Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Mendengar Nyanyian Hujan di Bawah Rembulan, dalam Balutan Ngaji Esai Delapan

Yogi Abdul Gofur by Yogi Abdul Gofur
24/12/2020
in Peristiwa
Mendengar Nyanyian Hujan di Bawah Rembulan, dalam Balutan Ngaji Esai Delapan

Ngaji Esai Delapan dihelat di antara angin yang berhembus secara tidak kencang, di bawah rembulan yang dipenuhi bintang-bintang.

Seperti biasa, PR PMII Punokawan menghidupkan Rabu dengan Ngaji Esai. Pada Rabu (23/12), Ngaji Esai berada di episode delapan.

Nabs, di episode delapan, di tengah hembusan angin corona yang penuh tanda tanya membuat pedagang khawatir wabilkhusus penjual kopi, nasi, dan lain sebagainya.

Namun Ngaji Esai 8 memberikan kabar bahagia, gambaran ihwal orang-orang yang berkelompok bukan berkerumun, wqwqwq. Ngaji esai delapan yang dihelat di Warkop Selasar diisi oleh pujangga Oki Dwi Cahyo alias Kocin, yang namanya sudah tidak asing di telinga masyarakat Bojonegoro.

Dimoderatori oleh Sahabati Diah dari PK PMII Unigoro. Dengan tema “Sinau Plus Tadarus Puisi” mampu menyihir animo puluhan pasang mata.

Kocin memberikan gambaran ihwal puisi, bagaimana ia melahirkan sebuah puisi, dan tak lupa mengajak kawan-kawan yang hadir untuk melahirkan puisi.

Bangunan Warkop Selasar, rembulan, angin yang berhembus, kereta api, dan bintang-bintang yang menghiasi cakrawala menjadi saksi bisu bagaimana Sang Kreator Nyanian Hujan itu bercerita tentang karyanya.

Pembicaraan dua arah juga menjadi penyambung nyawa Ngaji Esai 8. Peserta ngaji juga melontarkan pertanyaan ke Cak Oki, dan tak lupa ada beberapa peserta yang memberikan cecurhatan ihwal puisi.

Puluhan pasangan mata yang hadir, mendengarkan dengan seksama bait-bait yang keluar dari mulut Kocin. Selain puisi bertajuk Nyanyian Hujan, beliau juga melantunkan puisi tentang menanak nasi.

Kocin mengutarakan bahwa dalam menulis puisi, menulislah sejujur-jujurnya. Jangan hanya menulis untuk keindahan kata. Selain itu, ia juga berpesan untuk jangan lupa membaca. Dan apapun bisa menjadi tulisan plus cobalah menulis satu hari satu puisi, untuk melatih keistiqomahan dalam berkarya.

Itulah Ngaji Esai 8, Nabs. Mendengarkan senandung nyanian hujan di bawah rembulan dalam balutan Ngaji Esai Delapan. Merujuk pada jadwal agenda, Ngaji Easai 8 merupakan ngaji terakhir.

Tidak menutup kemungkinan kawan-kawan PMII Punokawan menghidupkan rabu depan dengan kejutan, namun juga tidak menutup kemungkinan kalau Ngaji Esai 8 merupakan ngaji esai terakhir di kehidupan 2020.

Agar kenangan kawan-kawan ketika duduk melingkar saban Rabu malam ba’da isya’ tidak hanya sebatas angan yang bisa hilang, maka dari itu, menulislah!

Tags: Kegiatan MahasiswaMahasiswa BojonegoroNgaji Esai
Previous Post

Urgensi Sikap Toleransi di Tengah Kehidupan Kita

Next Post

5 Cara Magis Bangunkan Orang Tidur, Nomor 5 Bikin Patah Hati

BERITA MENARIK LAINNYA

Bojonegoro History Menggelar Diskusi Ekspedisi Naga Api sebagai Upaya Penguatan Literasi Geopark Bojonegoro
Peristiwa

Bojonegoro History Menggelar Diskusi Ekspedisi Naga Api sebagai Upaya Penguatan Literasi Geopark Bojonegoro

24/05/2026
TP PKK Kecamatan Sugihwaras Gelar Pelatihan Pengelolaan Sampah dari Rumah Tangga jadi Berkah, Dukungan Nyata Gerakan Perilaku Hidup Bersih
Peristiwa

TP PKK Kecamatan Sugihwaras Gelar Pelatihan Pengelolaan Sampah dari Rumah Tangga jadi Berkah, Dukungan Nyata Gerakan Perilaku Hidup Bersih

22/05/2026
Industri Migas dan Pertanian Jalan Beriringan, Bojonegoro Tempati Posisi Lumbung Pangan Terbesar Kedua di Jawa Timur  
Peristiwa

Industri Migas dan Pertanian Jalan Beriringan, Bojonegoro Tempati Posisi Lumbung Pangan Terbesar Kedua di Jawa Timur  

22/05/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Bojonegoro History Menggelar Diskusi Ekspedisi Naga Api sebagai Upaya Penguatan Literasi Geopark Bojonegoro

Bojonegoro History Menggelar Diskusi Ekspedisi Naga Api sebagai Upaya Penguatan Literasi Geopark Bojonegoro

24/05/2026
Percakapan di Tengah Hujan dengan Ivan Illich

Percakapan di Tengah Hujan dengan Ivan Illich

24/05/2026
Ketika AI Pandai Bicara, Remaja Harus Lebih Pandai Berpikir

Ketika AI Pandai Bicara, Remaja Harus Lebih Pandai Berpikir

23/05/2026
Saat Bumi Terluka, Tubuh Ikut Merasakannya

Saat Bumi Terluka, Tubuh Ikut Merasakannya

23/05/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: