Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Derai Air Mata di Bandara Halim Perdana Kusuma 

Suharno by Suharno
01/10/2021
in Cecurhatan
Derai Air Mata di Bandara Halim Perdana Kusuma 

Ada pertemuan ada perpisahan. Ada kedatangan ada juga kepulangan. Hidup, kadang berlumur kebahagiaan. Kadang berurai air mata. 

Bang Yogi, Bang Ghifar, Iqbal my buddy dan teman lainya sudah saya anggap seperti keluarga sendiri.

Ketika saya masih berada dalam penjara suci, mereka yang mengajarkan banyak hal yang tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata.

Tiba acara graduasi. Bergema dengan meriah walaupun yang menyaksikan hanya puluhan orang saja.

Setelah acara graduasi, banyak siswa yang menangis tersedu-sedu. Karena harus berpisah.

Dalam perpisahan tersebut, tak heran bila skenario itu sudah ada dan telah ditakdirkan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa.

Jarum jam terus berputar, dan mereka terus menangis, menangisi siapa saja yang ingin melangkahkan kaki untuk pulang.

Sedangkan saya, masih bingung mengapa saya hanya bersedih namun tidak bisa meneteskan air mata, ada apa dengan saya?

Walaupun banyak sekali teman yang berpamitan satu persatu, hingga akhirnya aku yang berpamitan dengan teman-teman Jambi dan para staf tentunya.

Tentu tidak akan pernah saya lupakan, walau saban hari menyuruh kami angkat sendok.

Tepat pukul 21.00 WIB, saya berangkat ke bandara dengan rekan yayasan P4S yang bernama Syelvany Safitri.

Ketika di perjalanan saya muntah-muntah. Itu bukan karena saya lemah tetapi karena saya sedang menikmati perjalanan pulang menuju kampung halaman.

“Oh, nikmatnya”, sanubari berkata. Mabuk perjalanan ini membuat saya sadar bahwa apa yang dimuntahkan tidak bisa di telan kembali begitu juga halnya perpisahan.

Tiba di bandara Halim Perdana Kusuma yang berada di Jakarta Timur sekitar pukul 00.00 WIB.

Dan saya bertanya kepada petugas bandara dan menanyakan dimana musalanya, Bang?

Setelah sampai di musala, saya langsung bergegas ke toilet. Dan nampak kawanku sedang mengantuk berat. Maka saya menyuruhnya untuk tidur dengan selimut.

Sarung baru pemberian Bang Dul saya gunakan untuk memberi kehangatan pada kawanku.

Karena saya kasihan melihat kawanku tidurnya tak nyenyak begitu pula dengkurnya tidak seirama.

Kemudian saya berusaha untuk tetap terjaga. Saya menjaga dia sekaligus barang-barang kami agar tidak hilang.

Malam berlalu, dan saya masih dalam gigitan nyamuk yang iseng menggangguku saat saya sedang membuat rangkaian kata-kata ini.

Dan ketika itu pula, saya meneteskan air mata saat melihat foto profil WA Bung Dul atau Bang Yogi, rindu menyelimuti kesedihanku.

Begitu pula kepada Kak Ghifar yang tak pernah bosan dalam membimbingku dan mengajariku apa arti tauhid.

Begitu pula Iqbal my buddy, selalu teringat dengannya ketika saya sedang melihat kisah-kisahnya yang diunggah di sosial media.

“Ohhh…kawan, saya rindu kalian”.

 

Jakarta, September 2021

 

Suharno adalah laki-laki berdarah Jawa yang suka berkelana. Lahir, tumbuh, dan berkembang dalam dekapan alam Borneo bagian tengah.

 

 

Tags: PelajaranPerjalana.Perpisahan
Previous Post

Ki Hadjar Dewantara dan Sistem Pendidikan Among Yang Terlupakan

Next Post

Hari Batik Nasional dan Kharisma Nusantara

BERITA MENARIK LAINNYA

Di Kebun Singkong: Percakapan tentang Benih, Anak-anak, dan Masa Depan
Cecurhatan

Di Kebun Singkong: Percakapan tentang Benih, Anak-anak, dan Masa Depan

02/06/2026
Jejak Intelijen Indonesia dan Tokoh di Baliknya
Cecurhatan

Jejak Intelijen Indonesia dan Tokoh di Baliknya

29/05/2026
Sebuah Saung di Pinggir Sawah Seleksi Tanaman, Klaten. Sore Hari
Cecurhatan

Sebuah Saung di Pinggir Sawah Seleksi Tanaman, Klaten. Sore Hari

28/05/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Kisah Soekarno dan Marhaen, Petani Bandung yang Menginspirasi Lahirnya Marhaenisme

Kisah Soekarno dan Marhaen, Petani Bandung yang Menginspirasi Lahirnya Marhaenisme

02/06/2026
Di Kebun Singkong: Percakapan tentang Benih, Anak-anak, dan Masa Depan

Di Kebun Singkong: Percakapan tentang Benih, Anak-anak, dan Masa Depan

02/06/2026
Sang Pengasuh dalam Bayang-Bayang Sejarah: Kisah Sarinah dan Jejaknya dalam Hidup Soekarno

Sang Pengasuh dalam Bayang-Bayang Sejarah: Kisah Sarinah dan Jejaknya dalam Hidup Soekarno

01/06/2026
Ekspedisi Naga Api Menelisik Situs Janjang dan Sejarah Perminyakan Pra-Kolonial

Ekspedisi Naga Api Menelisik Situs Janjang dan Sejarah Perminyakan Pra-Kolonial

31/05/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: