Ilmu Framing harus diajarkan pada khalayak ramai. Tujuannya, agar tak mudah ditipu para buzzeRP.
Aksi massa bertajuk “Veteran Memanggil” berhasil beri kesadaran publik Kabupaten Bojonegoro. Sebab, semakin banyak warga Bojonegoro yang melek tentang apa itu aksi massa, dan apa bahaya UU TNI. Khususnya netizen yang menyoroti aksi tersebut.
Walaupun berakhir ricuh akibat tindakan represif dari aparat, namun aliansi tersebut merasa tak kapok. Sebab, semakin hari negara semakin nir-demokrasi.
Berbeda dengan pemahaman cah-cah mayoritas, akun instagram berita bojonegoro2 malah memberikan framing buruk terhadap gerakan aksi massa yang terorganisir secara organik tanpa intervensi elite tersebut.
Pemukulan dan tindak represif para polisi pada masyarakat sipil tak begitu dikabarkan. Warga masyarakat yang berbondong-bondong menolong para demonstran dari amukan polisi, tak banyak diceritakan. Nah, itu contoh framing yang dilakukan akun itu.

Terpantau, akun tersebut sudah acap kali mengggiring narasi buruk bagi aksi massa di Bojonegoro. Akun berbayarp itu, justru memusuhi Hingga aksi terbaru “Veteran Memanggil” tersebut pun, dikemas dalam narasi buruk yang hanya menampilkan gerakan vandal dari kawanan aksi.
Akun ini hanya memberitakan sisi buruk aksi. Sementara, ada banyak sisi baik penuh empati, penyadaran publik, dan bahkan giat-giat membanggakan yang sengaja ditutupi. Tapi itu biasa aja sih. BuzzeRP harus gitu biar dapat makan.
Padahal, beberapa massa aksi terkena sikap represif dari aparat dan tersorot oleh kamera-kamera rekan pers bahkan kamera amatir dari wong mbakulan di sekitar Gedung DPRD Bojonegoro. Namun, akun instagram itu, enggan mengunggah dokumen-dokumen tersebut.
Setidaknya ada belasan dokumentasi represifitas aparat yang berhasil terekam dan terjepret. Hal inilah yang menjadi alasan KETIDAKPAHAMAN AKUN MEDSOS BERKEDOK BERITA tersebut.
Untuk diketahui, menurut penulis, berita merupakan sebuah produk dari informasi-informasi yang terkonfirmasi. Dan, berita harus berimbang dan memiliki news value.
Namun, pada kenyataannya akun @berita_bojonegoro2 selalu melewatkan proses COVER BOTH SIDE saat mengunggah sebuah berita.
Alih-alih mendapatkan komentar positif dari netizen yang tidak suka dengan aksi massa, unggahan terkait “Veteran Memanggil” yang baru saja muncul di beranda instagram itu banjir komentar negatif yang beranggapan bahwa akun @berita_bojonegoro2 semata-mata tak paham tentang apa itu BERITA.
Sebagai penulis, lucu rasanya ketika ada akun sosmed mengatasnamakan “Berita” demi mendapatkan insight, namun tak paham proses-proses dalam menulis berita.








