Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Green Day dan Hari Pengungsi Sedunia

Branda Lokamaya by Branda Lokamaya
20/06/2019
in Cecurhatan
Green Day dan Hari Pengungsi Sedunia

World Refugee Day kerap melempar ingatan saya pada lagu Green Day berjudul Life Before the Lobotomy.

World Refugee Day (Hari Pengungsi Sedunia) yang diperingati tiap 20 Juni, memang ditujukan untuk meningkatkan kesadaran kita akan kondisi dan nasib pengungsi di seluruh dunia. Tapi, sesungguhnya ada banyak pesan yang coba ditebar.

Diakui atau tidak, perkara pengungsi memang masih menjadi isu paling menyedihkan. Banyak manusia terusir dari rumahnya atas kesalahan yang mungkin tak pernah mereka ketahui.

Rumah, kau tahu, adalah satu-satunya ruang privat yang mampu menyimpan sedih dan bahagia. Sekaligus menjadikanmu diri sendiri. Siapapun dirimu di luar sana, rumah tahu siapa kamu yang sebenarnya.

Dan, apa yang terjadi saat kau harus dipisahkan dari ruang yang menjadikanmu diri sendiri. Itu baru rumah. Bagaimana jika tanah air? Bangsa? Berpisah dari keluarga, saudara dan segala.

Badan Urusan Pengungsi PBB (UNHCR) melaporkan, hampir 71 juta orang di berbagai penjuru dunia terpaksa mengungsi akibat perang, penindasan dan konflik – angka tertinggi sejak UNHCR didirikan sejak 70 tahun silam.

UNHCR mengatakan, lebih dari dua pertiga pengungsi di berbagai penjuru dunia berasal dari lima negara – Suriah, Afghanistan, Sudan Selatan, Myanmar, dan Somalia.

Dikutip dari Reuters, jumlah pengungsi di Suriah: 6,7 juta (2018) dan 6,3 juta (2017); Afghanistan: 2,7 juta (2018) dan 2,6 juta (2017), Sudan Selatan: 2,3 juta (2018) dan 2,4 juta (2017); Myanmar: 1,1 juta (2018), dan 1,1 Juta (2017); dan Somalia: 949.700 (2018) dan 986.400 (2017).

Ribuan hingga jutaan pengungsi tersebut, adalah manusia. Adalah makhluk yang sering kau temui di berbagai tempat. Seperti dirimu, mereka juga bisa bersedih. Meski, bisa jadi, mereka sudah lupa bagaimana cara bersedih.

Nabs, kesedihan dalam hidup itu nisbi. Sesedih-sedihnya kamu meratapi perkara cinta, masih banyak orang di dunia ini yang bersedih justru karena diusir dari negaranya.

Tiap mendengar kata pengungsi, atau World Refugee Day, kerap melempar ingatan saya pada lagu Green Day berjudul Life Before the Lobotomy. Pada lagu itu, suara Billie Joe terdengar begitu lirih dan melankolis.

Coba kau dengar Life Before the Lobotomy. Pakai headset. Pejamkan matamu. Dan renungkan. Betapa manusia, di mana saja, sama saja. Punya sedih dan rentan terluka.

Green Day memang band paling getol mengkritik kebusukan dan keegoisan pemerintah secara easy listening namun tak kehilangan kegaharannya.

Itu masih belum cukup. Green Day mampu menyederhanakan perkara yang harusnya tak sederhana. Green Day mampu menyederhanakan nada yang seharusnya tak sederhana.

Lagu-lagu macam Waiting, Holiday yang seolah tak ada urusannya dengan perang, sesungguhnya ada selipan tentang kritik akan kebusukan kebijakan yang memicu penindasan manusia.

21st Century Breakdown, Viva La Gloria, Warning, Minority, hingga Jesus of Suburbia, menyuarakan tentang manusia dan kemanusiaan. Sekaligus bagaimana mereka kehilangan hak-haknya karena manusia lainnya.

Belum lagi yang judulnya lebih vulgar macam 21 Guns atau Peacemaker  atau lagu perlawanan paling populer: American Idiot. Semuanya menyuarakan bahwa perang tak bisa jadi opsi.

Sayang, saya sudah jarang mengikuti perkembangan lagu-lagu Green Day terbaru. Sehingga, tak bisa mengumpulkan lagu-lagu di atas dengan rapi sesuai album.

Lagu-lagu Green Day kerap menunjukkan ketidaksetujuan akan perang dan penindasan. Dan lagu berjudul Life Before the Lobotomy adalah satu di antara banyak lagu Green Day tentang penindasan. Khususnya pengungsi.

Sesungguhnya, banyak sekali band ataupun musisi yang lagunya menyenggol urusan kemanusiaan dan pengungsi. Namun, karena tak banyak yang saya ketahui, jadi hanya Green Day saja yang jadi pembahasan.

Selain karena Green Day punya banyak pengaruh pada band-band setelahnya, ia band yang konsisten dan mampu mengepopkan mazhab musik yang harusnya sulit menjadi pop.

Saya percaya jika lagu — layaknya puisi ataupun karya sastra berbentuk apa saja — tak terlalu berpengaruh pada kekejaman manusia pada manusia lainnya. Sebab, tak semua manusia mampu mendengar-rasakan pesan-pesan yang disampaikan.

Namun, setidaknya, karya-karya itu  mampu menunjukkan bahwa di dunia ini, masih banyak yang peduli akan kondisi manusia lainnya. Dengan berbagai macam cara, tentu saja.

Nabs, selain meningkatkan kesadaran akan kondisi dan nasib pengungsi, World Refugee Day atau Hari Pengungsi Sedunia, secara tersirat, menebar pesan bahwa seluruh manusia di dunia ini sejatinya sekadar mengungsi. Tak ada yang bertempat secara abadi. Sebab tak ada yang abadi.

Tags: Green DayHari Pengungsi SeduniaWorld Refugee Day
Previous Post

Duet Legendaris Resmi Latih Persibo Bojonegoro

Next Post

Usai Kenalkan Pelatih Baru, Persibo Langsung Gelar Seleksi Terbuka

BERITA MENARIK LAINNYA

Batu Bara dan Piring Kosong
Cecurhatan

Batu Bara dan Piring Kosong

28/04/2026
Salat, Ritual Sunyi di Tengah Hiruk Pikuk Zaman 
Cecurhatan

Salat, Ritual Sunyi di Tengah Hiruk Pikuk Zaman 

27/04/2026
Ajian Panyirepan dan Peran Hidup: Hikmah Humor dan Pencurian (14)
Cecurhatan

Ajian Panyirepan dan Peran Hidup: Hikmah Humor dan Pencurian (14)

25/04/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Batu Bara dan Piring Kosong

Batu Bara dan Piring Kosong

28/04/2026
Salat, Ritual Sunyi di Tengah Hiruk Pikuk Zaman 

Salat, Ritual Sunyi di Tengah Hiruk Pikuk Zaman 

27/04/2026
Konser Musik Lintas Generasi bersama Ari Lasso dan Nostalgia dengan Bojonegoro

Konser Musik Lintas Generasi bersama Ari Lasso dan Nostalgia dengan Bojonegoro

26/04/2026
Ajian Panyirepan dan Peran Hidup: Hikmah Humor dan Pencurian (14)

Ajian Panyirepan dan Peran Hidup: Hikmah Humor dan Pencurian (14)

25/04/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: