Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Buluqiya dan Tujuh Lautan Menuju Ujung Dunia

Branda Lokamaya by Branda Lokamaya
27/08/2026
in JURNAKULTURA
Buluqiya dan Tujuh Lautan Menuju Ujung Dunia

Ilustrasi: Kisah Buluqiya

Ada kisah-kisah yang tidak dibuat untuk dipercaya secara harfiah. Ia diceritakan agar manusia belajar melihat dunia dengan cara yang berbeda. Salah satunya adalah kisah Buluqiya.

Buluqiya adalah seorang pencari. Ia meninggalkan tanah asalnya setelah menemukan kabar tentang seorang nabi yang kelak datang membawa risalah terakhir: Nabi Muhammad SAW. Dari pengetahuan yang diwariskan ayahnya, ia berangkat mencari jejak nabi yang bahkan belum lahir pada zamannya. Perjalanan itu membawanya ke Jerusalem.

Di sana ia bertemu seorang ahli hikmah bernama Affan. Dari lelaki inilah Buluqiya mendengar kisah tentang Nabi Sulaiman: seorang nabi sekaligus raja yang kekuasaannya tidak hanya mencakup manusia, tetapi juga jin, burung, angin, dan makhluk-makhluk yang tidak terlihat.

Affan kemudian menunjukkan arah lain. Jika ingin memahami rahasia Sulaiman, kata Affan, mereka harus mencari makamnya dan menelusuri jejak cincin yang pernah menjadi lambang kekuasaannya. Maka keduanya berangkat. Namun jalan menuju makam Sulaiman bukan jalan biasa. Mereka harus menyeberangi tujuh lautan. Setiap laut membawa mereka semakin jauh dari dunia manusia.

Di balik lautan-lautan itu terbentang kerajaan jin. Ada bangsa-bangsa ular yang memiliki kerajaan sendiri. Ada Ratu Ular yang menyimpan pengetahuan tentang alam gaib. Ada tumbuhan ajaib, sumber kehidupan, malaikat, dan berbagai makhluk yang dalam imajinasi hikayat menghuni lapisan-lapisan dunia.

Perjalanan itu akhirnya membawa mereka menuju Gunung Qaf—gunung yang dalam kosmologi lama dipercaya berada di batas dunia manusia. Di sana, dunia seakan berhenti menjadi peta. Gunung bukan lagi sekadar gunung. Laut bukan lagi sekadar laut. Setiap tempat adalah pintu menuju alam lain. Setiap makhluk menjadi penjaga sebuah rahasia.

Menariknya, Buluqiya berangkat untuk mencari Nabi Muhammad SAW. Tetapi semakin jauh ia berjalan, semakin banyak hal lain yang ditemukannya: makam nabi, kerajaan jin, sumber kehidupan, malaikat, hingga batas kosmos. Barangkali memang demikian cara hikayat bekerja.

Manusia berangkat mencari sesuatu yang ia kenal, tetapi perjalanan membuatnya berhadapan dengan sesuatu yang jauh lebih besar dari apa yang semula ia cari. Buluqiya mencari seorang nabi. Namun di sepanjang jalan, ia justru diperlihatkan betapa luasnya alam Tuhan.

Tujuh lautan itu, pada akhirnya, bukan hanya jarak yang harus ditempuh. Ia adalah tujuh lapis ketidaktahuan yang harus diseberangi seorang pencari. Sebab semakin jauh manusia berjalan menuju rahasia dunia, semakin ia menyadari satu perkara sederhana: yang paling luas bukanlah dunia yang sedang ia jelajahi, melainkan rahasia Tuhan yang tidak pernah selesai ia pahami.

Tags: Kisah BuluqiyaKisah Hikmah
Previous Post

Muktamar NU 2026: Saatnya Menghidupkan Khitah Ekologis

Next Post

Kota Iram: Misteri dalam Al Quran dan Badai Gurun Pasir

BERITA MENARIK LAINNYA

Ketika Kekuasaan Kehilangan Akal Sehat, Membaca Novel Garcia Marquez
JURNAKULTURA

Ketika Kekuasaan Kehilangan Akal Sehat, Membaca Novel Garcia Marquez

25/08/2026
Quo Vadis NU Pasca Muktamar ke-35, Membaca Nahdlatul Ulama Hari Ini
JURNAKULTURA

Quo Vadis NU Pasca Muktamar ke-35, Membaca Nahdlatul Ulama Hari Ini

23/08/2026
Ruang Ambang: Alasan Mengapa Batas Desa, Jembatan, dan Persimpangan Jalan Diangkerkan
JURNAKULTURA

Ruang Ambang: Alasan Mengapa Batas Desa, Jembatan, dan Persimpangan Jalan Diangkerkan

13/08/2026

Anyar Nabs

BALKONDES Bonorejo Resmi Dibangun, Jadi Harapan Baru Untuk Mendorong Kemandirian Ekonomi Desa

BALKONDES Bonorejo Resmi Dibangun, Jadi Harapan Baru Untuk Mendorong Kemandirian Ekonomi Desa

29/08/2026
Kota Iram: Misteri dalam Al Quran dan Badai Gurun Pasir

Kota Iram: Misteri dalam Al Quran dan Badai Gurun Pasir

28/08/2026
Buluqiya dan Tujuh Lautan Menuju Ujung Dunia

Buluqiya dan Tujuh Lautan Menuju Ujung Dunia

27/08/2026
Muktamar NU 2026: Saatnya Menghidupkan Khitah Ekologis

Muktamar NU 2026: Saatnya Menghidupkan Khitah Ekologis

26/08/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: