Pengurus Komisariat (PK) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri Bojonegoro resmi dilantik pada Sabtu (15/3). Digelar di Hall Hasyim Asyari UNUGIRI Bojonegoro.
Pelantikan ini berlangsung dengan penuh khidmad dan dihadiri oleh K.M. Jauharul Maarif. M.Pd.i., Rektor UNUGIRI Bojonegoro, perwakilan Pengurus Cabang (PC) PMII Bojonegoro dan ratusan kader PMII UNU Sunan Giri Bojonegoro.
Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh M. Bahrul Hikam Ketua Umum PC PMII Bojonegoro, yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran PK PMII UNU Sunan Giri sebagai motor penggerak gerakan intelektual dan sosial di lingkungan kampus.
“Kader PMII harus siap menjadi agen perubahan, membawa semangat perjuangan serta nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah dalam setiap gerakan dan mengelaborasikannya kepada seluruh lapisan mahasiswa,” ujar Ketua Cabang PMII Bojonegoro.
Ketua tPK PMII UNU Sunan Giri Bojonegoro terpilih, Satria Rahma Kusuma, menyampaikan rasa syukur dan tekadnya untuk membawa PMII UNU Sunan Giri Bojonegoro ke arah yang lebih masih, progresif dan kontributif.
“Kami dengan seluruh jajaran kepengurusan siap mengemban amanah ini dengan penuh tanggung jawab serta memperkuat sinergi dengan seluruh elemen kampus terkhusus dalam mempersiapkan kader-kader yang matang dalam berpikir dan bertindak,” tegas Satria dalam pidatonya.
Lebih lanjut, Satria juga menyampaikan gagasan besarnya untuk membawa PK PMII UNU Sunan Giri menjadi organisasi yang Visioner dan mampu melihat realitas yang terjadi di lingkungan kampus dengan penuh empati.
“Sahabat-sahabati, sudah barangtentu kita sebagai organisasi gerakan harus terus mengikhtiarkan PMII sesuai dengan semangat yang sudah di wariskan oleh para Muasis dan Para pendahulu kita. Agar, ke depan PMII UNU Sunan Giri yang adalah organ kaderisasi tetap mampu untuk betul-betul menterjemahkan Visi Keislaman dan Keindonesiaan PMII untuk mendorong Kampus UNUGIRI Bojonegoro menjadi Perguruan Tinggi yang inklunsif dan memiliki kebijakan yang Pro-Poor” tandas Satria.
Selain pelantikan, kegiatan ini juga dirangkai dengan temu alumni sekaligus buka bersama dengan tema besar “Asah, Asih, Asuh”, yang menghadirkan seluruh lapisan kader PMII UNU Sunan Giri lintas generasi.
Asah, Asih, Asuh ini terlaksana untuk yang keempat kalinya, dan pada tahun ini mengusung tema besar “Quo Vadis PMII: Menakar Literasi dan Gerakan bagi umat Zee”. Hal tersebut, disampaikan secara langsung oleh Satria Rahma Kusuma sebagai Ketua PK PMII UNU Sunan Giri Bojonegoro.
Ahmad Taufiq, yang dalam hal ini merupakan Ketua PK PMII UNU Sunan Giri Bojonegoro pertama dan hadir sebagai pembicara dalam kegiatan ini, menyampaikan tentang literasi adalah senjata paling ampuh untuk kader PMII UNU Sunan Giri Bojonegoro dalam ruang-lingkup lebih luas.
“Tentu menjadi sangat penting untuk memahami literasi, yang kaitannya ialah membaca dan menulis sebagai senjata tak terlawankan bagi Kader PMII UNU Sunan Giri Bojonegoro. Sebab, Pengetahuan tak akan datang seperti angin barat kalau tak dicari melalui proses membaca dan memahami” Tegas Taufiq.
M. Suaib Abdullah yang merupakan Ketua IKA PMII UNU Sunan Giri Bojonegoro, juga menyampaikan hal yang tak kalah penting. Bahwa, percepatan informasi dan tekhnologi harus di imbangi dengan penuh kemampuan untuk memahami.
“Tentu literasi bagi Gen Z adalah suatu hal yang sangat penting untuk terus dijalankan sebagai ibadah intelektual. Sebab, arus informasi yang sebegini cepatnya ini kalau tidak segera dipahami, justru akan menjadikan manusia, termasuk kader PMII untuk hanya menjadi objektifikasi tekhnologi” ujar Suaib.
Pelantikan yang dirangkai dengan Asah, Asih, Asuh Volume 4 ini, adalah komitmen nyata bagi PK PMII UNU Sunan Giri Bojonegoro untuk terus melanjutkan kaderisasi serta kontribusi di lingkungan kampus dan masyarakat luas melalui gerakan-gerakan taktis.








