Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Idul Fitri bersama Kanjeng Nabi Muhammad Saw

Ahmad Rofi' Usmani by Ahmad Rofi' Usmani
31/03/2025
in Cecurhatan
Idul Fitri bersama Kanjeng Nabi Muhammad Saw

Ilustrasi: Madina Al Munawarah

“Kemenangan sejati adalah ketika kita kuasa menjaga keikhlasan, ketika kita mampu memaafkan, dan ketika kita kuasa mencintai sesama sebagaimana kita mencintai diri sendiri.”

Pagi itu, Madinah al-Munawwarah bangkit dari tidurnya dengan cahaya yang berbeda. Langit seolah tersenyum lembut, menyambut hari yang dinanti-nantikan: Hari Idul Fitri, hari kemenangan selepas sebulan penuh berjuang melawan hawa nafsu. Hari di mana jiwa-jiwa yang telah disucikan oleh puasa, doa, dan tobat bersuka cita dalam kemuliaan.

Rasulullah Saw., sang pembawa cahaya Ilahi, memulai hari itu dengan penuh kesadaran dan keagungan. Beliau mandi, mengenakan pakaian terbaik, dan memercikkan wewangian yang harum. Seolah, beliau mempersiapkan diri untuk sebuah pertemuan agung dengan Sang Maha Pengasih, Allah Swt.

Dengan langkah tenang namun penuh makna, Rasulullah Saw. berangkat menuju tanah lapang di pinggir kota Madinah. Tempat itu dipilih bukan tanpa alasan. Di bawah langit terbuka, di tengah hamparan bumi yang luas, beliau ingin mengajarkan bahwa ibadah tidak terbatas pada dinding-dinding masjid. Namun, juga melingkupi seluruh semesta alam.

Sebelum berangkat, beliau memakan beberapa biji kurma dalam jumlah ganjil—sunnah sederhana yang sarat makna: kemenangan sejati dimulai dengan syukur atas rezeki yang dikaruniakan Allah Swt. Di tanah lapang, para sahabat telah berkumpul. Wajah-wajah mereka berseri, dipenuhi kegembiraan yang tulus.

Takbir bergema, menggetarkan hati, mengingatkan semua yang hadir akan kebesaran Allah Swt. Rasulullah Saw. kemudian mengimami shalat Idul Fitri dengan khidmat. Dua rakaat yang penuh makna, dengan takbir tambahan yang menggema, seolah mengajak setiap jiwa untuk mengangkat diri dari keterpurukan duniawi menuju ketenangan Ilahi.

Seusai melaksanakan shalat, Rasulullah Saw. menyampaikan khutbah. Suaranya yang lembut namun penuh wibawa mengalir bagaikan air bening, menyentuh dan membersihkan hati yang hadir. “Wahai umatku,” pesan beliau. “Hari ini adalah hari kemenangan. Ingatlah, kemenangan sejati bukanlah ketika kita mampu menahan lapar dan dahaga. Namun, ketika kita mampu menahan diri dari segala yang sia-sia, dari segala yang merusak hati dan pikiran. Kemenangan sejati adalah ketika kita kuasa menjaga keikhlasan, ketika kita mampu memaafkan, dan ketika kita kuasa mencintai sesama sebagaimana kita mencintai diri sendiri.”

Beliau juga mengingatkan tentang zakat fitrah, kewajiban yang harus ditunaikan sebelum shalat Idul Fitri. “Zakat fitrah adalah penyuci bagi orang yang berpuasa dari perbuatan sia-sia dan kata-kata kotor. Juga, sebagai pemberian makanan untuk orang miskin.” Pesan itu mengingatkan semua yang hadir bahwa kebahagiaan Idul Fitri harus dirasakan oleh setiap orang. Terutama mereka yang kurang beruntung.

Seusai berkhutbah, Rasulullah Saw. pulang dengan mengambil jalan yang berbeda dari jalan yang beliau lalui saat berangkat. Ini adalah sunnah beliau, sebuah tindakan kecil yang penuh makna: menebarkan salam dan kebahagiaan kepada lebih banyak orang serta memperlihatkan syiar Islam di setiap sudut kota. Sepanjang perjalanan, beliau menyapa umatnya dengan penuh kasih sayang, tersenyum kepada anak-anak, dan memastikan bahwa tiada seorang pun yang merasa terabaikan.

Hari itu, Madinah al-Munawwarah benar-benar menjadi kota penuh cahaya. Cahaya iman, cahaya kasih sayang, dan cahaya persaudaraan. Rasulullah Saw. mengajarkan, Hari Idul Fitri bukan sekadar ritual tahunan. Namun, juga momen untuk memperbarui komitmen sebagai hamba Allah, membersihkan hati, dan menebarkan kebaikan kepada seluruh semesta alam.

Ketika matahari mulai tenggelam, langit Madinah al-Munawwarah berubah menjadi kanvas indah, dipenuhi warna jingga dan merah. Rasulullah Saw. berdiri di pelataran Masjid Nabawi, memandang ke arah langit dan berdoa:

“Ya Allah, Pemilik keagungan dan kebesaran, Pemilik kemurahan dan kekuasaan, Pemilik ampunan dan rahmat, Pemilik ketakwaan dan pengampunan. Aku memohon kepada-Mu dengan hak hari ini, yang Engkau jadikan sebagai Hari Raya bagi kaum Muslimin, dan sebagai simpanan, kemuliaan, dan tambahan bagi Muhammad. Limpahkanlah rahmat dan berkah-Mu kepada Muhammad dan keluarga Muhammad. Masukkanlah aku ke dalam segala kebaikan yang Engkau masukkan ke dalamnya Muhammad dan keluarga Muhammad. Keluarkanlah aku dari segala keburukan yang Engkau keluarkan darinya Muhammad dan keluarga Muhammad. Rahmat dan berkah-Mu tercurah kepadanya dan kepada mereka. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kebaikan yang dimohon oleh hamba-hamba-Mu yang shaleh, dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang dimohon perlindungan oleh hamba-hamba-Mu yang shaleh.”

Kiranya, pelajaran hidup dari Hari Idul Fitri bersama Rasulullah Saw. ini tidak hanya menjadi kenangan semata. Namun, juga menjadi panduan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Mari kita jadikan setiap Hari Idul Fitri sebagai titik awal untuk menjadi pribadi yang lebih baik, lebih dekat kepada Allah Swt., dan lebih bermanfaat bagi sesama.

‘Eid Mubârak. Kullu ‘Âm wa Antum Bikhair.
Selamat Hari Idul Fitri 1446 H.
Kiranya, Kemenangan dan Kebahagiaan Sejati Menyertai Kita Semua.
Mohon Maaf, Lahir dan Batin.

Salam Takzim Kami,
Ahmad Rofi’ Usmani dan Keluarga.

Tags: Catatan Rofi' UsmaniIdul Fitri Bersama NabiMakin Tahu Indonesia
Previous Post

Mazhab Norwegia: Kiblat Sovereign Wealth Fund Dunia

Next Post

Hakikat Kemenangan

BERITA MENARIK LAINNYA

Pelajaran dari Luka yang Sama
Cecurhatan

Pelajaran dari Luka yang Sama

15/01/2026
Bismillah yang Hilang dan Hadir Kembali: Hikmah Humor dan Pencurian (13)
Cecurhatan

Bismillah yang Hilang dan Hadir Kembali: Hikmah Humor dan Pencurian (13)

13/01/2026
Mekanisme Kekerasan Sistematis dalam Tragedi 1965 Jawa Timur
Cecurhatan

Mekanisme Kekerasan Sistematis dalam Tragedi 1965 Jawa Timur

12/01/2026

Anyar Nabs

Pelajaran dari Luka yang Sama

Pelajaran dari Luka yang Sama

15/01/2026
Insiden Tendangan Kung Fu di Sepak Bola dan Rekomendasi Film Tentang Kung Fu

Insiden Tendangan Kung Fu di Sepak Bola dan Rekomendasi Film Tentang Kung Fu

15/01/2026
Pastikan Akses Pendidikan, Upaya Tingkatkan IPM Bojonegoro

Pastikan Akses Pendidikan, Upaya Tingkatkan IPM Bojonegoro

14/01/2026
Tambang Emas Ra Ritek: Suara Warga Trenggalek Terhadap Tambang Emas dalam Balutan Film Dokumenter

Tambang Emas Ra Ritek: Suara Warga Trenggalek Terhadap Tambang Emas dalam Balutan Film Dokumenter

14/01/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: