranya bantuan kemudahan untuk bersekolah. Bahkan, pihaknya juga menyiapkan program bantuan berupa laptop untuk siswa.
“Program SiswaTop, satu siswa satu laptop. Ini motivasi untuk meringankan orang tua dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak mereka” pungkas Setyo Wahono.








