Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Emil Dardak, Milenial yang Bersinar di Panggung Politik

Mahfudin Akbar by Mahfudin Akbar
13/02/2019
in Figur
Emil Dardak, Milenial yang Bersinar di Panggung Politik

Darah muda, darah yang berkarya. Plesetan lagu Bang Haji Rhoma itu teramat cocok untuk menggambarkan kiprah Emil Dardak di kancah politik. Sebab, selain masih tergolong anak milenial, Emil Dardak memiliki banyak pengalaman yang patut dicontoh generasi muda.  

Kemunculan Emil Dardak sebagai sosok populis di kancah Jawa Timur maupun nasional tidak secara ujug-ujug. Tidak hanya bertampang rupawan, secara personal, Emil mengenyam pendidikan dan pengalaman mumpuni. Investasi sosial di masyarakat pun terbangun maksimal.

Kemampuannya dalam berpolitik, tumbuh melalui tempaan pendidikan cukup mumpuni.  Pada 2001 atau saat berusia 17 tahun, Emil Dardak sudah memperoleh gelar diploma dari Melbourne Institute of Business and Technology. Emil kemudian meneruskan pendidikan S1 di Universitas New South Wales, Australia.

Sedangkan gelar S2 dan S3, Emil dapat dari Ritsumeikan Asia Pacific University, Jepang. Pada 2001-2003, Emil menjadi World Bank Officer di Jakarta sekaligus Media Analysis Consultant di Ogilvy. Puncak karier Emil dicapai saat didaulat menjadi Chief Business Development and Communication-Executive Vice President di PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero).

Emil lahir di Jakarta, 20 Mei 1984 dari pasangan Hermanto Dardak dan Sri Widayati. Bapaknya pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Pekerjaan Umum periode 2010-2014. Sementara kakeknya, H. Mochamad Dardak merupakan salah satu kyai Nahdlatul Ulama (NU) Trenggalek.

Emil yang menikahi aktris cantik Arumi Bachsin, telah dikaruniai dua orang anak bernama Lakeisha Ariestia Dardak dan Alqeinan Mahsyirputro Dardak.

Karier politik Emil berawal pada 2015. Bersama Mochamad Nur Arifin, ia mendaftarkan diri sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati Trenggalek. Langkah awal itu pun, ternyata berbuah manis. Emil dan pasangannya menang dengan total 292.248 suara atau sekitar 76,28 persen. Kemenangan telak Emil tersebut mengantarkannya sebagai Bupati Trenggalek.

Dari sini, karir politik Emil kian moncer. Secara personal maupun organisasi, popularitasnya meningkat. Atas alasan itu pula, Emil didapuk sebagai Wakil Gubernur Jawa Timur. Berpasangan dengan Khofifah Indar Parawansa. Emil berhasil memenangi kontestasi politik.  Pada 13 Februari ini, mereka dilantik oleh Presiden.

FYI, Nabs, Emil meraih gelar doctor di usia 22 tahun. Lalu, mampu menjadi Bupati Trenggalek di usia 32 tahun. Ia meninggalkan pekerjaan di BUMN yang gajinya mencapai 100 juta Rupiah, untuk jadi Bupati Trenggalek yang gajinya hanya sekitar 6 juta Rupiah saja per bulannya.

Tidak hanya cemerlang di karir, layaknya anak muda seusianya, Emil juga gemar berkesenian. Ia piawai bermain keyboard dan gitar. Tentu, itu tauladan yang bagus bagi anak-anak muda. Menuruti passion, tapi juga tetap berkarya.

Indonesia memang membutuhkan lebih banyak sosok muda yang terjun di dunia politik. Ini bisa menjadi contoh yang bagus bagi para anak muda di Indonesia. Bahwa, anak muda juga sanggup jadi pemimpin dan bersinar di panggung politik.

Keteladanan Emil Dardak sangat patut dicontoh bagi anak muda. Selain memiliki semangat tinggi dalam menempuh pendidikan, Emil juga berani memasuki ranah politik— di tengah isu politik yang kurang mengenakkan di kalangan anak muda. Kehadiran Emil di ranah politik, semoga mampu mengubah mindset anak-anak muda tentang politik ya, Nabs.

Tags: Emil DardakWakil Gubernur Jawa Timur
Previous Post

Menyambut Khofifah-Emil, Pemimpin yang Mewakili Perempuan dan Anak Muda

Next Post

Rumah Kreatif Mojodeso, Wadah Pengembangan UMKM Bojonegoro

BERITA MENARIK LAINNYA

Azizah Al Batti: Makkah dan Cinta yang Tak Berhenti pada Kematian
Figur

Azizah Al Batti: Makkah dan Cinta yang Tak Berhenti pada Kematian

30/10/2026
Mengenang KH Ali Maksum, Kiai Egaliter dan Berwawasan Luas
Figur

Mengenang KH Ali Maksum, Kiai Egaliter dan Berwawasan Luas

17/10/2026
Anang Ma’ruf: Kopi Ledre dan Cerita Di Baliknya
Figur

Anang Ma’ruf: Kopi Ledre dan Cerita Di Baliknya

10/10/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Hujan di Bulan November dan Cara Usman Arrumy Mencuitkan Kenangan

Hujan di Bulan November dan Cara Usman Arrumy Mencuitkan Kenangan

01/11/2026
HISMI Resmikan Kantor Sekretariat Nasional di Malang, Tandai Enam Tahun Perjalanan Organisasi

HISMI Resmikan Kantor Sekretariat Nasional di Malang, Tandai Enam Tahun Perjalanan Organisasi

31/10/2026
Azizah Al Batti: Makkah dan Cinta yang Tak Berhenti pada Kematian

Azizah Al Batti: Makkah dan Cinta yang Tak Berhenti pada Kematian

30/10/2026
Salam Tiga Jari di Demo Hari Sumpah Pemuda 2026, Simbol Perlawanan ala The Hunger Games

Salam Tiga Jari di Demo Hari Sumpah Pemuda 2026, Simbol Perlawanan ala The Hunger Games

29/10/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: