Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Seni Mengedit Tulisan Agar Tidak Menjemukan

Usman Roin by Usman Roin
19/02/2025
in Cecurhatan
Seni Mengedit Tulisan Agar Tidak Menjemukan

Di balik tulisan yang menarik, ada editor yang ciamik.

Nabs, mungkin kita tidak banyak mengamati atau “ngeh” dalam bahasa Jawa-nya, bila karya tulis yang enak dibaca di media cetak, online, dan buku, ternyata ada peran ulung sang editor.

Bicara editor, meminjam istilah KBBI, diartikan seseorang yang memiliki tugas mengedit naskah tulis, yang akan diterbitkan dalam majalah, surat kabar, hingga berbentuk buku.

Jika demikian uraian tugas sang editor, tentu ia akan menjadi pekerjaan yang “menjemukan” bila tidak ada aktivitas pengalih yang dilakukan.

Bila sudah menjadi aktivitas yang menjemukan, tentu akan berdampak pada hasil karya tulis yang disunting. Mulai dari typo yang lolos edit, kalimat yang tidak bisa dipahami, serta diksi atau pilihan kata yang kurang tepat, tidak selaras, dan monoton.

Padahal, bila kita mengetahui menjadi editor itu ada seni untuk menghilangkan kejenuhan, selain menikmati aktivitas yang dilakukan, hasil suntingannya akan berkelas dan ciamik. Oleh sebab, dijiwai.

Lalu, apa saja aktivitas yang bisa membuat editing naskah karya tulis bersemangat dan tidak menjemukan?

Pertama, menonton film. Kejenuhan melakukan editing naskah bisa terobati bila dialihkan dengan sekadar menonton film. Bisa lewat komputer, laptop, hingga gadget kita sendiri.

Terkait film yang ditonton, bisa perihal humor yang membuat kita senang dari sisi suasana. Tandanya, kita bisa tertawa hingga terpingkal-pingkal.

Bisa juga perihal film yang menggambarkan spirit perjuangan untuk meraih sesuatu. Sehingga pasca menonton film, spirit itu hadir dalam ruang nyata aktivitas yang sedang dilakukan.

Kedua, ditinggal untuk mengerjakan aktivitas lain. Khusus perilaku ini, penulis sering melakukannya. Kadang ya mencuci piring, perabotan memasak, hingga membersihkan rumah dengan menyapu. Alhasil, cerminan kerja membersihkan rumah, memotivasi diri untuk giat kembali melakukan editing naskah.

Ketiga, bisa melakukan rebahan. Rebahan yang penulis maksud, betul-betul untuk istirahat agar punggung tidak kaku, karena terlalu lama duduk memandangi teks yang diedit untuk diberi catatan.

Ketika rebahan pula, laptop bisa dicas dulu dengan posisi off alias mati. Tidak lain, untuk memberi ruang istirahat pula sebagaimana pemiliknya.

Ketika rebahan sudah cukup, tentu untuk meneruskan kembali aktivitas editing naskah akan kembali bersemangat. Hingga kemudian, perilaku itu bisa diulang-ulang manakala kejenuhan muncul lagi.

Keempat, ngopi sambil merokok sembari menikmati suasana. Untuk membuang rasa jenuh kala editing karya tulis, membuat kopi kemudian menikmati alam sekitar baik di teras rumah, atau di lantai dua bagi yang rumahnya bertingkat bisa dilakukan.

Perihal di atas, penulis memiliki cerita sendiri kawan di Semarang, kala dia melakukan editing naskah tesisnya, kopi plus rokok menjadi teman setia aktivitas editing naskahnya.

Bahkan, puntung rokok yang ditaruh dalam wadah toples seng ukuran sedang, hampir penuh. Artinya, kehadiran kopi dan rokok menjadi pengalih dan teman untuk menghilangkan kepenatan saat melakukan editing karya tulis.

Lalu, mengapa hal-hal di atas perlu penulis tawarkan? Tujuannya untuk mengusir jenuh yang kadang hadir kala kita melakukan editing naskah.

Perlu diketahui, kita yang sudah mahir, dan yang baru amatiran mengedit karya tulis, tentu akan merasakan jenuh melihat teks pada layar komputer atau laptop dari halaman 1 hingga terakhir.

Apalagi bila kemudian karya tulis dari penulis yang lagi kita sunting, terdapat banyak typo. Tentu selain membuat bosan seorang editor, hal itu akan memunculkan rasa putus asa untuk “malas” meneruskan laku editing naskah yang diterimanya.

Urun rembug perihal di atas, adalah seni yang bisa dilakukan, manakala kita jenuh kala melakukan editing karya tulis.

Pilihan yang mana pun sah panjenengan lakukan, agar kala melakukan editing karya tulis bisa bersemangat dan hilang kejemuan panjenengan. Amin.

Penulis adalah Dosen Prodi PAI Fakultas Tarbiyah Unugiri.

Tags: Editor TulisanPeran EditorSeni Mengedit
Previous Post

Bertempat di KensVil, GUSDURian Bojonegoro adakan Meeting Komunitas dan Forum 17-an

Next Post

Skolar Aktivis: Pegiat Transformasi Sosial Ekologis

BERITA MENARIK LAINNYA

Ajian Panyirepan dan Peran Hidup: Hikmah Humor dan Pencurian (14)
Cecurhatan

Ajian Panyirepan dan Peran Hidup: Hikmah Humor dan Pencurian (14)

25/04/2026
Di Antara Piring dan Kekuasaan
Cecurhatan

Di Antara Piring dan Kekuasaan

24/04/2026
Perkuat Legalitas, 8 SSB di Bojonegoro Resmi Berbadan Hukum
Cecurhatan

Perkuat Legalitas, 8 SSB di Bojonegoro Resmi Berbadan Hukum

23/04/2026

Anyar Nabs

Konser Musik Lintas Generasi bersama Ari Lasso dan Nostalgia dengan Bojonegoro

Konser Musik Lintas Generasi bersama Ari Lasso dan Nostalgia dengan Bojonegoro

26/04/2026
Ajian Panyirepan dan Peran Hidup: Hikmah Humor dan Pencurian (14)

Ajian Panyirepan dan Peran Hidup: Hikmah Humor dan Pencurian (14)

25/04/2026
Di Antara Piring dan Kekuasaan

Di Antara Piring dan Kekuasaan

24/04/2026
Perkuat Legalitas, 8 SSB di Bojonegoro Resmi Berbadan Hukum

Perkuat Legalitas, 8 SSB di Bojonegoro Resmi Berbadan Hukum

23/04/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: