Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Studi Literatree: Mengaktifkan Rajah Ekologi

A Wahyu Rizkiawan by A Wahyu Rizkiawan
19/06/2025
in SUSTAINERGI
Studi Literatree: Mengaktifkan Rajah Ekologi

Ilustrasi: Rajah Ekologi (Jurnaba.co)

Mengusung spirit literacy for sustainibilitree, berupaya mengaktifkan kembali rajah-rajah ekologi. 

Studi Literatree merupakan bagian dari  edukasi literasi yang dikumandangkan Jurnaba dalam campaign pelestarian pohon. Ritus campaign berbasis kegiatan membaca, diskusi, dan menulis bersama ini, semula dimuat dalam rubrik berseri Pohon Jurnaba.

Pentingnya keberadaan pohon, kerap dipahami sebagai komoditas seremonial yang diingat pada momen tertentu saja. Melalui kegiatan Studi Literatree, Jurnaba berupaya membangun paradigma tentang pentingnya pohon secara esensial dan substansial.

Dengan kegiatan membaca, menulis, dan bercerita (diskusi), Jurnaba percaya bahwa esensi dan substansi atas pentingnya pohon bakal terbangun dengan sendirinya. Sebab, Studi Literatree membahas pohon sebagai bagian dari kosmos hidup manusia.

Editor BBC London, Lindsay Baker menyatakan, sangat banyak karya sastra terinspirasi pohon dan hutan. Bahkan, tema itu sudah bermula sejak abad ke-19 M silam. Dari sekian banyak buku bertema pohon, kata Lindsey, ada satu buku berjudul Arboreal: A Collection of New Woodland Writing (2016).

Buku karya bersama ini, melibatkan banyak pihak dalam membahas pohon dari bermacam sudut pandang. Di dalamnya terdapat tulisan para arsitek, seniman, akademisi, hingga penyair yang menceritakan kedekatan mereka dengan pohon dan kawasan hutan.

Karena ditulis bermacam latar belakang profesi, buku ini juga membahas pohon dan hutan dari berbagai macam sisi seperti; sastra, sejarah, mitologi, hingga folklore tentang pohon dan hutan. Di antara para kontributornya; Zaffar Kunnial, Tobias Jones, Hellen Dunmore, Ali Smith, Germaine Greer, Richard Mabey, dan lainnya.

Salah satu kontributor dalam buku Arboreal: A Collection of New Woodland Writing, Fiona Stafford melihat, perkembangan sastra bertema hutan dan pepohonan, adalah wujud dari meningkatnya tren penulis baru di bidang alam dan lingkungan.

Fionna Stafford yang merupakan penulis buku The Long Long Life of Trees itu, dengan tegas mengatakan, sebagian besar tulisan bertema hutan dan pepohonan, sesungguhnya lahir atas tingginya kepedulian masyarakat terhadap kondisi lingkungan saat ini.

Literacy for Sustainibili-tree

Literatree dipahat dari kata literacy of tree (pohon), yang secara terminologi, diartikan sebagai literasi pepohonan: kegiatan baca-tulis-diskusi bertema pepohonan. Sehingga Studi Literatree, kami maknai sendiri sebagai sebuah metode riset observasi yang fokus membahas pepohonan.

Sementara Sustainibilitree, tentu digurat dari kata sustainability of tree (keberlanjutan pohon). Sustainibilitree adalah misi jangka panjang untuk membangun kesadaran, atas pentingnya memelihara kelestarian pohon bagi kehidupan manusia.

Ilustrasi: Kekuatan literasi dalam menyusun “rajah” ekologi (Jurnaba.co)

Pengetahuan akan pentingnya keberadaan pohon, harus digali, ditulis, dan diceritakan kembali. Kita bisa memulainya dari hal-hal kecil di sekitar kita, misalnya: berapa banyak pohon besar di desa kita? apa saja nama-nama pohon itu? bagaimana pohon itu bisa berada di sana? Adakah cerita di balik keberadaan pohon itu?

Pertanyaan-pertanyaan sederhana di atas, adalah inti dari apa yang disebut sebagai literacy for sustainibilitree (literasi keberlanjutan pohon). Sebab, sebuah entitas bisa berdampak positif ketika diceritakan sisi positifnya. Dengan dibahas dan diceritakan sisi positifnya, niscaya muncul kepedulian.

Catatan-catatan tentang pohon itu, jika dikumpulkan, tentu bisa membentuk sebuah karya bersama serupa Arboreal: A Collection of New Woodland Writing — buku yang membahas pohon dari bermacam sudut pandang, serta ditulis berbagai latar belakang profesi.

Tujuan utama dari Studi Literatree, bukan sekadar memotivasi masyarakat untuk menanam pohon. Tapi berupaya menjaga dan melindungi pohon-pohon besar yang masih ada. Meski di saat yang sama, geliat penanaman pohon-pohon baru juga perlu digalakan.

Rajah Ekologi

Rajah, secara umum, diartikan sebagai teks atau tulisan-tulisan beserta simbol-simbol tertentu yang ditulis dengan kesungguhan. Dan dengan begitu, rajah konon memiliki sisi magis dan ghaib yang sering dijadikan sebagai wasilah jimat tolak bala (proteksi).

Dalam spektrum yang luas, tulisan-tulisan kita adalah rajah itu sendiri. Tulisan-tulisan kita tentang pohon yang ada di sekitar kita, misalnya, adalah rajah ekologis yang punya sisi ghaib dan magis dalam melindungi (nolak bala) pohon itu dari potensi penebangan.

Ghaibitas dan magisitas tulisan-tulisan tersebut, bisa dilihat dari banyaknya masyarakat yang kian peduli tergerak untuk melindungi pepohonan. Dan dari banyaknya pohon yang terlindungi, misalnya, tentu meminimalisir potensi datangnya banjir bandang.

Bukankah sebuah tulisan (teks) yang mampu meminimalisir datangnya banjir bandang, adalah rajah ekologi? Artinya ia mengandung sisi “magis” berupa dampak perlindungan. Sebuah dampak yang oleh Edward Lorenz disebut sebagai Butterfly Effect — perihal kecil yang menyusun terjadinya perubahan-perubahan besar.

Sekali lagi, ini bukti kekuatan literasi dalam menyusun rajah ekologi. Sebab, ia menjadi teks-teks simbol yang punya sisi magis — memiliki energi dan punya vibrasi dalam meng-intervensi atmosfer positif, untuk bergerak dan bekerja dengan caranya sendiri.

Tags: Energi TerbarukanLiteracy for SustainibilitreeMakin Tahu IndonesiaPohon JurnabaRajah EkologiStudi LiteratreeTransisi Energi
Previous Post

Zai TikTok: Pendakwah Muda dari Tasikmalaya yang Merangkul Gen Z Lewat Konten Digital

Next Post

Bertholt Brecht, Puisi dan Kritik Sosial

BERITA MENARIK LAINNYA

‎Kalam Iklim: Memahami Napas Bumi
Redaksi

‎Kalam Iklim: Memahami Napas Bumi

21/12/2025
Komunikasi dengan Pohon: Sains, Sosial, dan Spiritual Mode On
SUSTAINERGI

Komunikasi dengan Pohon: Sains, Sosial, dan Spiritual Mode On

05/10/2025
Gubuk Energi dan Kiai Penjinak Matahari
SUSTAINERGI

Gubuk Energi dan Kiai Penjinak Matahari

04/10/2025

Anyar Nabs

Diaspora Iran sebagai Komunitas Paling Berpendidikan di Amerika Serikat (1)

Diaspora Iran sebagai Komunitas Paling Berpendidikan di Amerika Serikat (1)

18/04/2026
‎Outing Class, Membangun Tradisi Belajar yang Kontekstual

‎Outing Class, Membangun Tradisi Belajar yang Kontekstual

17/04/2026
Kemarau yang Datang Lebih Awal

Kemarau yang Datang Lebih Awal

16/04/2026
‎Komisi B DPRD Bojonegoro Ungkap Hambatan Pendirian KDKMP di Sejumlah Desa

‎Komisi B DPRD Bojonegoro Ungkap Hambatan Pendirian KDKMP di Sejumlah Desa

15/04/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: