Jurnaba
Jurnaba
No Result
View All Result
Jurnaba

Mendulang Rasa Syukur

Fahrul Isna Arsyada by Fahrul Isna Arsyada
24/12/2021
in Headline, JURNAKULTURA
Mendulang Rasa Syukur

Bersyukur adalah konsep Tuhan untuk manusia, agar bisa bersikap rela. 

Pada tahun 2021 ini tentu bukan tahun yang mudah bagi kita semua secara umum, bagaimana tidak di tahun ini kita masih disibukkan dengan pandemi yang belum selesai.

Saya kira sudah banyak orang di luar sana yang membahas perkara ini dampaknya pun sangat luar biasa mulai dari segi ekonomi, pendidikan dan sosial buadaya.

Pada tulisan ini saya tidak menambah-nambahi perkara yang ada tentang bagaimana tahun 2021 ini berlangsung, karena menurut saya mau bagiamana pun keadaan atau situasi nya kita masih bisa mendulang rasa syukur.

Kenapa demikian? yaa karena memang rasa syukur itu Tuhan ciptakan pada diri manusia untuk membangun sebuah konsep hidup yang sesuai proporsi tentang apa yang sebanarnya manusia itu butuhkan.

Bagaimana tidak ? pada tahun ini pula mungkin saya sebagai salah satu contonya bahwa sebelum pandemi ini datang memberi salam saya selalu aktif berkegiatan diluar rumah salah satunya ya kuliah, datang ke acara seminar-seminar, ketemu teman-teman untuk sekedar diskusi ringan atau pergi ke gunung misalnya hehe.

Tapi Tuhan kan maha pemberi konsep yang luar biasa maka saya menganggap untuk diri saya sendiri bahwa pandemi ini datang untuk menyeimbangkan kesibukkan saya yang mungkin terlalu sering aktif belajar ke luar diri, itu artinya saya belajar kepada seseorang, kepada situasi dan kepada lingkungan yang saya temui.

Dan benar saja setelah pandemi ini datang saya sering menghabiskan waktu saya di rumah untuk sekedar menyelesaikan bacaan dari buku yang saya punya, kembali menulis melanjutkan tulisan-tulisan saya dan merenungi segela hal yang pernah saya lakukan.

Dari situ mungkin Tuhan mengingatkan saya bahwa hidup tidaklah selelau tentang ramai, tidak selelau tentang gairah dan keinginan-keinginan yang kita langitkan.

Melainkan hidup juga perlu namanya kesunyian, kesendirian dan perenungan untuk menyeimbangkan bahwa belajar bukan hanya ke luar diri tapi juga kedalam diri.

Dari keadaan itulah saya bersyukur karena bisa menulis dengan hikmat menerbitkan satu buku dan menyelesaikan 3 naskah yang insyaallah akan saya terbitkan pada Januari 2022 nanti.

Dan dari keadaan itu pula saya menyelesaikan tugas akhir kuliah saya dan alhamdulilah pada 5 Desember kemarin saya di wisuda.

Bagi saya bersyukur itu adalah konsep Tuhan untuk manusia agar bisa bersikap dengan rela, berkorban dengan tawa, berbahagia dengan tulus yang memiliki makna pada setiap pemeluknya.

Tags: Sayembara Jurnaba 2021Sayembara Nulis Rasa Syukur
Previous Post

Berlari untuk Bahagia

Next Post

Di Ujung Proyek: Tragedi dan Keselamatan

BERITA MENARIK LAINNYA

Alkemis Kebudayaan
JURNAKULTURA

Alkemis Kebudayaan

05/10/2026
Kapak Purba Berusia 4.000 Tahun Ditemukan di Bojonegoro
JURNAKULTURA

Kapak Purba Berusia 4.000 Tahun Ditemukan di Bojonegoro

29/09/2026
Wanareksa: Pejuang Ekologis, Penjaga Rimba Jawa Utara
JURNAKULTURA

Wanareksa: Pejuang Ekologis, Penjaga Rimba Jawa Utara

21/09/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anyar Nabs

Agenda Sarasehan Jadi Pembuka Festival Ledre Bojonegoro

Agenda Sarasehan Jadi Pembuka Festival Ledre Bojonegoro

07/10/2026
Perluas Gerakan Lingkungan, Desa Sudu Bentuk Pengurus Bank Sampah di Tiga Dusun

Perluas Gerakan Lingkungan, Desa Sudu Bentuk Pengurus Bank Sampah di Tiga Dusun

07/10/2026
Komisi C DPRD Bojonegoro Dorong Mitigasi Bencana Jangka Panjang

Komisi C DPRD Bojonegoro Dorong Mitigasi Bencana Jangka Panjang

06/10/2026
Alkemis Kebudayaan

Alkemis Kebudayaan

05/10/2026
  • Home
  • Tentang
  • Squad
  • Aturan Privasi
  • Kirim Konten
  • Kontak
No Result
View All Result
  • PERISTIWA
  • JURNAKULTURA
  • DESTINASI
  • FIGUR
  • CECURHATAN
  • MANUSKRIP
  • FIKSI AKHIR PEKAN
  • SAINSKLOPEDIA
  • JURNAKOLOGI
  • SUSTAINERGI
  • JURNABA PENERBIT

© Jurnaba.co All Rights Reserved

error: