Ki Hajar Dewantoro atau Raden Mas Soewardi Soerjaningrat (1889-1959 M), adalah tokoh penting dalam sejarah dunia pendidikan Indonesia. Ia dikenal sebagai intelektual, pendidik, dan tokoh pergerakan nasional Indonesia.
Ia menamatkan pendidikan dasar di Europeesche Lagere School, sekolah dasar khusus untuk anak-anak yang berasal dari kalangan Eropa. Ia juga sempat melanjukan ke jenjang yang lenih tinggi. Yakni Pendidikan Kedokteran di STOVIA.
Lahir sebagai generasi yang terdidik, kiprah besar Ki Hajar Dewantoro di dunia pendidikan, dimulai dari keberadaan Taman Siswa, sebuah lembaga pendidikan yang ia dirikan pada tahun 1922 di Yogyakarta.
Konsep pendidikan yang diterapkan di Taman Siswa adalah pendidikan berbasis kearifan lokal dan kehidupan sehari-hari masyarakat. Pendekatan ini bertujuan memperkuat identitas bangsa dan mengurangi pengaruh Barat yang dominan pada masa itu.
Selain sebagai pendidik, Ki Hajar Dewantoro aktif dalam gerakan perjuangan kemerdekaan Indonesia. Beliau terlibat dalam organisasi pergerakan nasional seperti Boedi Oetomo, Sarekat Islam, dan Partai Nasional Indonesia. Ia juga dikenal sebagai penulis, yang karyanya berfokus pada pendidikan, kebudayaan, dan perjuangan kemerdekaan.
Di antara karya-karya penting Ki Hajar Dewantoro adalah Pemikiran dan Usaha-usaha dalam Bidang Pendidikan (1930), Kebudayaan Jawa (1935), dan Masa Depan Pendidikan di Indonesia (1945). Karya-karyanya itu mengandung gagasan yang menginspirasi banyak orang dalam memperjuangkan kemerdekaan.
Ki Hajar Dewantoro wafat pada tanggal 26 April 1959 di Yogyakarta. Jasa-jasanya dalam bidang pendidikan dan perjuangan kemerdekaan, diakui oleh banyak pihak. Ia dianggap sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah bangsa Indonesia.








