Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Forum Rembug Desa: BI Gelar Pemetaan Penghidupan Berkelanjutan di Desa Sendangharjo Ngasem

Khusnun Najih by Khusnun Najih
29/07/2025
in Peristiwa
Forum Rembug Desa: BI Gelar Pemetaan Penghidupan Berkelanjutan di Desa Sendangharjo Ngasem

Kegiatan SLA di Desa Sendangharjo Ngasem

‎Rumah Kepala Desa (Kades) Sendangharjo, Ngasem, Bojonegoro, terlihat riuh bergembira (28/7/2025). Sejumlah warga dan perangkat desa tampak bersahut-sahutan penuh tawa, saling terlibat memberi masukan dalam menyusun profil penghidupan desa. Mereka terlihat gayeng dalam agenda Forum Rembug Desa yang diadakan Bojonegoro Institute (BI) bekerjasama Ford Foundation tersebut.
‎
‎Forum Rembug Desa merupakan forum kolaborasi multipihak yang diinisiasi BI, dalam rangka memetakan profil penghidupan maayarakat serta potensi desa berbasis Sustainable Livelihood Approach (SLA) atau Pendekatan Penghidupan Berkelanjutan.

‎Selain pemetaan profil penghidupan masyarakat, juga bertujuan untuk memetakan faktor-faktor kerentanan yang berpengaruh terhadap masyarakat setempat, Hasil pemetaan ini kemudian digunakan sebagai bahan merumuskan strategi, kapasitas dan kegiatan yang dibutuhkan untuk mewujudkan penghidupan layak dan berkelanjutan di kawasan desa tersebut.

Kegiatan Pemetaan Penghidupan Berkelanjutan di Desa Sendangharjo Ngasem (28/7/2025)

‎
‎Sebagai pengetahuan umum, Desa Sendangharjo Ngasem merupakan kawasan agraris di tengah hutan Bojonegoro. Selain itu, Desa Sendangharjo ini termasuk dalam Ring II kawasan Migas Bojonegoro. Namun, Data Mandiri Kemiskinan Daerah (Damisda) semester 1 2024 menyebut, jumlah penduduk miskin di Sendangharjo sebanyak 573 jiwa, menempati urutan kedua terbesar di Bojonegoro. Data ini, tentu memantik perhatian untuk dipelajari.

‎
‎Sebab, secara geografis, Sendangharjo adalah desa yang di dalamnya terdapat wisata Kayangan Api, salah satu geosite yang diakui UNESCO, sekaligus tempat wisata andalan Bojonegoro. Namun, dengan status kemiskinan rangking kedua di Bojonegoro, menunjukan fakta bahwa kemajuan tempat tak serta merta memajukan masyarakatnya.
‎
‎Direktur Bojonegoro Institute, AW Syaiful Huda mengatakan, terlepas keberadaan wisata Kayangan Api, Desa Sendangharjo merupakan desa yang memiliki jejak peradaban masyarakat hutan “Alas Gebang” yang menyejarah. Desa ini memiliki banyak potensi, yang didukung ekosistem kebudayaan lengkap, baik dari sisi peninggalan benda kuno maupun warisan budaya tak benda. Hanya, selama ini, besarnya potensi di desa ini belum dioptimalkan .
‎
‎”Potensi-potensi ini yang coba kami gali, untuk mengintegrasikannya dengan kekuatan ekonomi masyarakat” ucap AW.
‎
‎Sementara Kepala Desa Sendangharjo, Yus Kariyanto mengucap terimakasih pada kawan-kawan BI yang telah mengadakan pemetaan partisipatif di desanya. Dia mengatakan, kegiatan ini memberi suntikan semangat untuk melakukan bermacam inovasi berbasis kearifan lokal. Yus menyatakan, pihaknya bakal mengembangkan wisata edukasi budaya, yang diintegrasikan dengan wisata Kayangan Api yang mendapat pengakuan UNESCO tersebut.
‎
‎”Sehingga site wisatanya memang di Kayangan Api. Tapi nilai-nilai, tradisi, serta pengetahuan lokalnya justru ada di Sendangharjo” ucapnya.
‎‎
Berdasarkan hasil pemetaan SLA, muncul beberapa ide gagasan dan aspirasi warga terkait pengembangan potensi desa serta peningkatan penghidupan berkelanjutan warga. Dalam segi pertanian misalnya, untuk mengatasi masalah irigasi, Pemdes merencanakan akan revitalisasi waduk, memperbanyak resapan air (biopori). Selain itu juga akan menggalakkan penanaman jenis pohon endemic lokal yang memiliki kemampuan menyimpan air cukup besar.

Yus Kariyanto bercerita, pihaknya pernah melakukan pemetaan sumber air dengan citra satelit, menggandeng sejumlah ahli. Dan memang tidak ditemukan sumber air. Bahkan, pihaknya pernah melakukan pengeboran di lokasi tersebut. Namun yang keluar bukan air, tapi api.

“Pernah kami bor. Yang keluar bukan air, tapi api” pungkasnya.

Tags: Bojonegoro InstituteForum Rembug DesaSustainable Livelihood Approach
Previous Post

Sancaka dan Begawan Utara

Next Post

Di Tengah Hiruk Pikuk Layar Visual, Apakah Kertas Masih Hidup?

BERITA MENARIK LAINNYA

Masyarakat Desa Sudu Bidik Pengelolaan Sampah Tingkat Kecamatan Gayam
Peristiwa

Masyarakat Desa Sudu Bidik Pengelolaan Sampah Tingkat Kecamatan Gayam

21/07/2026
Komisi B DPRD Bojonegoro Desak Pemkab Tuntaskan Relokasi Pedagang Pasar Kota ke TPS Pasar Wisata
Peristiwa

Komisi B DPRD Bojonegoro Desak Pemkab Tuntaskan Relokasi Pedagang Pasar Kota ke TPS Pasar Wisata

17/07/2026
NUTASIMPHONY Vol. 2 Meriahkan Dies Natalis ke-9 UKM Musik NU-Tasi UNUGIRI, Perkuat Kolaborasi Musisi Kampus Jawa Timur
Altertainment

NUTASIMPHONY Vol. 2 Meriahkan Dies Natalis ke-9 UKM Musik NU-Tasi UNUGIRI, Perkuat Kolaborasi Musisi Kampus Jawa Timur

12/07/2026

Anyar Nabs

Masyarakat Desa Sudu Bidik Pengelolaan Sampah Tingkat Kecamatan Gayam

Masyarakat Desa Sudu Bidik Pengelolaan Sampah Tingkat Kecamatan Gayam

21/07/2026
Menyusuri Jejak Alam: Mahasiswa KKN Unigoro Petakan Potensi Desa Soko

Menyusuri Jejak Alam: Mahasiswa KKN Unigoro Petakan Potensi Desa Soko

21/07/2026
Relasi Kuasa dan Ketimpangan Sosial dalam Novel Cantik Itu Luka

Relasi Kuasa dan Ketimpangan Sosial dalam Novel Cantik Itu Luka

21/07/2026
Mahasiswa KKN Unigoro dan Bojonegoro History Temukan Koin Kuno Tiongkok di Lereng Desa Drenges

Mahasiswa KKN Unigoro dan Bojonegoro History Temukan Koin Kuno Tiongkok di Lereng Desa Drenges

20/07/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: