Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro bakal gelar Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026. Even budaya tahunan ini, digelar di Alun-alun Bojonegoro pada Rabu (17/6/2026) hingga Sabtu (20/6/2026). Mengusung tema “Wastrane Bojonegoro Membumi lan Ngamboro ing Bawono”, festival ini jadi wadah pelestarian budaya sekaligus penguatan sektor ekonomi kreatif (ekraf) daerah.
Berbagai kegiatan akan mewarnai festival tersebut. Mulai dari pameran batik dan aksesoris, talkshow, fashion show, lomba menggambar, lomba mewarnai, lomba mendongeng, hingga hiburan musik yang menghadirkan sejumlah bintang tamu seperti Dudy Oris, Jihan Audy, dan Tasya Rosmala. Kegiatan ini akan diikuti sejumlah pengrajin batik dan pelaku ekonomi kreatif.
Dalam konteks Bojonegoro, wastra batik bukan hanya karya seni. Namun identitas budaya yang mengandung nilai sejarah, filosofi, dan kearifan lokal dari masa silam. Secara literatur, wastra batik disinggung dalam Prasasti Telang (903 M) dan Prasasti Sangsang (907 M), sebagai widihan kalyaga, kain istimewa yang dipersembahkan raja untuk para Brahmana di kawasan Telang Sotasrungga.
Telang Sotasrungga merupakan kawasan sungai berperadaban kuno yang kini masuk wilayah Malo, Kalitidu, hingga Trucuk. Di tempat ini, sejak seribu tahun lalu, sudah terdapat lanskap budaya masyarakat yang tertulis di dalam prasasti. Termasuk keberadaan sejumlah profesi hingga jenis-jenis kriya yang berhubungan dengan kain istimewa.
“Dalam hal kain istimewa ini, saat ini kita peringati dengan kegiatan Wastra Batik Bojonegoro ini” ucap Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Bojonegoro, Andik Sudjarwo (13/6/2026).
Baca Juga: Wastra Batik Bojonegoro Tercatat sejak Seribu Tahun Lalu
Andik mengatakan, pemahaman atas nilai-nilai luhur masa lalu sangat penting bagi kehidupan masyarakat hari ini. Termasuk pengetahuan mengenai kebijaksanaan lokal yang ada di Bojonegoro. Karena itu, pihaknya juga menyiapkan cuplikan film pendek mengenai sejarah Wastra Batik di Bojonegoro. Ini ditujukan agar generasi hari ini bisa mengambil tauladan dari para pendahulu.
“Jadi kegiatan ini akan dibuka dengan pemutaran cuplikan film pendek mengenai sejarah budaya di Bojonegoro” imbuh Andik Sudjarwo.
Lebih jauh Andik menyatakan, melalui agenda Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026, Pemkab Bojonegoro berkomitmen untuk terus mendorong pelestarian, pengembangan, dan promosi kebudayaan luhur, khususnya kain batik Bojonegoro sebagai warisan budaya dan penggerak ekonomi kreatif daerah. Sehingga tidak hanya bangga, tapi juga berdampak pada perputaran UMKM di bidang kriya.
Sementara itu, Kepala Disbudpar Bojonegoro, Elzadeba Agustina menyampaikan, festival ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk menampilkan kekayaan motif batik khas Bojonegoro. Selain itu, kegiatan Wastra Batik ini juga menjadi sarana memperkuat posisi Bojonegoro sebagai daerah yang kaya budaya dan inovasi.
“Festival ini diharap menjadi ruang kolaborasi untuk menampilkan kekayaan motif batik, kreativitas para pelaku usaha, serta memperkuat posisi Bojonegoro sebagai daerah yang kaya akan budaya dan inovasi,” ucapnya.
Melalui penyelenggaraan festival ini, kata Elzadeba, para peserta juga diharap dapat memanfaatkan momentum ini sebagai sarana promosi produk, pembelajaran, serta perluasan jaringan usaha. Sehingga, industri batik dan ekonomi kreatif di Bojonegoro dapat berkembang dan memiliki daya saing yang semakin kuat di tingkat regional maupun nasional.
Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 diharapkan menjadi perayaan budaya yang tidak hanya membanggakan warisan batik daerah, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian masyarakat melalui penguatan sektor UMKM kriya.








