Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Kucing di Kantor Kami dan Bagaimana Ia Malu-malu Manusia

Branda Lokamaya by Branda Lokamaya
13/04/2019
in Cecurhatan
Kucing di Kantor Kami dan Bagaimana Ia Malu-malu Manusia

Ada dua mamalia paling suka hidup di dalam rumah manusia secara insidental. Kalau nggak tikus ya kucing. Untuk kucing, tentu banyak yang menyukai sekaligus menganggapnya kawan dekat menggemaskan.

Di Runaba, kantor kami, entah sejak kapan, hidup seekor kucing. Ia tentu kucing liar yang diam-diam masuk ke kantor kami begitu saja. Dengan malu-malu manusia, kucing jantan itu suka mencari-cari sisa makanan di bawah kursi dan meja.

Saya percaya jika kucing ini kucing kesepian. Sejak kecil, hidup sendirian. Terbukti, selain tidak manja, ia juga agak penakut dengan manusia. Dia suka sekali bermain di halaman kantor. Sesekali dia nengok ke dalam, saat dipanggil, dia lari keluar.

Untungnya, selain menciptakan kucing, Tuhan juga menghadirkan manusia yang menyukai kucing. Manusia dan kucing punya hubungan emosional yang ajaib. Tiap ada kucing, pasti ada manusia yang menyukainya.

Di kantor kami, Widya adalah sosok yang peduli pada kucing. Dia orang pertama yang bisa akrab dengan kucing tersebut. Dia mudah kasihan pada kucing, “Kucyiing…. sini main ke sini,” kata Widya suatu hari. Tapi si kucing justru malah lari.

Sejak saat itu, Widya pun membeli makanan kucing. Saat si kucing berwarna hitam belang-belang itu main ke kantor, dia langsung menyodori makanan. Si kucing mulai jinak. Meski tetap saja malu-malu manusia.

Si kucing kian hari kian akrab dengan manusia. Terutama dengan Widya. Oleh Widya, kucing itu diberi nama. Ada sejumlah opsi nama yang disiapkan Widya. Mulai dari Runa, Naba, Ferguso hingga Tiger. Tapi, entah kenapa, Widya lebih suka memanggilnya Tole.

Menurut cerita dari Widya, Tole ini suka pacaran sambil sembunyi-sembunyi. Pernah suatu hari, Tole didatangi kucing betina ke kantor Runaba. Tapi tapi tapi, si Tole ini kayak nggak peduli dan sok-sokan cool sambil tiduran.

Nah, pas si kucing betina ngambek dan sebel dan memutuskan balik, eh si Tole langsung bangun dan mengejar si betina. Mungkin dia mbribik minta maaf. Bukankah itu mirip manusia ya? Suka caper tapi saat diperhatiin pura-pura cool.

Terlepas dari sifatnya yang malu-malu manusia, Tole menjadi makhluk yang menjaga kantor kami. Saat kami bepergian atau sedang tidak berada di kantor misalnya, Tole tetap bermain-main di sekitar kantor.

Saya membayangkan, mata si Tole yang awas, selalu berjaga dari berbagai marabahaya. Tak terkecuali, menjaga rumah kami, Runaba — asal tidak tidur, tentu saja.

Beberapa bulan lalu, kantor kami sempat disatroni maling. Kayu penopang jendela lecet dan ada bekas benda tumpul yang coba dicukilkan di atas penampang jendela. Untungnya, jendela tetap tak terbuka. Dan si maling gagal melakukan giat pencurian.

Kegagalan si maling, saya kira, tak lepas dari kontribusi positif si Tole. Bisa jadi, saat si maling menjalankan aksi, Tole tidak tinggal diam. Dia memeong dan glodakan di belakang.

Atau, yang lebih ekstrim: dia mengundang pacarnya buat kawin. Kau tahu kan, bagaimana polahnya kucing saat kawin. Dengan erangan suara yang memekakkan telinga, tentu bakal memicu siapapun bergidik ketakutan.

Kucing memang hewan pemalas. Nggak produktif. Kerjaannya monoton. Malam keluyuran, pagi sampai sore tidur-tiduran. Sudah gitu, malas mandi lagi. Bukankah itu mirip kamu? Iya, kamu.

Kucing menjadi utopia kehidupan hewan yang ideal dan diidam-idamkan. Saya menduga, banyak hewan lain yang menaruh iri pada kucing. Lha gimana nggak iri —- sudah malas, nggak pernah dikonsumsi, disayangi lagi.

Saya sempat heran juga. Masak iya, dengan bermodal tampang lutcuu dan menggemaskan, kucing mampu memikat hati banyak orang? Jangan-jangan, ia multiface. Sebab, di saat tertentu, ia kan seram dan pendiam dan misterius dan menakutkan. Hiii ~

Tapi, pada akhirnya, saya menyadari keistimewaan kucing. Kenapa banyak orang menyayanginya. Kucing itu hewan yang tenang dan sabar dan pandai menyembunyikan kemarahan. Dan, itu semua, dibalut dengan sifatnya yang pemalas.

Malas adalah kecenderungan alami semua makhluk hidup. Tak terkecuali, manusia. Nah, ketika manusia melihat kucing, bisa jadi, manusia sedang mengaktualisasikan kemalasan diri melalui si kucing. Hehe nggak mashook ya? Biarin.

Kucing itu tenang. Nggak gupuhan. Kalau sedang menginginkan sesuatu, dia bisa tampak seperti tidak menginginkan apa-apa. Tapi, gerakannya by target. Ibarat lelaki, kucing itu lelaki romantis dan lucu dan pemalu. Ibarat perempuan, kucing itu perempuan ginuk-ginuk dan kalem dan pemalu.

Sifat kucing yang kayak gitu, tentu bikin orang auto penasaran dan menyayanginya. Jadi, buat kamu yang pengen bikin orang lain auto penasaran dan menyayangimu, tidak ada salahnya kamu belajar dari kucing.

Ya, ya, ya, belajar malu-malu kucing dari kucing yang malu-malu manusia.

Tags: KucingRunaba
Previous Post

Sulitkah Mencari Pekerjaan di Era Digital?

Next Post

Dampak Pilpres bagi Eksistensi Pos Kampling di Bojonegoro

BERITA MENARIK LAINNYA

Antiklin Dandangilo: Lipatan Tektonik dan Jejak Rembesan Minyak Dangkal
Cecurhatan

Antiklin Dandangilo: Lipatan Tektonik dan Jejak Rembesan Minyak Dangkal

25/05/2026
Saat Bumi Terluka, Tubuh Ikut Merasakannya
Cecurhatan

Saat Bumi Terluka, Tubuh Ikut Merasakannya

24/05/2026
Percakapan di Tengah Hujan dengan Ivan Illich
Cecurhatan

Percakapan di Tengah Hujan dengan Ivan Illich

23/05/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Antiklin Dandangilo: Lipatan Tektonik dan Jejak Rembesan Minyak Dangkal

Antiklin Dandangilo: Lipatan Tektonik dan Jejak Rembesan Minyak Dangkal

25/05/2026
Saat Bumi Terluka, Tubuh Ikut Merasakannya

Saat Bumi Terluka, Tubuh Ikut Merasakannya

24/05/2026
Bojonegoro History Gelar Diskusi Ekspedisi Naga Api sebagai Upaya Penguatan Literasi Geopark Bojonegoro

Bojonegoro History Gelar Diskusi Ekspedisi Naga Api sebagai Upaya Penguatan Literasi Geopark Bojonegoro

24/05/2026
Percakapan di Tengah Hujan dengan Ivan Illich

Percakapan di Tengah Hujan dengan Ivan Illich

23/05/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: