Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Mahasiswa PAI UMM Kembangkan Metode Pembelajaran yang Inovatif dan Kreatif

Meila Weeke Alfulana by Meila Weeke Alfulana
30/09/2022
in Cecurhatan
Mahasiswa PAI UMM Kembangkan Metode Pembelajaran yang Inovatif dan Kreatif

Mahasiswa program studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus melakukan pengembangan metode pembelajaran yang tiada dua.

Nabs, PAI UMM selalu memberikan arahan kepada mahasiswanya untuk menghadirkan metode pembelajaran yang kreatif dan inovatif dalam proses pembelajaran.

Kali ini, mahasiswa PAI UMM dalam program asistensi mengajar, prodi PAI UMM di MTs Muhammadiyah 1 Malang, menghadirkan beberapa metode pembelajaran yang inovatif dan kreatif.

Hal tersebut dilakukan untuk tercapainya tujuan pembelajaran yang maksimal. Kelompok 1 yang terdiri dari 7 anggota mahasiswa asistensi mengajar memiliki kreativitas yang berbeda dalam pengembangan metode pembelajaran.

Salah satunya adalah metode pembelajaran puzzle, peta konsep, dan evaluasi “salah-benar”. Metode puzzle merupakan metode pembelajaran yang ditujukan sebagai evaluasi peserta didik dengan cara yang menyenangkan.

Pendidik akan menjelaskan materi pembelajaran, dilanjutkan dengan pembagian kelompok kecil dalam kelas, setelah kelompok terbagi, maka langkah selanjutnya adalah memberi waktu kepada peserta didik untuk memahami dan mengingat materi dalam 30 menit, Nabs.

Langkah berikutnya, peserta didik diberi kertas bufalo dan beberapa potongan materi acak di dalam sebuah amplop, peserta didik diminta untuk menyusun potongan puzzle tersebut.

Sebagai contoh, dalam mata pelajaran fiqih kelas 9 bab muamalah, peserta didik harus menyusun potongan puzzle yang berisi materi rukun jual beli, pengertian qiradh, khiyar, dan lain sebagainya.

Peserta didik juga diminta untuk menghias kertas bufalo sekreatif mungkin. Tujuannya agar anggota kelompok dapat berkontribusi dan bekerjasama dalam kelompok sesuai dengan kemampuannya.

Metode yang selanjutnya adalah metode evaluasi “salah-benar”. Serupa dengan metode sebelumnya, metode evaluasi “salah-benar” ditujukan untuk evaluasi harian setelah materi pembelajaran usai.

Nabs, langkah-langkah yang dilakukan dalam metode ini adalah pendidik menyiapkan papan yang ada kode salah dan benar, yang terbuat dari kardus dan ditempel dengan kertas bertuliskan kata “salah” di satu sisi dan satu sisi lagi, bertuliskan kata “benar”.

Langkah selanjutnya sama dengan metode sebelumnya, pendidik akan membagi kelas menjadi beberapa kelompok kecil dan memberi waktu kepada peserta didik untuk memahami dan mengingat materi selama 30 menit.

Setalah waktu habis, pendidik akan memberikan pernyataan kepada peserta didik dan peserta didik harus mengangkat papan “salah-benar” sesuai dengan pernyataan yang disampaikan.

Masing-masing kelompok akan diberi 10 point, bagi yang salah menjawab akan dikurangi 5 point dan bagi yang benar menjawab akan diberi 5 point.

Sebagai contoh, dalam mata pelajaran fiqih bab muamalah, pendidik akan memberi pertanyaan “hak memilih untuk membatalkan jual beli adalah pengertian dari qiradh, benar atau salah?”.

Jawaban dari pernyataan tersebut adalah “salah”, sehingga bagi peserta didik yang mengangkat papan bertuliskan kata “benar” akan mendapatkan pengurangan point, dan begitupun sebaliknya, apabila peserta didik menjawab “salah” maka point kelompok akan ditambah 5.

Peserta didik akan bergantian menjawab atau mengangkat papan, orang pertama menjawab pernyataan pertama dan seterusnya. Tujuan dari metode ini adalah untuk evaluasi pembelajaran yang telah berlangsung, meningkatkan ingatan dan ketangkasan serta menciptakan suasana evaluasi yang menyenangkan bagi peserta didik.

 

Tags: edukasiMahasiswaMetode Pembelajaran
Previous Post

Alasan Kenapa Kita Harus Membela Maulid Nabi

Next Post

Pancasila, Harta Karun Ideologi Bangsa

BERITA MENARIK LAINNYA

Deregulasi: Tanpa Basis Sosial, Advokasi Hanya Retorika
Cecurhatan

Deregulasi: Tanpa Basis Sosial, Advokasi Hanya Retorika

14/03/2026
Api yang Merembet
Cecurhatan

Api yang Merembet

13/03/2026
Kota Bundar Baghdad, Sejarah Panjang Pusat Sains Islam
Cecurhatan

Kota Bundar Baghdad, Sejarah Panjang Pusat Sains Islam

09/03/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Alas Institute dan Komunitas MAPAK Sukosewu Kampanyekan Sedekah Sampah Melalui Berbagi Takjil di Bulan Ramadan

Alas Institute dan Komunitas MAPAK Sukosewu Kampanyekan Sedekah Sampah Melalui Berbagi Takjil di Bulan Ramadan

16/03/2026
Sejarah Nikah Malam Songo di Bojonegoro

Sejarah Nikah Malam Songo di Bojonegoro

15/03/2026
‎Abdulloh Umar: Menghidupkan Malam di Lima Hari Terakhir Ramadan

‎Abdulloh Umar: Menghidupkan Malam di Lima Hari Terakhir Ramadan

15/03/2026
Deregulasi: Tanpa Basis Sosial, Advokasi Hanya Retorika

Deregulasi: Tanpa Basis Sosial, Advokasi Hanya Retorika

14/03/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: