Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Kagum dan Cinta di Masa Puber Pertama

Fia Khamidatul Aofa by Fia Khamidatul Aofa
19/09/2022
in Cecurhatan
Kagum dan Cinta di Masa Puber Pertama

Mencintai dan menggagumi, berbeda kosata, tapi konotasinya hampir sama. Ini bisa dirasakan dengan hati, bukan ucapan maupun tindakan.

Maret 2018, ketika saya masih sangat remaja dan menduduki kelas 2 SMP. Tanpa sengaja pada saya bertemu dengan dirinya. Dan semenjak itu, lika-liku kisah khas puber pertama saya dimulai.

Saya akan bercerita tentang dirinya. Sosok pria yang saya temui dengan tidak sengaja. Pada saat itu, kantin sekolah menjadi tempat awal perjuangan saya dan dia. Saya belum tahu siapa dia dan dari mana asalnya.

Tampangnya seperti santri yang mengabdi di pondok. Saya memanggilnya ‘Om’. Pasca pertemuan pertama di kantin, aku pun mencoba mencari tahu siapa dia sebenarnya.

Saya juga heran dengan perasaan saya ini. Apa jangan-jangan sering ketemu ini bisa membuat saya lebih penasaran lagi. Entah dari sisi mana. Saya juga tak pernah tahu hal itu.

Setelah agak lama kemudian, saya semakin mencari-cari dia. Siapa sih sebenarnya dia? Apa jangan-jangan orang istimewa. Tapi hati saya mengatakan, “dia terlihat istimewa”.

Panggilan ‘Om’ padanya, saya lakukan dengan spontan, dan hanya meniru teman saya. Di pertemuan pertama, tak heran jika perempuan penasaran. Tapi guna semua agar tidak tahu dengan hati saya ini. Saya biasa saja.

Yang terlintas dalam benak saya. Dia sudah mempunyai istri dan berkeluarga. Ternyata salah, dia masih jomblo dan masih istiqomah mengajinya. Jika saya mencoba cinta padanya. Ah, itu tidak mungkin bagi saya

Kali ini, saya benar-benar tak menjumpainya sama sekali. Entah di kantin, pondok maupun di jam-jam pelajaran sekolah. Dan akhirnya, pertemuan setelah dua tahun. Ini yang merubah keadaan saya.

Bagi saya. Menjumpai laki-laki seperti dia itu langka. Secara sederhana, jika seorang santri sudah belajar sungguh-sungguh. Bisa dipastikan, jika disuruh mengajar tapi mau. Tapi dia aneh, hampir ketika disuruh mengajar pasti tidak mau.
……
Lambat laun perjalanan yang saya alami. Ternyata hati ini juga bingung. Mau memastikan kabar tapi bukan siapa-siapa.

Singkat cerita pada akhir bulan desember 2021 saya dipertemukan lagi dengannya. Namun pertemuan ini tidak lagi di kantin sekolah, melainkan di ruang ujian. Ya, pada saat itu dia sedang mengawasi ujian, tapi dia tidak mengawasi ruangku, namun mengawasi ruang lain. Sayang sekali, andai saja yang diawasi ruangku. Bagaimana ya?

Saya tidak berjumpa dia kurang lebih 2 tahun, akhirnya di pertemukan lagi sebagai murid dan pengawas, dan kalian tau perasaan saya seperti apa? Biasa aja, ya karna namanya orang enggak punya rasa apa-apa. Mau dipisahkan selama bertahun-tahun juga nggak masalah, apalagi saya tidak kenal dia. Jadi ya biasa aja, wqwqwq.

Tapi pada saat itulah saya bisa mengenal namanya dari teman-teman sebangku. Mungkin bagi temanku yang mukim di pondok, dia bukan orang asing, tapi bagiku yang tidak mukin dia adalah orang asing, ketika aku mulai mengetahui namanya aku mulai sedikit mengenalnya.

Namun pada saat itu aku sedang mengagumi salah satu ustadz di pesantren saya. Dia adalah ustadz yang dengan sangat mudah mendapatkan hatiku, hanya dengan tatapan tajamnya. Dia adalah pria yang cuek, dingin, dan tak banyak bicara dengan santri putri.

Tapi beda lagi, ketika dia berinteraksi dengan santri putra dan berbeda lagi saat dia dengan kang santri dan ustadz-ustadz. Jadi intinya dia bisa menyesuaikan sifatnya di manapun dan kapanpun, dan dengan kecuekannya dia bisa membuatku tergila-gila sampai aku mengaguminya secara diam” Selama 2 tahun, Ok, itu singkat cerita tentang ustadz ku, dan sekarang kita kembali ke Kang Santri yang tadi.

Siapa sih Kang Santri itu? Tunggu cerita berikutnya.

 

Penulis adalah santriwati MA Darussalam Dungmas, Kedungrejo Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro.

Tags: Cerita CintaCinta PertamaKisah Anak SMA
Previous Post

Meriahkan HUT Ke-77 RI, Warga Ngantulan Adakan Jalan Sehat dan Pengajian

Next Post

Resep Berkawan UU ITE dan Alasan Kenapa dia Dilahirkan

BERITA MENARIK LAINNYA

Piala Dunia 2026 dan Para Bohemian Lapangan
Cecurhatan

Piala Dunia 2026 dan Para Bohemian Lapangan

09/07/2026
Menata Tanah, Menata Kesadaran: Filosofi Pacul ala Sunan Kalijaga
Cecurhatan

Menata Tanah, Menata Kesadaran: Filosofi Pacul ala Sunan Kalijaga

07/07/2026
Haul Ki Andong Sari ke-244: Ledok Kulon Kukuhkan Warisan Budaya Lewat Kirab dan Buku Historiografi
Cecurhatan

Haul Ki Andong Sari ke-244: Ledok Kulon Kukuhkan Warisan Budaya Lewat Kirab dan Buku Historiografi

06/07/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

NUTASIMPHONY Vol. 2 Meriahkan Dies Natalis ke-9 UKM Musik NU-Tasi UNUGIRI, Perkuat Kolaborasi Musisi Kampus Jawa Timur

NUTASIMPHONY Vol. 2 Meriahkan Dies Natalis ke-9 UKM Musik NU-Tasi UNUGIRI, Perkuat Kolaborasi Musisi Kampus Jawa Timur

12/07/2026
Porkab II Bojonegoro 2026 Resmi Ditutup, Pembinaan Atlet Berbasis Kecamatan Disiapkan Menuju Prestasi Nasional

Porkab II Bojonegoro 2026 Resmi Ditutup, Pembinaan Atlet Berbasis Kecamatan Disiapkan Menuju Prestasi Nasional

11/07/2026
Noyvich Manuscript: Di Antara Tumbuhan Asing, Rasi Bintang dan Bahasa yang Hilang (Bagian III)

Noyvich Manuscript: Di Antara Tumbuhan Asing, Rasi Bintang dan Bahasa yang Hilang (Bagian III)

10/07/2026
Piala Dunia 2026 dan Para Bohemian Lapangan

Piala Dunia 2026 dan Para Bohemian Lapangan

09/07/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: