Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Mazhab Norwegia: Kiblat Sovereign Wealth Fund Dunia

A Wahyu Rizkiawan by A Wahyu Rizkiawan
29/03/2025
in Sainsklopedia
Mazhab Norwegia: Kiblat Sovereign Wealth Fund Dunia

Hikmah dan Mazhab Norwegia

Indonesia atau Bojonegoro, tampaknya harus menjadikan Norwegia sebagai mazhab gandulan sanad (metode percontohan), dalam pengelolaan Sovereign Wealth Fund.

Imam Al Ghazali dalam kitab Tibrul Masbuk fi Nasihatil Mulk pernah menyatakan: “Orang berakal menilai segala sesuatu dari esensinya (hikmah), bukan rupa kulitnya”. Sementara dalam kitab Maqashidul Hasanah, Imam Sakhawi pernah menulis: “Ambilah hikmah, tak akan merugikanmu, darimanapun ia berasal”.

Baca Juga: Dana Abadi Lingkungan, Sovereign Wealth Fund Bojonegoro 

Hikmah (esensi pengetahuan), memiliki kearifan yang bermanfaat bagi manusia. Dan Hikmah, tentu bisa muncul dari siapapun. Dua ulama besar di atas, menjelaskan betapa hikmah, bisa didapat dari manapun dan oleh siapapun. Tak peduli dari mana ia berasal dan berada, selama menyimpan kebaikan dan kebermanfaatan sosial bagi banyak orang, ia layak ditauladani.

Mazhab bermakna metode atau cara atau jalan dalam melalui sesuatu, atau memandang suatu hikmah. Dalam konteks Sovereign Wealth Fund (SWF), Norwegia terbukti sahih mampu menerapkan hikmah-hikmah pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) secara Khoirunnas Anfa’ahum Linnas. 

Negara Nordik berjuluk Norway itu, telah memberi suri tauladan baik dalam mengelola Sovereign Wealth Fund (SWF) — khususnya SWF bidang Sumber Daya Alam atau Natural Resources Fund (NRF), lebih khususnya lagi NRF bidang pendapatan Migas. Dalam pengelolaan Migas, Norwegia adalah mazhab (metode) yang bisa ditauladani.

Membaca Norwegia 

Berawal dari dana surplus perminyakan, Norwegia tumbuh menjadi Sovereign Wealth Fund (SWF) paling sukses di dunia, dengan total aset terbesar di dunia. Investasi SWF Norwegia tersebar di banyak perusahaan, surat berharga, dan properti di berbagai belahan dunia.

Membicarakan Norwegia, tentu tak sekadar pada jumlah besaran aset. Tapi tata kelola SWF. Hikmah dan ibrah dari Norwegia adalah kemampuan mengelola lembaga secara bebas kepentingan politik (rezim apapun tetap jalan), transparan, dan prinsipiil. Selain itu, kesuksesan SWF Norwegia berhubungan erat dengan strategi investasi yang prudent dan bijak dari para pengelolanya.

Secara geografis, Norwegia berada di wilayah Eropa Utara, lebih tepatnya kawasan Nordik. Wilayah ini memiliki banyak fjord — semacam teluk terbentuk dari lelehan gletser atau tumpukan es sangat tebal dan berat. Banyaknya fjord serta iklim cenderung dingin, membuat Norwegia, secara ekonomi, bergantung banyak pada sektor perikanan.

Namun, pola ekonomi bergantung pada perikanan ini, mulai berubah pasca Norwegia menemukan cadangan minyak di perairannya pada 1969. Temuan itu menjadikannya sebagai pemilik cadangan minyak terbesar di Eropa. Di sini terdapat poin penting. Norwegia mampu “mengelola” berkah alam itu secara sustainable (berkelanjutan).

Temuan cadangan minyak, mengubah struktur perekonomian Norwegia. Ekonomi Norwegia ditopang sektor Migas. Ketergantungan tinggi pada Migas, membuat pemerintah dan parlemen Norwegia khawatir akan prospek ekonomi mereka di masa depan. Di sini, terdapat poin penting: di tengah gelimang berkah alam, mereka masih mau menyempatkan diri memikirkan masa depan.

Hikmah Norwegia

Atas dasar kekhawatiran itu, pada 1990, Stortinget (Parlemen Norwegia) membentuk lembaga baru untuk mengelola dana surplus perminyakan melalui Norges Bank Investment Management (NBIM), yang diberi nama Government Pension Fund (GPF). Kelak, nama ini berubah jadi Government Pension Fund Global (GPFG).

Pada 2021 — 25 tahun setelah deposito pertama (1996) dilakukan — total aset GPFG meningkat menjadi USD 1,3 triliun. Angka ini membuat GPFG menjadi pengusung konsep Sovereign Wealth Fund dengan total aset terbesar di dunia. Nilai itu, menunjukan total aset GPFG tiga kali lipat lebih besar dari Produk Domestik Bruto (PDB) Norwegia tahun 2019 yang hanya sebesar USD 400 juta.

Keberhasilan GPFG dalam mengelola aset, tak lepas dari dukungan tata kelola kelembagaan yang baik. Semua pengelolaan juga dilakukan secara transparan dan dilaporkan secara berkala melalui laporan-laporan triwulan maupun tahunan, yang terbuka dan mudah diakses publik melalui situsnya.

Mazhab Norwegia

Pendekatan tata-kelola kelembagaan, investasi yang mandiri, transparan, dan prinsipiil, menjadi aspek penting dibalik kesuksesan Norwegia mengelola SWF. Ada sejumlah pelajaran penting dari SWF Norwegia yang sebaiknya bisa diterapkan di Indonesia secara umum, atau di Bojonegoro secara khusus.

Transparansi dan Akuntabilitas Keberhasilan SWF Norwegia sangat bergantung pada transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana. Di Norwegia, GPFG memastikan tiap keputusan investasi dapat dipertanggungjawabkan kepada publik. Indonesia atau Bojonegoro, harus memastikan bahwa pengelolaan Dana Abadi memiliki mekanisme transparansi yang memadai, agar publik dapat memantau dan memberi masukan terkait pengelolaan dana tersebut.

Pengawasan Ketat
Di Norwegia, pengawasan terhadap SWF dilakukan oleh berbagai pihak. Termasuk pemerintah, parlemen, dan masyarakat sipil. Pengelolaan SWF yang terpisah dari kepentingan politik, dan pelibatan Pengawas Independen, sangat penting dalam rangka menjaga integritas dana SWF tersebut. Indonesia atau Bojonegoro, juga memerlukan Pengawas Independen untuk memastikan pengelolaan Dana Abadi Migas berjalan kontinu.

Diversifikasi Investasi
Diversifikasi (penganekaragaman) investasi sangat penting. Salah satu kunci keberhasilan Norwegia, tidak hanya bergantung pada SDA, tapi juga berinvestasi di berbagai sektor seperti teknologi, infrastruktur, dan energi. indonesia (Danantara) atau Bojonegoro (Dana Abadi Migas), juga perlu mengembangkan portofolio investasi yang beragam, untuk memastikan stabilitas dan keberlanjutan dana, serta mengurangi ketergantungan pada satu sektor saja.

Konklusi

Istiqomahitas (konsistensi) Norwegia dalam memuliakan kesejahteraan masyarakatnya, sudah sepatutnya menjadi contoh bagi Indonesia (Danantara) atau Bojonegoro (Dana Abadi Migas), dalam mengelola Sumber Daya Alam. Ini penting untuk memastikan bahwa setiap ilmu butuh guru yang berkualitas. Dan butuh tali sanad yang jelas.

Tags: Hikmah NorwegiaMakin Tahu IndonesiaMazhab Norwegia
Previous Post

Perburuan Manuskrip Risalah Mustarsyidin di Paris: Misi Rahasia di Bawah Bayang-bayang Tentara Nazi

Next Post

Idul Fitri bersama Kanjeng Nabi Muhammad Saw

BERITA MENARIK LAINNYA

‎Medang Kamulan: Cikal Bakal Njipangan
Sainsklopedia

‎Medang Kamulan: Cikal Bakal Njipangan

10/08/2025
‎Desa Pungpungan, Peradaban Medang yang Terlupakan
Sainsklopedia

‎Desa Pungpungan, Peradaban Medang yang Terlupakan

05/08/2025
‎Sumbu Kosmologis Bojonegoro
Sainsklopedia

‎Sumbu Kosmologis Bojonegoro

30/07/2025

Anyar Nabs

Diaspora Iran sebagai Komunitas Paling Berpendidikan di Amerika Serikat (1)

Diaspora Iran sebagai Komunitas Paling Berpendidikan di Amerika Serikat (1)

18/04/2026
‎Outing Class, Membangun Tradisi Belajar yang Kontekstual

‎Outing Class, Membangun Tradisi Belajar yang Kontekstual

17/04/2026
Kemarau yang Datang Lebih Awal

Kemarau yang Datang Lebih Awal

16/04/2026
‎Komisi B DPRD Bojonegoro Ungkap Hambatan Pendirian KDKMP di Sejumlah Desa

‎Komisi B DPRD Bojonegoro Ungkap Hambatan Pendirian KDKMP di Sejumlah Desa

15/04/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: