Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Di Bojonegoro, Tanggul Bengawan Solo Bisa Jadi Aset Wisata

Bakti Suryo by Bakti Suryo
05/05/2019
in Destinasi
Di Bojonegoro, Tanggul Bengawan Solo Bisa Jadi Aset Wisata

Kabupaten Bojonegoro dilintasi sungai Bengawan Solo. Ini menyebabkan Bojonegoro kerap terkena banjir. Keberadaan jalan tanggul Bojonegoro mampu hadang air sekaligus jadi akses lintasan.

Tanggul dibuat di samping trotoar jalan. Namun, terdapat pula tanggul tinggi yang dibuat memanjang. Tanggul ini bukan hanya sebagai penahan air luapan Bengawan Solo. Sebab, ia juga berfungsi sebagai akses jalan.

Panjang tanggul yang terdapat di Bojonegoro mencapai panjang hampir 4 kilometer dan melewati 4 desa di Bojonegoro. Jalan di atas tanggul ini dibagi menjadi 2 bagian.

Pertama, Jalan Kapten Rameli merupakan bagian tanggul yang ada di dua desa, Kelurahan Ledokkulon dan Ledokwetan. Jalan ini berbentuk melingkar di sepanjang bantaran Bengawan Solo. Mulai dari depan Gedung Serbaguna Bojonegoro hingga Masjid Al-Furqon Ledokkulon.

Dari gapura Jalan Kapten Rameli, permukaan jalan beraspal hingga pertigaan Musala Darul Ulum. Kondisi jalannya pun pecah-pecah seperti bibir kekurangan vitamin C.

Bagi pengendara yang lewat jalan ini, perlu berhati-hati. Butuh penglihatan mata elang agar bisa menghindari lubang jalan. Namun, kondisi jalan cukup lebar dan bisa dilalui mobil.

Setelah melewati Musala Darul Ulum, kondisi jalan mulai menyempit. Pavingnya berantakan seperti gigi burung kakak tua hinggap di jendela.

Bagian tengah mulai menggunduk dan banyak rumput yang tumbuh menjulang menantang awan. Akan tetapi, pemandangan yang terlihat di jalan ini, mampu membayarnya.

Suasana desa begitu terasa. Terdapat beberapa kandang sapi milik warga yang bisa dijumpai. Pemandangan hijau rerumputan juga menghiasai Lapangan Bola Also.

Di sampingnya, terdapat sungai purba terpanjang di Pulau Jawa. Ya, itulah sungai Bengawan Solo. Jalan ini sangat indah untuk dinikmati di sore hari. Namun, harus berhati-hati saat malam hari. Karena banyak lubangnya.

Kedua, jalan di tanggul sungai ini membelah tiga desa, yaitu Kelurahan Ledokkulon, Desa Kauman dan Kelurahan Klangon.

Jalan membentang mulai dari Kantor Kelurahan Ledokkulon mengarah ke selatan hingga masuk ke Jalan MH. Thamrin. Ujung jalan ini berada di depan Polres Bojonegoro.

Berdasarkan peta Google, jalan ini masih belum memiliki nama. Kedua ujung bagian jalan pun tidak terdapat plang nama jalan. Meski begitu, di sepanjang jalan terdapat bagian rumah penduduk yang tampak padat.

Pemukiman banyak berada di Desa Kauman dan Kelurahan Klangon. Sisanya masih terdapat semak belukar yang mirip hutan kecil. Itu berada di wilayah Kelurahan Ledokkulon.

Kondisi jalan berpaving sudah mulai bergelombang dan semburat. Hampir mirip seperti kodok yang siap meloncat ke berbagai arah. Rumput ilalang yang tinggi tumbuh di kanan-kiri dan bagian tengah. Jika tidak berhati-hati, pengguna jalan bisa terperosok ke bagian samping tanggul.

Pada sore hari, banyak anak-anak kecil bermain. Terdapat pula beberapa lapangan kecil yang biasa digunakan bermain sepak bola. Karena cukup banyak semak belukar, pemandangan terkesan dengan suasana alam yang begitu hijau.

Bisa Diberdayakan Sebagai Aset Wisata 

Jalan tanggul Bojonegoro sangat cocok untuk berolahraga sambil rekreasi. Pasalnya, jalan ini tidak banyak dilalui kendaraan bermotor. Hanya sesekali saja. Itu pun motor, bukan mobil.

Jalan tanggul Bojonegoro ini cukup unik. Sebenarnya, jalan ini sangat cocok dijadikan rute bersepeda saat sore hari. Namun, kondisi jalan yang kurang baik membuat kurang nyaman.

“Kalau mau dimaksimalkan untuk wisata atau jalur bersantai tentu sangat bisa,” kata Muhdany, salah seorang warga.

Dia menjelaskan, jarang ada lokasi memiliki tanggul yang bisa dilintasi banyak kendaraan. Selain itu, jaraknya cukup panjang. Bahkan, di sebelah sisinya ada pemandangan sungai.

Nabs, andai pemerintah kreatif, tentu jalan tanggul Bojonegoro bisa dimaksimalkan jadi aset ruang bersantai dan berolahraga. Bahkan, bisa jadi aset wisata.

Tags: Aset Wisata BojonegoroJalan Tanggul Bojonegoro
Previous Post

5 Lagu Religi yang Berpotensi Sering Kamu Dengar Selama Ramadhan 2019 Ini

Next Post

Syekh Hatim dan Upaya Menyembunyikan Kentut Perempuan

BERITA MENARIK LAINNYA

Mesquita De La M-30: Masjid dan Pusat Budaya Islam di Madrid Spanyol
Destinasi

Mesquita De La M-30: Masjid dan Pusat Budaya Islam di Madrid Spanyol

09/04/2026
‎Baabus Shofa, Masjid dengan Pintu yang Selalu Terbuka
Destinasi

‎Baabus Shofa, Masjid dengan Pintu yang Selalu Terbuka

06/04/2026
‎Waduk Norjo, Wisata Nggawan Kembar di Bojonegoro
Destinasi

‎Waduk Norjo, Wisata Nggawan Kembar di Bojonegoro

29/03/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Batu Bara dan Piring Kosong

Batu Bara dan Piring Kosong

28/04/2026
Salat, Ritual Sunyi di Tengah Hiruk Pikuk Zaman 

Salat, Ritual Sunyi di Tengah Hiruk Pikuk Zaman 

27/04/2026
Konser Musik Lintas Generasi bersama Ari Lasso dan Nostalgia dengan Bojonegoro

Konser Musik Lintas Generasi bersama Ari Lasso dan Nostalgia dengan Bojonegoro

26/04/2026
Ajian Panyirepan dan Peran Hidup: Hikmah Humor dan Pencurian (14)

Ajian Panyirepan dan Peran Hidup: Hikmah Humor dan Pencurian (14)

25/04/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: