Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Ki Hadjar Dewantara dan Sistem Pendidikan Among Yang Terlupakan

Moh. Bahrul Hikam by Moh. Bahrul Hikam
30/09/2021
in Figur
Ki Hadjar Dewantara dan Sistem Pendidikan Among Yang Terlupakan

Sistem pendidikan Among merupakan gaya edukasi khas Indonesia yang lahir dari pemikiran Ki Hadjar Dewantara, bapak pendidikan Indonesia. Sayangnya, mulai terlupakan. 

Perlu kita ketahui dan sadari, kita berada di negara yang kaya akan budaya. Ya, Indonesia. Dimana negara yang terdiri dari banyaknya Pulau, Suku, Ras dan Agama. Tentu, bukan suatu hal yang mudah untuk mengatur itu semua. Apalagi mengatur sistem pendidikan.

Namun, apakah Indonesia tidak memiliki tokoh pendidikan. Tentu saja punya. Jika diluar kita bisa menemui Freire dengan Pendidikan Kaum Tertindasnya, Ivan Ilich dengan Deschooling Societynya dan Niel Postman dengan redivinisi nilai-nilai sekolahnya.

Indonesia memiliki sosok tokoh bapak Pendidikan yang tersohor namanya. Ya, siapa lagi kalau bukan beliau. Ki Hadjar Dewantara. Beliau memiliki nama asli Raden Mas Soewardi Soerjaningrat. Dan beliau Lahir di Yogyakarta pada tanggal 2 Mei 1889. Dari pasangan Kanjeng Pangeran Haryo Soeryaningrat dan R.A Sandiah. Dan beliau masih keturunan bangsawan kerajaan Sri Sultan Hamengkubuwono 1.

Beliau sudah memiliki semangat yang tinggi sejak masih anak-anak. Ditambah lagi beliau berawal dari keluarga yang mampu untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Sehingga beliau sempat mengeyam pendidikan di Kweekschool. Namun,itu hanya bertahan dalam waktu satu tahun saja.

Pada tahun 1905. Beliau melanjutkan jenjang pendidikannya di sekolah dokter Stovia Jakarta. Mulai dari sini beliau mulai aktif di kegiatan-kegiatan Organisasi. Beliau bersama sahabat-sahabatnya aktif di organisasi Boedi Oetomoe. Yang pergerakan politiknya cukup dikhawatirkan oleh Belanda.

Setelah melewati dinamika dalam berproses di organisasi. Tepat pada 3 Juli 1922. Beliau mendidirkan lembaga Taman Siswa. Bukan tanpa sebab. Beliau mendirikan ini karena melihat kungkungan Kolonialisme Belanda yang semakin menjadi-jadi. Dimana pendidikan yang tidak merata terjadi di indonesia.

Berdasarkan kondisi tersebut, beliau kemudian merumuskan sistem pendidikan yang lebih humanis dan bisa diakses oleh sebagian besar masyarakat pribumi. Gagasan tersebut diwujudkan dalam lembaga pendidikan Taman Siswa. Lembaga pendidikan ini sendiri bermaksud mengcounter sistem pendidikan kolonial yang bersifat intelektualis, individualis, dan materialistis.

Karena menurut beliau pendidikan dan pengajaran sebenarnya harus bersifat memelihara tumbuhnya benih-benih kebudayaan. Sesuai dengan prinsip pedidikan beliau.

Selain itu beliau juga menerapkan Sistem Among. Yang mana ditetapkan beliau menjadi 7 asas taman siswa pada tahun 1922. Dimana beliau menginginkan bahwa setiap anak harus hidup sesuai kodratnya sehingga akan tumbuh kemajuanya untuk merdeka.

Dan pendidikan yang beralaskan paksaan itu sama saja memperkosa batin setiap anak. Menurut beliau alat pendidikan yaitu pemeliharaan dengan sebesar perhatian untuk mendapat tubuh kembangnya setiap anak.

Selain itu beliau juga menekankan pentingnya hidup dalam kesenian, peradaban dan keagamaan. Semua itu adalah kekayaan nasional yang tersimpan dalam bating bangsa kita. Sehingga langkah bangsa kita menuju kejayaan jaman baru akan berhasil.

Maka dari itu beliau sangat menganjurkan bahwa setiap anak harus di dekatkan hidupnya dengan kehidupan rakyat. Agar mereka tidak mendapat pengetahuan saja, melainkan mendapatkan pengalaman sehingga tidak akan terpisah oleh kehidupan rakyat.

Tags: AmingKi Hadjar DewantaraTaman Siswa
Previous Post

Wangi Bunga Mawar Ibu Kota dan Bau Anyir Darah di Lubang Buaya

Next Post

Derai Air Mata di Bandara Halim Perdana Kusuma 

BERITA MENARIK LAINNYA

Obituari Jurgen Habermas: Jejak Demokrasi di Desa-desa Indonesia
Figur

Obituari Jurgen Habermas: Jejak Demokrasi di Desa-desa Indonesia

26/03/2026
Fazlur Rahman Khan, Sosok di Balik Lahirnya Terminal Haji Jeddah
Figur

Fazlur Rahman Khan, Sosok di Balik Lahirnya Terminal Haji Jeddah

20/03/2026
Bruno Guiderdoni: Keseimbangan Sains, Quran, dan Iman
Figur

Bruno Guiderdoni: Keseimbangan Sains, Quran, dan Iman

18/03/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Diaspora Iran sebagai Komunitas Paling Berpendidikan di Amerika Serikat (1)

Diaspora Iran sebagai Komunitas Paling Berpendidikan di Amerika Serikat (1)

18/04/2026
‎Outing Class, Membangun Tradisi Belajar yang Kontekstual

‎Outing Class, Membangun Tradisi Belajar yang Kontekstual

17/04/2026
Kemarau yang Datang Lebih Awal

Kemarau yang Datang Lebih Awal

16/04/2026
‎Komisi B DPRD Bojonegoro Ungkap Hambatan Pendirian KDKMP di Sejumlah Desa

‎Komisi B DPRD Bojonegoro Ungkap Hambatan Pendirian KDKMP di Sejumlah Desa

15/04/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: