Masjid Ibrahimi Palestina, Tragedi Situs Suci Tertua (2)
Ia telah melihat kekaisaran bangkit dan runtuh, para penguasa datang dan pergi, darah mengalir dan mengering. Mereka tahu, pada akhirnya,...
Read moreIa telah melihat kekaisaran bangkit dan runtuh, para penguasa datang dan pergi, darah mengalir dan mengering. Mereka tahu, pada akhirnya,...
Read moreMasalah pangan, pada akhirnya, bukan hanya soal produksi. Ia adalah identitas. Di banyak desa, orang tua masih ingat rasa nasi...
Read moreMasjid Ibrahimi, Hebron Palestina, adalah cermin bagi kita. Bahwa tempat suci dapat menjadi tempat paling profan ketika politik memasukinya. Bahwa...
Read morePerang selalu meninggalkan sesuatu yang tak tercatat dalam laporan militer: rasa takut yang menetap, kebebasan yang menyusut, dan harapan yang...
Read moreEkoteologi berangkat dari tiga pilar kunci: oikos, theos, dan logos sebagai pondasi merespon krisis lingkungan. Dalam Metode Padangan, saya melihat...
Read morePendidikan bukan sekadar transfer pengetahuan. Ia adalah api yang diwariskan lintas generasi. Energi memang penting, tanpanya lampu bisa padam. Tapi...
Read moreLAHORE, 1932. Malam itu, di sebuah kamar sederhana di dekat Gerbang Mochi, Lahore, seorang tokoh berusia 54 tahun duduk di...
Read moreKhat Kufi adalah geometri suci yang menjadi visualisasi firman, mengingatkan bahwa semesta alam ini pun tersusun dalam hitungan dan ukuran...
Read moreDan Idul Fitri, akhirnya, bukan garis akhir. Ia hanya sebuah cermin yang disodorkan secara tiba-tiba: lihatlah dirimu, tanpa hiasan, tanpa...
Read moreApakah kita masih perlu mengubah kebijakan publik? Ataukah justru ini saatnya Deregulasi: mengurangi kebijakan publik? Di negeri ini, kebijakan lahir...
Read more