Selain dipenuhi keberkahan, bulan Ramadhan juga menjadi bulan mempertajam empati. Ketua DPRD Bojonegoro, Abdulloh Umar menyebut, Ramadhan sebagai bulan permenungan untuk pertajam kepekaan sosial.
“Dengan merenung, dapat memunculkan kebersyukuran dalam hati, sehingga mempertajam empati dan kepekaan sosial” Ucap Abdulloh Umar (17/3/2025).
Umar mengatakan, keistimewaan Ramadhan tak hanya terdapat pada formalitas suasananya, tapi juga pada esensi waktu. Di mana, setiap waktu di bulan Ramadhan dipenuhi hikmah-hikmah kebijaksanaan hidup. Di tiap detik bulan Ramadhan, kata Umar, bahkan menjadi waktu yang penuh barokah.
Ia menjelaskan, bukti keberkahan itu, bahkan tertera jelas dalam sabda Kanjeng Nabi Muhammad Saw. yang berbunyi: “Awal bulan Ramadhan adalah rahmat, pertengahannya adalah ampunan, sedangkan akhirnya adalah terbebas dari neraka”. (H.R. Al Baihaqi).
Hadits di atas, kata Umar, menunjukan betapa bulan Ramadhan memang dipenuhi banyak kebaikan-kebaikan. Baik itu kebaikan terletak di bagian awal bulan, bagian tengah bulan, ataupun di bagian akhir bulan. Sehingga, sudah sepatutnya ini jadi momen kepekaan sosial.
“Puasa tidak sekadar menahan nafsu, tapi juga mengajarkan kita untuk lebih peka pada kondisi orang lain, terutama yang kurang beruntung” ucap Umar.
Lebih jauh, alumni Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang tersebut menyatakan, selain sebagai waktu untuk beribadah dan mendekatkan diri pada Allah, Ramadhan juga kesempatan untuk mempertajam empati dan kepekaan sosial. Ketika menahan lapar dan haus misalnya, kata dia, sesungguhnya mengingatkan kondisi mereka yang tidak memiliki cukup makanan dan air.
“Hal ini mendorong kita untuk lebih peka pada penderitaan orang lain dan meningkatkan rasa empati” Ucapnya.
Atas alasan itu pula, kata Umar, Bulan Ramadhan harus menjadi momen untuk mempertajam empati dan kepekaan sosial. Sehingga, memiliki dorongan untuk mau berbuat baik. Dalam artian, mau membantu mereka yang sedang kekurangan. Tentu, dengan bantuan sesuai yang kita bisa.








