Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Dari SMK Menuju Jawara Olimpiade Akutansi Nasional

Sandra Alfiani by Sandra Alfiani
18/07/2019
in Figur
Dari SMK Menuju Jawara Olimpiade Akutansi Nasional

Generasi muda Bojonegoro memiliki begitu banyak potensi. Terlepas dari potensi para atlet yang berlaga di PORPOV JATIM VI 2019 pada pekan lalu, dan mampu membawa nama Bojonegoro menjadi sepuluh besar dalam ajang tersebut. Kini kita melirik pada potensi yang dimiliki generasi muda Bojonegoro bernama Dewi Suci Prasetya

Gadis 20 tahun ini, dulu sempat tak terfikirkan masuk di Sekolah Menengah Kejuruan. Semasa duduk di bangku SMP dia selalu bemimpi masuk SMA Negeri 1 Bojonegoro. Tapi  kehendak Tuhan berkata lain.

Ia menceritakan pegalaman menarik selama perjalanan ia menemukan jati dirinya untuk mengikuti olimpiade akutansi dan menyandang status sebagai juara. Pada awalnya dia tidak tau menaung tentang dunia akuntansi, ia masuk di SMK NEGERI 1 BOJONEGORO jurusan akuntansi atas rekomendasi dari sang Ayah.

“Saya dulu sempat kecewa kepada keputusan orang tua saya. Bahkan saya baru bisa menerima kenyataan masuk di SMK saat duduk dibangku kelas XI (dua),” tukas gadis tersebut.

Dewi mengaku dia pertama tertarik mengikuti lomba akuntasi karena melihat kakak kelas yang menjadi juara satu di olimpiade akutansi tingkat nasional, dan saat upacara bendera dia maju kedepan dan mendapatkan hadiah secara simbolik apresiasi dari sekolah atas prestasinya.

Sejak saat itu, menset bahwa keren lho anak SMK bisa jadi juara di bidangnya lahir. Hingga akhirnya dia mulai berminat mengikuti bimbingan untuk mengikuti olimpiade yang sama.

Menurutnya, akutansi itu unik. Kurang lebih 15 kali Dewi membawa nama sekolah menjadi juara tingkat kabupaten, se-Jawa Bali, dan nasional.

Melalui prestasi yang telah ia dapatkan akhirnya ia sadar, bahwa setiap jalan hidup yang kita miliki pasti ada hikmah yang bisa kita petik.

“Setiap sekolah itu sama, gak ada yang jelek dan baik dari segi kualitas siswanya. Tapi siswa SMK yang berprestasi kurang terksposes, lain halnya dengan SMA. Selain itu saya juga pengen membuktikan bahwa anak SMK juga mampu bersaing dalam olimpiade bidang mereka sendiri,” ungkap Dewi.

Dari prestasi yang ia dapatkan, ia juga bisa membanggakan dirinya sendiri atas pencapaiannya, serta bisa membanggakan kedua orang tuannya juga. Hingga ia berfikir ia akan menemui kemudahan saat masuk dunia perkuliahan melalui jalur undangan atas prestasi-prestasi yang pernah dapatkan.

“Tapi berjuang tak semudah dan sesimple itu,” tukas Dewi.

Ia harus jatuh bangun mengikuti berbagai tes masuk perguruan tinggi muali dari tes SNMPTN, STAN, PMDK, UTUL UGM. Menurut pemikirannya akan mudah dengan dorongan prestasi yang ia dapat, tapi pada kenyataannya tidak.

“Benar memang bahwa peluang masuk anak lulusan SMK dan SMA itu beda. Tapi semua tergantung pada rezekinya. Mungkin rezeki saya harus berjuang lebih keras,” tukas gadis yang tinggal di Jl. Serma Abdullah tersebut.

Gadis berbadan mungil tersebut selalu mendapatkan dukungan dari orang tuanya untuk mengejar mimpinya masuk diperguruan tinggi. Hingga pada akhirnya ia bisa membuktikan bahwa ia bisa lolos tes SBMPTN di Universitas Airlangga Jurusan Akuntansi.

Dewi berharap bahwa kedepannya anak SMK bisa lebih semangat lagi dalam mengembangkan potensi dalam diri mereka. Bagi yang awalnya terkekang masuk di SMK yakinlah bahwa tak ada takdir yang salah. Tetaplah berjuang, mencoba menerima takdir, dan manfaatkan waktu yang sedang kalian jalani sebaik mungkin sehingga tidak menyesal pada akhirnya.

Saat ini, Dewi sedang menempuh pendidikan S1 Akuntansi semester lima. Kini mimpinya ingin tetap mengikuti olimpiade akuntansi, bisa keluar negeri entah itu saat lomba atau kegiatan kampus lainnya, lulus 3,5 tahun, mendapat sertifikasi Perpajakan, dan mengambil mata kuliah di semester atas Akuntansi ublik bidang Pengauditan.

Nabs, buat kalian yang awalnya memandang remeh anak SMK, mulailah merubah pola pikir kalian. Bahwa semua manusia pada kenyataannya sama, tinggal bagaimana ia mencoba menerima takdir mereka dan mengasah potensi diri, dan memanfaatkan waktu yang kalian miliki. Karena perjuangan tidaklah mudah.

Tapi yakinlah disetiap waktu yang menurutmu sebuah kegagalan, maka jika kamu mampu memanfaatkan dan mengambil hikmahnya maka kuasa tuhan dalam kebaikan selalu menyertaimu. Jadi jangan ragu masuk SMK kalian tetep bisa kok lanjut kuliah.

Tags: AkuntasiSMK
Previous Post

Motif Sisik Naga di Jersey Persibo saat Lawan Timnas U-19 Indonesia

Next Post

Takkan Berhenti, Film Garapan Anak SMA yang Juarai Festival Sinema Sekolah Provinsi Jatim

BERITA MENARIK LAINNYA

Obituari Jurgen Habermas: Jejak Demokrasi di Desa-desa Indonesia
Figur

Obituari Jurgen Habermas: Jejak Demokrasi di Desa-desa Indonesia

26/03/2026
Fazlur Rahman Khan, Sosok di Balik Lahirnya Terminal Haji Jeddah
Figur

Fazlur Rahman Khan, Sosok di Balik Lahirnya Terminal Haji Jeddah

20/03/2026
Bruno Guiderdoni: Keseimbangan Sains, Quran, dan Iman
Figur

Bruno Guiderdoni: Keseimbangan Sains, Quran, dan Iman

18/03/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Batu Bara dan Piring Kosong

Batu Bara dan Piring Kosong

28/04/2026
Salat, Ritual Sunyi di Tengah Hiruk Pikuk Zaman 

Salat, Ritual Sunyi di Tengah Hiruk Pikuk Zaman 

27/04/2026
Konser Musik Lintas Generasi bersama Ari Lasso dan Nostalgia dengan Bojonegoro

Konser Musik Lintas Generasi bersama Ari Lasso dan Nostalgia dengan Bojonegoro

26/04/2026
Ajian Panyirepan dan Peran Hidup: Hikmah Humor dan Pencurian (14)

Ajian Panyirepan dan Peran Hidup: Hikmah Humor dan Pencurian (14)

25/04/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: